
Vanya melihat- lihat sekeliling nya, tapi dia tidak menemukan orang yang bisa dia tanyai.
βπ·ππ, π πππ’π? β
βπ·ππ, πππ? β
βπΊππππ ππππππ, πππ? β
βπΌππ πππππ πππππππ πππππ, πππ? β
Vanya menatap orang-orang yang berpapasan dengannya itu bingung, tapi dia tetap mengulum senyum ramahnya.
Vanya bingung, dari mana mereka tahu namanya? Apakah setenar itu dirinya saat baru masuk SMA? .
βEh? β pekik Vanya saat tiba-tiba ada yang merangkul pundaknya.
βPagi, β sapa Vanno yang mengedipkan sebelah matanya.
Vanya langsung menjauhkan tangan Vanno dari pundaknya. βApaan deh. Sana jauhan! β
βNggak boleh gitu sama pacar. β
βBodo amat! β
βNama lo siapa, sih? Vani? β tanya Vanno bingung.
Vanya memutar kedua bola matanya dengan malas. Sudah tiga hari mereka berdua berpacaran, tapi Vanno dengan bodohnya tidak mengetahui nama pacarnya sendiri.
βNama gue Vanya, π’ππ ππππ ! β kata Vanya sewot, gadis itu langsung meninggalkan Vanno.
βOh Vanya, eh tunggu! β teriak Vanno saat melihat pacarnya itu meninggalkan dia begitu saja.
Saat Vanno berlari, banyak yang melihat nya takjub, jarang - jarang seorang Vanno mau meneriaki perempuan.
βEh, itu pacarnya Vanno? β
βAduuuuuh, patah hati gue! β
βKak Vanno, aku padamu! β
βCantikan juga gue! β
Cibiran cibiran yang didengar Vanya semakin membuat nya kesal setengah mati.
Pacar, mungkin Vanya sekarang sedang menikmati masa masa ππππππ - nya dengan menatap kakak kelas yang ganteng- ganteng di sekolahnya.
Tapi entah karena beruntung atau bagaimana, Vanya bisa berpacaran dengan salah satu idola di sekolahnya.
βLo kira ini film India apa? Pake lagi larian segala? β Vanno menahan tangan Vanya.
βNggak usah pegang - pegang! β
βHarusnya lo tuh seneng bisa pacaran sama gue, β lanjut Vanno dengan ππππ- nya.
βIdih, gue pacaran sama lo adalah suatu musibah, β celetuk Vanya.
Tanpa banyak bicara Vanno langsung mencium pipi kanan Vanya, sehingga gadis itu diam mematung.
βWah! Gila parah! Vanno ngegas anak orang!β William berteriak histeris ketika melihat kelakuan sahabatnya itu.
βKaget, woi! β Cello mengelus dadanya sementara William tersenyum tanpa dosa.
βAh elah, πππππ’ lo! β celetuk William.
βVan, lo sama dia ada sesuatu, ya? β tanya Deo menepuk pundak Vanno.
βBerisik! β timpal Vanno.
Vanya menatap jengkel kakak kelasnya yang sudah seenaknya mencium dia dan juga melarang orang lain dekat dekat dengan nya. Tanpa banyak bicara, Vanya pergi ke kelasnya dengan Wajah sebal.
Setelah perginya Vanya dari hadapan Vanno dan teman-temannya, kini tampaknya Vanno mendapatkan tatapan penasaran dari 3 sahabat nya,
π»π πππππππ ππππππππππ! Ya kira kira arti tatapan dari Cello,William, dan Deo seperti itu.
βNanti gue jelasin! β jawab Vanno saat melihat wajah memelas tiga sahabat nya.
βPeka juga dia, β canda William.
Dan kini empat orang itu berjalan meninggalkan koridor kelas 10 .
β β β β
Kelas 12 IPA 1 merupakan kelas yang paling disegani setiap murid SMA Pelita. Bukan hanya kepintaran anak anaknya, tapi juga karena kelas itu dihuni oleh para lelaki tampan SMA Pelita. Jadi murid mana yang tidak tahu dengan penghuni di dalamnya?
Anak sekolah lain saja mengenalnya, karena Vanno termasuk anak basket yang sudah terkenal. Bahkan ketua ekskul basket di SMA Pelita. Pantas saja Vanno dan yang lainnya di gilai, bukan hanya karena ketampanan nya, tapi otak dan bakat mereka juga sepadan.
βVan, Van, katanya lo mau cerita? β William berbalik menghadap Vanno.
Vanno menaikkan alisanya. βApaan? β
βYang tadi. Lo sama adek kelas, β tutur William.
βDia pacar gue, β kata Vanno tenang dan santai.
βHAH?! β teriak William spontan sehingga Deo dan Cello yang sedang tertidur langsung terjaga. Bu Sum yang mendengar adanya keributan langsung berdiri dari tempat duduk nya.
βSuara apa tadi? β tanya Bu Sum.
βSuara semut, Bu! β jawab William cepat karena gugupnya.