My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 43



Rion pergi meninggalkan Mikhail begitu saja, sepanjang perjalanan mereka hanya berdiam diri tidak bergeming sedikitpun karena karena sibuk dengan pemikiranya masing-masing.


Rion tersenyum melihat Aily yang dengan lihai menekan tombol pintu itu tanpa kesulitan sedikitpun, tidak seperti tadi saat dirinya berbohong jika pintu Apartemen rusak dan tidak bisa di buka.


Aily lebih dulu berjalan masuk kedalam apartemen, "mau di kamarku? Atau di kamar mu kak?" tanya Aily dengan wajah merona dan jantung berdebar berusaha memberanikan diri.


Rion menatap manik mata Aily, lalu tatapan itu turun ke bibir ranum milik Aily yang sedang berbicara. Pikiran Rion mulai tidak katuan karena ajakan Aily kini otaknya di penuhi hal mesum, melihat Aily berbicara saja membuat Rion membayangkan hal sensual yang terbesit di otaknya mengenai bibir gadis itu.


Tanpa di sadari Rion berjalan mendekati gadis itu dan langsung menempelkan bibir nya di atas bibir ranum Aily dan membawanya dalam ciuman panas.


Aily memberontak tapi Rion mengunvi tubuhnya menggunakan lengan kekar dan lengan satunya menekan kuat tengkuk leher Aily agar tak melepas ciuman itu, Rion menciumnya dengan bringas antara melampiaskan kemarahanya pada sikap Aily yang plinplan dan menumpahkan hasratnya yang kian memuncak karena sesuatu yang berada di bawah sana sudah sangat mengeras sejak tadi.


"Tunggu, aku harus memakai dulu lingeri yang sudah ku beli waktu itu!" ujar Aily saat di sela-sela ciuman itu.


"Percuma karena aku akan membukanya juga, kita akan bercinta tanpa sehelai benangpun sayang!" ujar Rion dengan suara serak yanh sudah di balu dengan gairah yang mulai membara.


Rion kembali mencium Aily namun gadis itu memalingkan wajahnya, dia berusaha keras ingin mengenakan lingeri yang ia beli dari hasil uang yang ia pinjam dari Eria itu.


Rion tidak hilang akal hanya karena Aily memalingkan wajahnya, dia bisa mencium bagian lain dengan leluasa. "Aaaahhhhh..." lenguh Aily saay Rion menghisap lehernya dan mengangkat tubuh Aily, dia berjalan dengan cepat masuk kedalam kamarnya. Aily mengalungkan lenganya di leher pria itu dan menautkan kedua kakinya di pelukan Rion agar tidak terjatuh.


Rion merebahkan tubuh Aily di atas ranjang dengan sedikit tidak sabaran dia langsung membuka dress putih yang di kenakan Aily, dan menyisakan bra dan benda segitiga di pusat intinya. Rion terdiam sejenak menatap takjub tubuh putih dan mulus Aily dengan kedua benda kenyal yang terlihat sedikit keluar dari sarangnya, Rion menelan salivanya susah.


"Jangan menatapku seperti itu, jika tubuhmu sendiri jauh lebih indah dan sexy." Bisik Rion di telinga Aily, wajah Aily yang menganga dengan iler yang hampir menetes tiba-tiba berubah menjadi semakin merona akibat pujian yang keluar dari mulut Rion.


"Sayang, aku harus kembali kekamarku untuk memakai lingeri yang sudah ku siapkan. Sayang sekali jika itu tidak terpakai," keluh Aily gadis itu pun bangun dari tidurnya "Aku membeli barang itu dengan uang yang ku pinjam dari Eria."


Pria memperhatikan Aily yang terus mengoceh, dan terkekeh saat mendengar persiapan yang sudah ia rencanakan dengan meminjam uang oada adiknya. Sungguh konyol!.


Rion langsung melu mat bibir ranum itu dan kembali merebahkan tubuh Aily sambil menekannya, lengan kanan pria yang sedang mengungkungnya itu tidak kalah aktif kini lenganya sedang meremas dada kenyal miliknya di balik bra yang dikenakanya.


"Ouhhhh..." Aily menutup mulutnya saat dirinya tidak sadar mengeluarkan suara liar itu.


"Jangan di tahan, keluarkan apa yang ingin kamu keluarkan. Nikmatilah dan ingat setiap sentuhan yang akan aku lakukan kepadamu sayang!" Ujar Rion menarik kedua lengan Aily dan menguncinya di atas kepala gadis itu setelah membuka dan melempar asal bra milik gadisnya.


"Tapi lepaskan tanganku sayang," berontak Aily karena posisi ini membuatnya sangat malu.


.


.


To be continued...