
๐๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐ก๐ก๐๐จ๐ฉ๐, gadis cantik yang baru saja menginjak umur tujuh belas tahun (17) itu masuk SMA untuk pertama kalinya.
Anak bungsu dari 2 bersaudara setelah kakaknya yang bernama ๐๐๐ฉ๐ ๐๐ก๐๐ง๐๐ฃ๐ฉ๐๐ฃ๐ค, dari pasangan ๐ฟ๐๐ซ๐ ๐๐ก๐๐ง๐๐ฃ๐ฉ๐๐ฃ๐ค(Papa) dan ๐๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ก๐ก๐๐จ๐ฉ๐(ibu) itu kini tengah menyiapkan keperluan masa orientasi alias MOS-nya yang sangat ๐๐๐๐๐๐๐.
Gadis itu kini sedang menyiapkan berbagai perlengkapannya, dia sibuk sekali dengan alat-alat yang akan dia bawa ke sekolah.
Dimulai dari topi hingga atribut ๐๐๐๐ข yang akan dia gunakan di hari pertamanya, dia berharap Semoga masa orientasinya kali ini bisa berjalan dengan lancar.
ketika dirasa seluruh persiapannya sudah lengkap, Vanya berjalan menuruni anak tangga rumahnya dengan wajah bimbang antara mau masuk dan tidak.
Dia teringat kejadian sewaktu pertama kali dirinya mengikuti MOS di SMP, saat itu Vanya yang sedang kelelahan memutuskan untuk duduk sebentar, tapi dengan sadisnya salah seorang kakak kelasnya malah menyuruh dia berlari sampai dia pingsan, asma yang dia derita kambuh.
Hal itu bahkan membuatnya harus dirawat di rumah sakit selama 5 hari.
โPagi,โ sapa Vanya saat tiba di ruang makan yang sudah dipenuhi gelak tawa kakaknya, Nata.
Laki-laki itu memang mempunyai selera humor yang sangat rendah, sampai-sampai hal yang tidak lucu sama sekali pun bisa di tertawakan oleh Nata hingga terpingkal-pingkal.
โPagi juga ๐ฟ๐๐๐๐๐๐๐, gimana udah siap buat MOS -nya? โ tanya Niken( ibu) sambil menyerahkan roti yang sedari tadi dia olesi dengan selai cokelat kesukaan anaknya itu.
โSiap, Ma. Kak, temen-temen lo nggak nyeremin, kan? โ tanya Vanya kepada Nata.
Nata menghentikan aksi mengunyah nasi gorengnya, โLo kira temen gue setan? Ya enggak lah Vanya, adek gue yang cantik, imut, lucu, pinter, mereka semua itu baik, fix lo harus kenal mereka semua, โ jawab Nata.
โAlay lo, kak, โ cibir Vanya.
โYeee, lo mah di puji bukannya seneng malah ngatain, โ gerutu Nata.
โSelama Vanya masih MOS, biar Papa yang anter, kalau udah selesai, nanti bareng kakak kamu aja, โ Davi(Papa) akhirnya bersuara di antara obrolan anggota keluagarnya.
Nata menatap Davi(Papa) memicing.
โPapa nggak akan misahin aku sama Vanya, kan? โ tanya Nata.
โKamu ๐๐๐๐๐ข deh, Papa nganter adik kamu karena atribut nya seabrek. Emang kamu tega? โ tanya Davi( Papa) .
โEnggak lah pa. Tapi kan Nata bisa bawa mobil supaya Vanya selalu aman terkendali, โ jawab Nata dengan menaik-turunkan alisnya.
โPapa percaya sama kamu, tapi melihat jam berangkat kamu ke sekolah itu bikin Papa meragukan kedisiplinan kamu, โ tutur Davi yang membuat Nata memanyunkan bibirnya.
Laki-laki itu kalau sudah berdebat dengan papanya memang tidak akan menang.
โGini, Nata itu anggota OSIS, Pa. โ
โMasih anggota, kan? Bukan ketua? โ Skakmat. Nata kalah lagi dari Davi(Papa).
โPapa menang, โ kata Nata malas membuat ketiga orang disana tertawa melihat reaksi Nata.
Meraka lalu melanjutkan sarapan dengan hening, setelah sepuluh menit berlalu, baik Vanya maupun Nata kini bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
Vanya dan Nata berpamintan kepada Niken(ibu) , Davi pun tidak lupa berpamintan kepada istrinya, Mereka bertiga akhirnya berangkat bersama, tetapi Nata menggunakan motornya sedangkan Vanya dan Davi(Papa) berangkat menggunakan mobil.
โSampai ketemu disekolah, Adek, โ ucap Nata sebelum Ninja merahnya melenggang pergi dari pekarangan rumah diikuti oleh mobil yang ditumpangi oleh Davi dan Vanya.