My Future Is You?

My Future Is You?
11. Kasih tahu apa gue cium? lll



Vanya melihat- lihat sekeliling nya, tapi dia tidak menemukan orang yang bisa dia tanyai.


β€œπ™·πšŠπš’, πš…πšŠπš—πš’πšŠ? ”


β€œπ™·πšŠπš’, πšπšŽπš”? ”


β€œπ™ΊπšŽπš•πšŠπšœ πš‹πšŽπš›πšŠπš™πšŠ, πšπšŽπš”? ”


β€œπ™ΌπšŠπšž πš”πšŠπš”πšŠπš” πšŠπš—πšπšŽπš›πš’πš— πš—πšπšπšŠπš”, πšπšŽπš”? ”


Vanya menatap orang-orang yang berpapasan dengannya itu bingung, tapi dia tetap mengulum senyum ramahnya.


Vanya bingung, dari mana mereka tahu namanya? Apakah setenar itu dirinya saat baru masuk SMA? .


β€œEh? ” pekik Vanya saat tiba-tiba ada yang merangkul pundaknya.


β€œPagi, ” sapa Vanno yang mengedipkan sebelah matanya.


Vanya langsung menjauhkan tangan Vanno dari pundaknya. β€œApaan deh. Sana jauhan! ”


β€œNggak boleh gitu sama pacar. ”


β€œBodo amat! ”


β€œNama lo siapa, sih? Vani? ” tanya Vanno bingung.


Vanya memutar kedua bola matanya dengan malas. Sudah tiga hari mereka berdua berpacaran, tapi Vanno dengan bodohnya tidak mengetahui nama pacarnya sendiri.


β€œNama gue Vanya, 𝚒𝚘𝚞 πš”πš—πš˜πš ! ” kata Vanya sewot, gadis itu langsung meninggalkan Vanno.


β€œOh Vanya, eh tunggu! ” teriak Vanno saat melihat pacarnya itu meninggalkan dia begitu saja.


Saat Vanno berlari, banyak yang melihat nya takjub, jarang - jarang seorang Vanno mau meneriaki perempuan.


β€œEh, itu pacarnya Vanno? ”


β€œAduuuuuh, patah hati gue! ”


β€œKak Vanno, aku padamu! ”


β€œCantikan juga gue! ”


Cibiran cibiran yang didengar Vanya semakin membuat nya kesal setengah mati.


Pacar, mungkin Vanya sekarang sedang menikmati masa masa πš“πš˜πš–πš‹πš•πš˜ - nya dengan menatap kakak kelas yang ganteng- ganteng di sekolahnya.


Tapi entah karena beruntung atau bagaimana, Vanya bisa berpacaran dengan salah satu idola di sekolahnya.


β€œLo kira ini film India apa? Pake lagi larian segala? ” Vanno menahan tangan Vanya.


β€œNggak usah pegang - pegang! ”


β€œHarusnya lo tuh seneng bisa pacaran sama gue, ” lanjut Vanno dengan πš™πšŽπšπšŽ- nya.


β€œIdih, gue pacaran sama lo adalah suatu musibah, ” celetuk Vanya.


Tanpa banyak bicara Vanno langsung mencium pipi kanan Vanya, sehingga gadis itu diam mematung.


β€œWah! Gila parah! Vanno ngegas anak orang!” William berteriak histeris ketika melihat kelakuan sahabatnya itu.


β€œKaget, woi! ” Cello mengelus dadanya sementara William tersenyum tanpa dosa.


β€œAh elah, πš•πšŽπš‹πšŠπš’ lo! ” celetuk William.


β€œVan, lo sama dia ada sesuatu, ya? ” tanya Deo menepuk pundak Vanno.


β€œBerisik! ” timpal Vanno.


Vanya menatap jengkel kakak kelasnya yang sudah seenaknya mencium dia dan juga melarang orang lain dekat dekat dengan nya. Tanpa banyak bicara, Vanya pergi ke kelasnya dengan Wajah sebal.


Setelah perginya Vanya dari hadapan Vanno dan teman-temannya, kini tampaknya Vanno mendapatkan tatapan penasaran dari 3 sahabat nya,


π™»πš˜ πš—πšπšžπšπšŠπš—πš πš™πšŽπš—πš“πšŽπš•πšŠπšœπšŠπš—! Ya kira kira arti tatapan dari Cello,William, dan Deo seperti itu.


β€œNanti gue jelasin! ” jawab Vanno saat melihat wajah memelas tiga sahabat nya.


β€œPeka juga dia, ” canda William.


Dan kini empat orang itu berjalan meninggalkan koridor kelas 10 .


β˜… β˜… β˜… β˜…


Kelas 12 IPA 1 merupakan kelas yang paling disegani setiap murid SMA Pelita. Bukan hanya kepintaran anak anaknya, tapi juga karena kelas itu dihuni oleh para lelaki tampan SMA Pelita. Jadi murid mana yang tidak tahu dengan penghuni di dalamnya?


Anak sekolah lain saja mengenalnya, karena Vanno termasuk anak basket yang sudah terkenal. Bahkan ketua ekskul basket di SMA Pelita. Pantas saja Vanno dan yang lainnya di gilai, bukan hanya karena ketampanan nya, tapi otak dan bakat mereka juga sepadan.


β€œVan, Van, katanya lo mau cerita? ” William berbalik menghadap Vanno.


Vanno menaikkan alisanya. β€œApaan? ”


β€œYang tadi. Lo sama adek kelas, ” tutur William.


β€œDia pacar gue, ” kata Vanno tenang dan santai.


β€œHAH?! ” teriak William spontan sehingga Deo dan Cello yang sedang tertidur langsung terjaga. Bu Sum yang mendengar adanya keributan langsung berdiri dari tempat duduk nya.


β€œSuara apa tadi? ” tanya Bu Sum.


β€œSuara semut, Bu! ” jawab William cepat karena gugupnya.