
It's a girl 👶
.
.
.
.
Sore itu setelah selesai meeting Dion langsung kembali ke hotel dimana dia menginap selama disingapore, sebelum bertolak ke AirPort untuk pulang kejakarta.
Setelah menunggu kurang lebih 2jam karena delay akhirnya pesawat yang membawa Dion berangkat, 2 minggu bukan waktu yang lama, tapi bagi Dion seperti dua tahun apalagi meninggalkan seorang istri sendiri meskipun sudah ada asisten yang menemani Vanya itu tidak membuat Dion merasa tenang.
Dua jam berlalu dari Changi AirPort menuju ke soetta airport, setelah landing Dion lalu melihat arloji yang melingkar dilengan tangan nya. Waktu sudah mendekati pukul 1 am, dia lalu keluar menuju ruang tunggu untuk menunggu jemputan supir pribadi nya.
"Mas dion...," ucap seseorang dari belakang Dion yang tidak lain adalah supirnya, Dion lalu membalikkan badan nya lalu berjalan keparkiran.
Jalanan begitu sepi dan mobil yang ditunggangi Dion melaju dengan cepat, setelah beberapa jam mereka sampai di depan rumah. Rumah itu nampak gelap hanya cahaya temaram lampu diteras, setelah Pak Hadi membuka pintu, Dion langsung menuju kekamar dimana Vanya tidur.
Dion lalu membuka pintu kamar yang terkunci itu lalu masuk kedalam, dia masih tidak bersuara mata nya mencari Vanya yang tidak ada diranjang tempat tidur, Dion lalu berjalan keruangan tv yang bersebelahan dengan kamar mereka.
Dion melihat Vanya terbaring, Dia lalu mengecup Kening Vanya yang sedang tertidur disofa, Vanya terbangun dengan saat dia sadar ada seseorang yg menciumnya, namun Dion menenangkan Vanya yg kaget lalu tersenyum manis.
Keesokan paginya Dion tidak pergi kekantor karena hari itu adalah jadwal Vanya kerumah sakit untuk check up kandungannya.
Seperti Biasa meskipun sudah Ada simbok, tapi Vanya selalu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan buat suaminya.
Setelah selesai sarapan mereka langsung berangkat ke RS, mengingat jalanan yang selalu macet, Vanya yg semakin deg-deg an menunggu persalinan nanti sekaligus tidak sabar untuk melihat buah hatinya yg sampai saat ini masih belum diketahui jenis kelaminnya.
Dion yang sedang fokus menyetir sesekali melirik Vanya yang duduk gelisah sesekali dia mengusap-usap perutnya yg sudah besar itu.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Dion.
"Nggak apa-apa kok sayang, cuma sedikit kram aja perutnya!"
"Selama aku disingapore, kamu nggak kecapean kan sayang? Istirahat kamu cukup kan?" Tanya Dion cemas.
"Iya, kamu nggak usah cemas gitu, namanya juga hamil tua ya gini sayang, perut suka kram terus susah tidur juga!" Jelas Vanya menenangkan Dion.
Dion lalu mengusap perut Vanya sambil sedikit berbicara dengan bayi yang ada diperut Vanya, tendangan kecil timbul seolah merespon obrolannya dengan Dion.
Setelah menelusuri jalanan yang ramai mereka sampai di RS,dion Dan rena langsung menuju ruangan dokter yang menangani kehamilan rena.
Setelah mengetuk pintu dan dokter mempersilahkan masuk mereka berdua memasuki ruangan itu. Mereka lalu duduk didepan meja sang dokter, pertanyaan Demi pertanyaan terlontar dari dokter mengingat kandungan Vanya yang sudah memasuki hpl dokter, pasti banyak terjadi perubahan pada diri Vanya, dan setelah Vanya memberitahu keluhan-keluhan yang beberapa hari ini terjadi pada dirinya, dokter lalu memeriksa dan mengUSG kandungan nya.
"Posisi bayi nya sangat bagus, dan kemungkinan ibu akan melahirkan lebih cepat dari HPL yang saya prediksikan, kalau udah mulai merasakan kontraksi, harap dibawa kerumah sakit langsung ya bu!" Jelas ibu dokter.
"Iya dok, terima kasih ya dok, berkat dokter, saya dan bayi saya bisa tumbuh dengan sehat, saya jadi makin nggak sabar dok untuk melihat bayi saya!" Ucap Vanya berterima kasih.
Setelah Mendengar penjelasan dari dokter, Vanya dan Dion tampak begitu interest untuk menyambut kelahiran anak pertama mereka.
Dion yang belakangan ini berubah menjadi lebih posesif sementara Vanya dia masih sangat santai.
Setelah dari rumah sakit Vanya mengajak Dion ketoko perlengkapan bayi, untuk membeli beberapa perlengkapan bayi. Ini adalah kali pertama Dion menemani Vanya belanja kebutuhan bayi Karena biasanya Vanya akan pergi sendiri dengan diantar oleh pak hadi supir pribadi nya.
Setelah memasuki toko tersebut Dion sedikit tercengang sebentar dengan bola mata yang menyelidik kesetiap sudut ruang yang penuh dengan baju-baju bayi yg tergantung rapi.
"Sayang kamu kenapa?" Ayo masuk!" Celetuk Vanya menyadarkan Dion.
Dion lalu menengok kearah Vanya dengan mata yang berkaca-kaca, mengetahui hal itu Vanya menjadi bingung.
"Kamu kenapa, kok mata kamu berkaca-kaca itu?" Tanya Vanya sambil mengusap-usap lengan Dion.
