
"Tuan, seperti yang anda kira. Nona Aily mulai ada pergetakan." ucap Sekertaris Lee yang baru masuk kedalam ruang kerja Rion.
"Kemana dia pergi?" tanya Rion perhatianya teralih pada informasi yang di berikan Sekertaris Lee.
"Dokter kandungan." jawab Sekertaris Lee singkat namun membuat Asterion tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Rion tau jika Aily tipe wanita yang tidak sabaran dia sudah mengira jika wanita itu akan langsung mengeceknya kedokter kandungan, padahal baru semalam mereka melakukanya. Namun bukan itu yang membuatnya penasaran, selain menyuruh dua Bodyguard untuk menjaganya Rion juga sangat penasaran kenapa gadis yang begitu muda itu sangat ingin mempunyai bayi.
Padahal itu akan terjadi juga saat mereka nikah nanti, apalagi tipe Aily yang plin plan yang membuat Rion semakin merasa takut jika suatu hari nanti Aily akan berubah.
"Awasi saja dari kejauhan, dan cari tau apa saja yang dia lakukan di sana." titah Rion lalu kembali ke layar kompiternya.
"Baik tuan, tapi di luar ada seseorang yang sedang menunggu anda." ujar sekertaris Lee.
Rion mengerutkan keningnya, setau dirinya semua jadwal pertemuan sudah selesai. Siapa yang datang tanpa jadwal begini karena biasanya Sekertaris Lee tidak akan membiarkan siapapun naik ke lantai dimana ruanganya berada tanpa membuat janji lebih dulu.
Rion semakin mengerutkan keningnya saat melihat Sekertaris Lee membukakan pintu untuk seseorang.
"Selamat Sore tuan Asterion." sapa seseorang.
*
Di tempat lain Aily sudah setengah jam menunggu giliran untuk pemeriksaan kandungan, dia sangat gugup akan mendengar kabar kehamilanya.
Dokter itu mengerutkan keningnya ketika melihat tidak ada tanda-tanda kehamilan pada wanita yang sedang ia periksa, "Nona Aily, apa anda sebelumnya sudah tes kehamilanya memakai tespack?" tanya Dokter yang sedang melihat layar monitor karena dirinya sedang melakukan usg pada Aily.
"Tespack? Tidak Dok, saya langsung datang kesini untuk memeriksa." jawab Aily makin berdebar dengan pertanyaan dokter itu yang membiat dirinya bingung, karena tidak tau sama sekali dengan benda yang dia maksud.
"Maaf Nona, sepertinya saya harus memberi kabar kurang baik karena Nona Aily belum hamil saat ini." ujar nya membuat Aily kaget dan kecewa bersamaan.
"Melakukanya?" tanya dokter bingung.
"Iyah berhubungan suami istri. Bercinta dokter!" jawabnya lagi agar Dokter itu mengerti maksud dari ucapanya.
"Apa itu pertama kalinya Nona melakukanya?" tanya Dokter untuk memastikan.
"Tentu saja pertama kalianya, aku melakukanya dengan susah payah." jawabnya keceplosan karena sekaranh dirinya sedang menutup mulutnya yang suka asal cablak itu.
Dokter hanya tersenyum dan menghela napasnya pelan, "Nona, wajar anda belum hamil karena lebih awal mengetahui tanda-tanda hamil itu satu minggu setelah berhubungan, tapi umumnya bisa dua sampai empat minghu setelah berhubungan baru akan kelihatan hasilnya." Jawab dokter panjang lebar agar gadis muda di depanya memahami ucapan dirinya.
"Dan, Nona harus lebih keras lagi berusaha. Karena sekali berhubungan badan belum tentu langsung menjadi anak." jawab Dokter cantik itu sambil tersenyum.
"Benarkah? Tapi semalam saya melakukanya berkali-kali dok. Apa itu juga masih kurang?" tanya Aily metasa kecewa, karena dia kira sekali bercinta akan langsung hamil.
Dokter mengangguk, "iya kita tidak tau hubungan badan yang keberapa akan menghasilkan anak, yang jelas lakukanlah sebanyak-banyaknya." ujarnya lagi membuat Aily semakin merona membayangkan betapa seringnya kemungkinan dia akan mengajak Rion bercinta.
"Kalau begitu apa ada semacam obat kuat untuk seorang wanita?" tanya Aily malu-malu. "Bukan berarti saya ga kuat dok karena saya masih bisa mengimbanginya, hanya saja jangka waktu yang panjang dan berulang membuat saya kelelahan." ucapnya jujur.
Dokter itu hanya menahan senyum sebelum akhirnya dia berbicara, "baiklah saya akan memberi Nona Vitamin agar staminanya tetap terjaga.y jawabnya sambil memberikan resep itu kepada Aily.
"Terimakasih dok," ucap Aily sesaat sebelum dirinya pergi.
.
.
To be continued...