My Hot Little Girl

My Hot Little Girl
Episode 38



Setelah selesai makan malam Aily berpamitan untuk beristirahat di dalam kamar yang sudah di siapkan oleh orang tuanya, Rion tidur dengan gelisah dia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya.


Gadis yang sejak tadi di tunggunya tidak kunjung datang menghampirinya, "biasanya dia datang kekamarku tanpa permisi!" gerutunya kesal karena dirinya gelisah dia penasaran kenapa kali ini Aily tidak datang ke kamarnya.


"Apa mungkin dia tidak tau kamarku? Atau dia malu karena ini di mansion utama dimana ada kedua orang tuaku," Rion terus berpikiran tentang kemungkinan Aily tidak menemuinya. Rion pun menyibakan selimutnya dan pergi keluar kamar untuk menemui Aily.


Selama perjalanan menuju kamar Aily dia berpikir, " apa mungkin Aily benar-benar tidak mau menikah denganku?" pikiranya itu membuat dadanya sendiri terasa nyeri. "Mana mungkin, dia kan sangat ingin bercinta denganku!" ujarnya penuh percaya diri.


Rion pun masuk kedalam kamar Aily yang tidak terkunci sama sekali, dia mendengar isak tangis gadis itu dari balik selimut tebalnya.


"Ai... Kamu nangis?" tanya Rion karena tidak ada jawaban Rion pun membuka selimut itu. "Aily! kamu kenapa? Apa kamu sakit?" tanya Rion dengan penuh rasa hawatir pria itu langsung memeluk gadis kecilnya.


Aily semakin menangis dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang calon suaminya itu, "katakan padaku, kamu kenapa Aily!" tanya Rion sambil meraup wajah gadis itu untuk menatapnya.


"Apa kita benar-benar akan menikah?"tanya Aily dengan mata dan hidung yang memerah, raut wajah yang terlihat hawatir tiba-tiba berubah dengan rasa kekecewaan di wajahnya. Dada Rion seperti teriris benda tajam saat mendengar pertanyaan itu.


"Apa kamu sangat tidak ingin menikah denganku? Sampai menangis seperti ini hum?" tanya nya dengan tatapan sendu, Aily menatap wajah Rion dia memeluk tubuh pria itu jujur Aily takut jika harus menikah dirinya sangat takut jika pria baik di depanya akan berubah seperti ayahnya saat menikah nanti, namun ketakutan itu semakin besar mengingat jika dirinya akan meninggalakn pria yang sudah membuatnya merasakan bagaimana rasanya di hawatirkan dan di pedulikan.


"Aku menangis karena sakit kepala kak," jawab Aily jujur karena sejak dia berpikir banyak hal kepalanya sakit luar biasa hingga tidak bisa lagi menahan tangisanya.


Rion malah terlibat sangat kawatir dengan kondisi Aily, "ayo kita pergi ke rumah sakit" Ajar Rion sambil berusaha mengangkat tubuh Aily namun di tahan oleh gadis itu.


"Aku tidak apa-apa, ini hanya sakit biasa kak." ucap Aily agar Rion tidak membawanya pergi.


"Jangan! Aku hanya ingin tidur di sini, di sampingmu." pinta Aily menatap Rion dengan tatapan sendu, "sambil berpelukan..." lirihnya lagi membuat Rion menggelengkan kepalanya pelan.


"Baiklah, nona mari kita tidur sambil berpelukan." Ajak Rion sambil merebahkan tubuhnya dan memeluk gadis kecilnya, Rion mengelus pelan punggung dan kepala gadis itu. Gadis yang selalu membuatnya kehilangan akal untuk melawan semua perbuatan gadis ini.


"Sejujurnya aku takut dengan pernikahan..." lirih Aily pelan dengan jantung yang berdegup kencang, dia takut jika Rion akan merespon negatif ucap Aily.


"Aku tau... Aku tidak akan melukaimu Ai... Aku akan merawatmu dengan baik." ucap Rion karena dia menyadari sejak melihat profil Aily yang di berikan Lee kepadanya dimana Ayahnya menikah lagi saat ibunya sakit.


"Aku janji Nona! Aku akan memperlakukanmu layaknya putri," ucap Rion sambil mencium pucuk kepala Aily.


Aily mendongak untuk menatap wajah Rion, "Ratu! Aku tidak mau putri! Aku ingin jadi Ratu!" protes Aily dengan bibir yang mengerucut kesal.


"Iya sayangku!" ucap Rion gemas pada gadis kecilnya itu sambil mencium bibir gadis itu, Rion sudah tidak tau malu lagi dia bisa mencium gadis itu kapan pun dia mau dan entah sejak kapan dia suka melakukan nya.


Sementara Aily mendengar panggilan sayang itu membuat jantungnya kembali berdebar sangat cepat.


.


.


To be continued...