"Aku terharu aja sayang, nggak nyangka bentar lagi aku bakalan jadi papa, dan liat baju-baju bayi itu aku jadi terharu sayang...," ucap Dion sambil merangkul pundak Vanya.
"Ciee yang mau jadi daddy, sampe terharu gitu!" Ledek Vanya membuat Dion salting.
"Ayo sayang, Kita keatas!" Ajak Vanya sambil menggandeng tangan Dion.
Saat mereka tengah asik memilih perlengkapan bayi tiba-tiba hp Vanya berdering, Vanya lalu merogoh hp yang Ada didalam slingbag nya.
"MAMA," sebuah Nama tertera dilayar hp Vanya dengan segera dia langsung menjawab panggilan dari mamanya itu.
"Waalaikumsalam sayang, kamu dimana? Mama kerumah, kok kamu nggak ada!" Terdengar suara Niken dari ujung sana.
"Iya maa, tadi Vanya habis dari rumah sakit terus mampir beli perlengkapan baby!" Jelas Vanya kepada mama nya.
"Oh iya, udah mama tunggu dirumah ya sayang," ucap Niken menutup panggilan telepon.
*******
Tiga hari setelah check up, Vanya merasakan mules diperut nya tapi Vanya masih belum memberitahu Niken dan juga Dion, Vanya pikir itu mules biasa karena terjadi setiap 1 jam sekali.
Di sore hari Vanya yang tengah sibuk didapur membantu mamanya memasak, tiba-tiba perut Vanya kembali mules yang lebih hebat dari sebelum nya, sampai-sampai kaki Vanya yg tadi masih kuat untuk berdiri, tiba-tiba menjadi lemas.
"Aaw aww..., maa, perut Vanya sakit banget maa....!" Desis Vanya sambil memegang perut nya, Niken yang melihat Vanya hampir jatuh langsung meraih tubuh Vanya, kemudian memanggil Dion yang tengah berkutat diruang kerjanya.
"Diooon..., Dioonn, Vanyaaa Dioonn...!" Teriak Niken dari dapur, Dion yg mendengar teriakan Niken lalu berlari menuju sumber suara.
Dion melihat Niken tengah memangku tubuh Vanya yg sudah tergeletak dilantai.
"Maa, kenapa dengan Vanya maa...?" Tanya Dion cemas.
"Cepat bawa Vanya kerumah sakit, dia mau melahirkan, Dion cepetannnn..!"
Tanpa menunggu lama Dion lalu membopong Vanya dan membawa kerumah sakit.
Dalam perjalanan Niken mencoba menenangkan Vanya yang dari tadi terus mengeluh kesakitan.
"Maa, sakit maa, sakit bangettt..!" Desis Vanya sambil menggenggam erat tangan mamanya.
"Tenang sayang, mama yakin kamu kuat, kamu relax terus atur nafas kamu, sebentar lagi sampai rumah sakit..!" Ucap Niken menenangkan.
Sementara Dion, dia nampak begitu gugup dan khawatir melihat keadaan Vanya yg begitu kesakitan.
Setelah sampai dirumah sakit Vanya langsung dibawa keruang bersalin, ditemani mama dan juga suaminya, Vanya nampak tenang melawan sakit yang sangat luar biasa itu. Dan setelah 1 jam lebih berada diruang bersalin, akhirnya Vanya berhasil melewati perjuangan itu dengan Selamat, suara tangisan malaikat kecil yang selama ini mereka nantikan merubah haru suasana diruangan itu, Dion yang melihat pengorbanan istrinya itu tidak berhenti mencium kening Vanya dengan mata berkaca-kaca.
"Selamat ya sayang, sekarang kamu udah jadi seorang ibu, terima kasih untuk semua perjuangan kamu!" Bisik Dion membuat Vanya meneteskan air mata.
"Selamat ya, ibu, bapak, bayi terlahir Selamat dan sangat cantik...!" Ucap dokter setelah menangani Vanya.
Lalu suster memberi kan bayi itu kepada Vanya.
*******
Dua minggu berlalu, dan Vanya begitu menikmati peran barunya itu meskipun waktu tidur nya banyak tersita untuk begadang, tapi dengan melihat malaikat kecilnya itu tumbuh dengan sehat, itu sudah menjadi obat lelah yang paling mujarab.
Akhir minggu ini Dion dan Vanya berniat mau buat syukuran sekaligus aqiqah, mereka mengundang saudara dan juga kerabat kerjanya, tidak lupa ke 4 sahabat mereka juga ikut hadir dalam acara aqiqah baby K.
Semua catering dan juga dekor mereka serahin se Tim EO yg sudah mereka percayai, sampai hari H, semua sudah siap, para tamu undangan nampak sudah mulai memenuhi rumah Dion, rumah yang tadi besar mendadak kelihatan mengecil karena saking banyaknya tamu yg datang.
Setelah acara pengajian selesai sekarang giliran acara potong rambut, Vanya menggendong baby K yang dari tadi tertidur pulas mengelilingi para tamu untuk memotong rambutnya.
Vanya dan Dion menyematkan nama
"KEINARRA ELVARETTE"
yang artinya "wanita yg mempesona dengan kebajikan"
Setelah acara selesai semua tamu pada pulang, hanya tersisa keluarga Vanya dan Dion serta 2 keluarga bahagia sahabatnya itu. Kebahagiaan nampak begitu jelas saat semua keluarga berkumpul apalagi dengan ada penambahan anggota keluarga yang baru pasti akan semakin hangat.
.
.
.
Jangan lupa vote Dan comment yah...
Semoga kalian suka
Happy reading 😍