My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 88



Rion balas menatap tajam Aily karena dirinya sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun, "sudah ku bilangnaku tidak melakukan apapun padanya Ai..." ucap Rion.


"Lalu kenapa dia menangis, Kak?" tanya Aily.


"Maaf, aku sudah membuat Nona hawatir. Kakek hanya sangat senang sampai tidak bisa menahan Air mata ini," ujar Kakek tua itu. "Entah karena alasan apa Tuan Asterion membantu membiayai pengobatan cucuku satu-satunya, tapi yang jelas kakek sangat berterimakasih pada mu Nak. Kakek sangat sedih karena tidak bisa membiayai pengobatan cucuku, Kakek tidak bisa membalas kebaikan mu Kakek hanya bisa mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya." ujar Kakek itu sambil menyeka Air matanya.


Rion sama sekali tidak tau jika pria itu adalah Kakek dari perempuan yang di diagnosa menderita Tumor Otak yang tertukar dengan berkas milik Aily, "temanilah cucumu Kek, bukankan dia sedang operasi? aku dan istri mendoakan semoga operasinya berjalan dengan lancar." ujar Rion.


"Iya, kakek harus segera pergi. Terimakasih banyak atas bantuan dan juga doany," ujar Kakek itu lalu pergi meninggalkan Riin dan Aily.


"Ayo," ajak Rion namun Aily masih diam mematung, lalu Rion menatap kebarah wanitanya yang sedang berdiri mematung dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ada apa?" tanya Rion. "Apa ada yang sakit? perut mu baik-baik saja?" tanya Rion dengan wajah hawatirnya.


"Huaaaa... aku senang Ayah anak-anakku ternyata orang yang sangat mulia dan baik hati." ujar Aily dengan air mata yang sudah pecah.


"Kamu ini, aku kira ada apa! mengagetkan saja." ujar Rion.


Aily langsung menarik Rion duduk di atas sofa lalu dirinya duduk di atas paha pria itu sambil mengalungkan kedua lenganya di leher prianya, "apa dia gadis yang hasil pemeriksaanya tertukar denganku?" tanya Aily.


Rion mengangguk, "saat aku mendengar kamu sakit. Hatiku benar-benar hancur Ai... sampai berdoa jika aku ingin menggantikan penyakitmu aku tidak sanggup jika harus memilih di antara kalian, aku menyayangimu dan aku juga menyayangi anak kita." ujar Rion dengan air mata yang sudah menetes mengingat dimana dirinya berusaha tegar agar Aily tidak merasa sedih, namun di dalam hati paling dalam dirinya benar-benar rapuh.


Aily ikut sedih dan memeluk pria nya itu, pria yang dia kira akan berubah ketika dia tau jika dirinya mempunyai penyakit, pria yang pernah ia tinggalkan. Aily benar-benar menyesal telah melakukan itu, kini dirinya tau jika Rion benar-benar mencintainya.


Aily tidak menjawab dia langsung mencium bibir pria yang sudah menjadi candunya, pria yang membuat kehidupanya berubah. Di dalam tangisan keduanya saling beradu bibir saling menyesap dengan ciuman yang sangat menuntut, ada kerinduan di dalam nya dengan gairah yang sudah lama tidak muncul.


"Tuan apa kalian sudah--" ucapan Sekertaris Lee menggantung begitu saja saat melihat aksi kedua orang itu. "Maaf, aku akan kembali setelah kalian selesai." ucapnya lalu hendak menutup pintu.


"Tunggu!" sentak Rion.


"Iya tuan?"


"Bawa tas itu," perinta Rion. "Ayo sayang kita pulang, disini ada pengganggu!" ketusnya kesal sambil menggandeng Aily berjalan keluar ruangan.


Aily tersenyum ke arah Sekertaris Lee yang sedang mengambil tas milik tuanya itu.


"Sial! lagian ini masih di rumah sakit! apa dia sangat tidak tahan?" tanya nya pada dirinya sendiri. Sekertaris Leenpun menggidik ngeri lalu segera menyusuk kedua majikanya itu.


.


.


to be continued...