
Laki-laki itu langsung mendorong tubuh Vanya untuk masuk ke mobilnya, sedangkan Vanya masih mencerna semua perilaku Vanno dengan wajah πππππ khasnya.
Selama di dalam mobil Vanno, hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka berdua.
βRumah lo dimana? β tanya Vanno yang berusaha memecah keheningan itu.
βGue kira lo tahu, β cibir Vanya.
βNggak penting banget gue tahu rumah lo, cepet kasih tahu! β
πΈππ πππ πππ ππ ππππ ππππ πππππ πππππ ππππππ! Batin Vanya.
βMalah bengong. β
βTurunin gue di komplek apel rasa durian, β ucap Vanya dan dibalas anggukan Vanno.
Sesampainya Vanya di depan gerbang komplek, tiba-tiba Vanno terus melajukan mobilnya sehingga itu membuat Vanya panik.
π±πππ ππππ πππ πππππ πππ ππππππ πππ π½πππ, batin Vanya.
βEh, kak, berhenti! β seru Vanya.
βKasih tahu rumah lo yang mana? β Vanno memaksa.
βApaan sih, maksa maksa! β
βKasih tahu apa gue cium? β tantang Vanno.
βIya- iya. Itu agak lurus terus ada rumah yang halamannya banyak bunga, β ucap Vanya pasrah.
βGood Girl, β Vanno hanya tersenyum, sedikit.
βIni rumah lo? β tanya Vanno.
πππ πππ, ππππ πππ πππ, batin Vanya lagi.
βIβiya, kenapa? β tanya Vanya.
βLo adiknya Nata, ya? β tebakan Vanno tepat sasaran.
βJangan sok tahu lo! β
βBohong, gue do'ain lo jomblo selamanya! β
π½ππ πππ ππ ππππππ ππππππππ ππππππππ! Pikir Vanya.
βJawab! β
βKalau iya kenapa, kalau enggak kenapa? Emang penting gitu buat lo? β tanya Vanya dengan wajah menyebalkan.
βPenting lah! Karena mulai sekarang lo itu cewek gue! β ucap Vanno ππ πππ πππππ.
Vanya yang masih memproses ucapan kakak kelasnya itu hanya diam. Vanno yang melihat wajah Vanya hanya bisa menahan tawanya.
βNggak bisa guru dong! β jawab Vanya ketus saat dia sudah tersadar dari kekagetannya.
βKalau gue nunjuk lo jadi cewek gue, berarti mulai sekarang lo cewek gue! β ucap Vanno tak kalah ketus.
βEh, gβgue nggak bisa, β kata Vanya.
Karena sebal, Vanya keluar dari mobil milik Vanno dengan mengerucutkan bibirnya.
Vanno terkekeh di dalam mobil.
βSampai lupa nggak bilang makasih tu anak. β
Vanya berbalik dan mengetuk kaca mobil Vanno.
βMakasih tumpangannya, β setelah itu, dia pergi.
βLucu parah tu cewek. Oh iya, namanya siapa ya? β
Vanno menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
βSiapa sih tu orang? Sok yes banget deh. Andai kalau meracuni itu nggak dosa, pasti udah gue kasih dia kopi sianida! β gerutu Vanya sambil memasuki rumah nya.
βSiapa tadi dek? β tanya Nata.
βEh, buset kaget gue, β ucap Vanya, βTemen.β
βLaki atau perempuan? β tanya Nata.
βPerempuan, β jawab Vanya.
βPerempuan kok berjambul? β tanya Nata tak mau kalah.
πΊπππ ππππππ πππ, πππππ πππ?
βada lah, tu temen gue yang tadi sama kayak syahrini, β jawab Vanya asal.
βRambutnya kok pendek? β tanya Nata.
βDia tomboi, β jawab Vanya semakin ngawur.
Nata menatap adiknya dengan mata menyipit.
βDia Vanno kan? β
πππΌπππΌπ!
πΊππ πππ ππππ πππ πππππ ππππ ππ πππππ πππ ππππππ πππππ? Rutuk Vanya.
βHmm.β
βCIE, BARU MASUK UDAH DAPET GEBETAN! β
Seru Nata dengan suara keras.
Vanya tidak menanggapi, tapi dia malah melenggang pergi dari hadapan kakaknya.
β β β β
Masa orientasi sekolah yang dijalani Vanya sudah selesai sejak kemarin, kini Vanya tengah mencari letak kelasnya.
Kelas 10 IPA 5 adalah kelas yang akan menjadi kelasnya mulai sekarang.