
Aily berjalan turun menuruni anak tangga menuju ruang makan untuk saraoan pagi di rumahnya, karena sejak tadi Alika membangunkannya untuk bersiap pergi untuk fitting baju pernikahanya.
"Aily sayang, kata Rion kamu suka makan ikan. Ibu sudah menyiapkan nya untukmu, cepat kemari dan duduklah." ajak Agatha saat melihat Aily berjalan ke arah meja makan.
Aily tidak banyak bicara karena dia masih merasa canggung dengan situasi ini, namun tidak bisa di pungkiri jika dirinya sangat senang dan bahagia.
"Katakan Nak, jika kamu sedang mengidam sesuatu. Ayah akan mencarikanya untukmu," ucap Alvin saat Aily duduk di sebelahnya.
"Iya katakan saya Aily, aku juga akan mencari apa yang kamu dan bayimu mau." timbal Alika yang juga sangat antusias dengan perubahan suasana rumahnya.
Aily hanya tersenyum, "aku hanya ingin makan dengan porsi banyak. Apa boleh Ayah?" tanya Aily karena tau jika dirinya makan dengan sangat rakus Ayahnya suka melarang dirinya.
"Tentu saja, lakukan apa yang kamu suka nak." jawab Alvin yang juga sudah tidak memperdulikan Aily harus berperilaku baik seperti Alika, niat awalnya melarang Aily dan suka memberi oelajaran khusus tatakrama karena putrinya itu selalu memberontak dan sangat kasar kepada Agatha dan Alika tanpa tau jika mereka sangat menyayangi gadis itu.
Aily langsung memakan makanan yang sudah di sediakan Agatha dengan sangat lahap, dia sangat senang karena akhirnya dirinya bisa menjadi dirinya sendiri tanpa harus merubah sikapnya seperti Alika.
"Nona, diluar Tuan Rion sudah datang dan menunggu anda." ujar salah satu pelayan di sana dan dijaeab anggukan oleh Aily.
"Ah, ahirnya kenyang juga. Aku langsung berangkat ya Ayah, ayo kak." ajak Aily pada kakak perempuanya itu, Rion datang di saat yang tepat ketika semuanya selesai makan.
Aily berjalan keruang tamu dengan wajah senang nya karena dirinya sebentar lagi akan menikah, "Hai er... maaf sudah menunggu lama. Ayo sayang," ajak Aily pada kekasihnya itu sambil berjalan melewatinya dan mendekati Eria yang dekat dengan pintu.
"Mau kemana?" tanya Rion dengan wajah kesal dan tatapan tajamnya.
"Kamu akan memakai pakaian yang memperlihatkan bagian perutmu itu?" tanya Rion karena sejak tadi dia menatap tajam pakaian yang setengah bahan itu, Aily memakai jeans dan baju kaon Crop yang memperlihatkan bagian perut ratanya.
"Oh aku sengaja, karena sebentar lagi perutku akan membesar dan tidak bisa berpakaian seperti ini lagi sayang. Jadi aku akan memakai pakaian seperti ini sebelum perutku mulai membuncit," ujar Aily tanpa dosa membuat Rion semakin murka. "Ayo Eria, kak Alika kita pergi." ajaknya.
"Stop! tangkap dia Eria! jangan sampai keluar dengan memakai pakaian kurang bahan itu!" sentaknya memerintahkan adiknya yang ada di deoan Aily yang sedang berjalan ke arahnya.
Eria dengan panik menatap Aily dan menatap Rion bergantian hingga akhirnya dia pun memeluk Aily yang akan berjalan melewatinya.
"Maafkan aku sahabatku, ini demi kebaikanmu." ujarnya sambil memeluk Aily dengan mata yang terpejam takut jika Aily akan marah.
"Alika bawakan pakaian dia yang lebih layak," titahnya membuat Alika pun ikut panik dan segera berlari kekamar Aily yanga da di lantai atas untuk mengambilbpakain Aily.
"Kakak! Aku tidak mau!!!" sentaknya sambil memberontak membuat Rion berjalan mendekat dan menarik Aily kedalam pelukanya takut jika Aily akan terleoas dari pelukan Eria.
"Aku melarangmu memamerkan tubuhmu di depan pria lain! mengerti?" perintah Rion dengan nada sedikit tinggi.
.
.
to be continued...