My Future Is You?

My Future Is You?
48. [ S2 ] Pertemuan 2 keluarga & Will you marry me? Vanya.



~


.


Seperti yang Niken janjikan kalau akhir pekan ini akan datang ke jakarta untuk makan malam bersama Reinard, dan juga Ratih dirumah Anita. Niken dan Davi sengaja datang dihari jum'at sore untuk menyiapkan semuanya.


Kedatangan Niken dan Davi kerumah ibunya yang tanpa sepengetahuan Anita, disambut hangat oleh Anita, apalagi sejak mereka tinggal dibandung dan Vanya kuliah diluar negeri, mereka jarang sekali mengunjungi ibunya itu, dulu waktu Vanya masih sekolah dan tinggal dijakarta, Niken dan Davi selalu menyempatkan untuk datang kerumahnya setiap ujung minggu.


"Niken, Davi, kalian apa kabar?" Ucap Anita begitu melihat kedua anaknya didepan pintu.


"Mama, baik, mama apa kabar?" Ucap Niken sambil mencium tangan Anita dikuti oleh Davi.


"Vanya mana nggak ikut? Kok kalian nggak ngabarin mama kalo mau kemari." Gumam Anita.


"Besok pagi Vanya bakal nyusul ma, dan besok malam Niken undang Ratih dan juga Reinard untuk makan malam disini, nggak apa-apa kan ma?" Izin Niken kepada ibunya.


"Boleh, mama justru seneng!"


Mereka lalu menghabiskan waktu diruang keluarga untuk melepas rindu setelah lama tidak bersua.


Tentang perjodohan Vanya dengan Dion yang Vanya sendiri belum menyetujui nya dan juga tentang Nata yang sudah hampir 2 tahun berada di Australia.


~


Pagi itu Vanya bangun lebih awal supaya bisa pergi kerumah oma nya pagian.


Dengan celana jeans dan tshirt polos berwarna tosca, Vanya melangkahkan kakinya ke bagasi untuk memanaskan mesin mobilnya. Namun saat Vanya mau membuka pintu mobilnya, sebuah mobil fortuner hitam yang Vanya tahu siapa pemiliknya sudah terparkir dihalaman rumahnya.


"Dion!" Seru Vanya lalu menghampirinya.


"kok kamu."


"Iya, papa kamu yang undang aku untuk makan malam dirumah oma malam ini, terus nyuruh aku buat berangkat bareng kamu juga!" Jelas Dion kepada Vanya.


"Iiisshhh si papa kebiasaan." Gerutu Vanya.


"Kamu udah siap kan, kita berangkat sekarang ya?" Tanya Dion.


"Udah kok, tunggu ya, aku ambil tas sebentar!" Ucap Vanya lalu berlari keruang tamu untuk mengambil tasnya.


Setelah kembali kini Vanya dan Dion siap untuk membelah macetnya jalanan ibukota.


~


Malam pun tiba, Reinard yang sudah berjanji untuk membawa mama nya, datang ke undangan makan malam itu, untuk menepati janji nya. Vanya terlihat cantik dengan balutan mini dress berwarna maroon, dan lagi-lagi warna baju Vanya senada dengan Dion yang juga memakai kemeja berwarna maroon juga. Semua mata tertuju pada Vanya dan Dion ketika melihat warna baju mereka yang serasi.


"Kalian serasi sekali." Celetuk Ratih yang baru saja bersalaman dengan Vanya dan Dion, Reinard yang mendengar pujian mama nya kepada Vanya pun ikut mengiyakan.


Pertemuan dua keluarga, yang dulu begitu rutin mereka lakukan sempat hilang karena perpisahan dan malam itu adalah malam dimana mereka memulai tali persaudaraan lagi supaya terus terjaga.


Acara makan malam yang di setting oleh Niken itu berada dihalaman belakang rumah Anita dengan candle light yang begitu romantis terapung-rapung dikolam renang dan suara gemricik air mancur dikolam ikan kian menambah  kehangatan suasana makan malam itu. Mungkin ini terlalu romantis untuk acara family dinner, tapi  ada sesuatu yang tidak ada orang tahu, sesuatu itu telah Niken, Davi dan juga Anita bahas dimalam pertama mereka datang. Dan pastinya sesuatu itu sudah disetujui oleh pihak lain nya.


"Andra, Hanna," celetuk Reinard begitu mengetahui sahabatnya itu juga sudah datang.


"Vanyaaaaaa, kamu cantik bangett sih Van." Ucap Hanna lalu memeluk Vanya.


"Andra!" Desis Vanya lirih.


Andra dengan gaya tengilnya yang belum pernah Vanya lihat lalu menyingsingkan sedikit lengan kemejanya sambil tersenyum sitik. Vanya yang terlalu geram dengan tingkah Andra lalu memukul pelan kepalanya.


**Platak...**


Sebuah pukulan kecil mendarat di kepalanya.


"ihhh songong banget sih lo ndra!" Gerutu Vanya.


"Are you ready Van?" Ucap Andra lalu melirik kearah Reinard diikuti oleh Vanya.


"Kenalin ndra, ini dion!" Ucap Vanya memperkenalkan Dion.


"Van, He is your future husband?" Bisik Andra tepat ditelinga Vanya.


Rena lagi-lagi merasa geram lalu menginjak kaki Andra.


"Rei, ini kenapa dengan Andra, kenapa dia jail kayak gini!" Desis Vanya kepada Reinard dengan suara manjanya.


Para orang tua yang melihat tingkah anak-anak nya itu pun tertawa, sudah lama mereka tidak melihat pemandangan seperti itu.


Setelah semua datang mereka lalu menyantap hidangan yang sudah tersaji rapi diatas meja makan. Suasana makan malam berjalan begitu hangat dengan canda tawa yang selalu terucap dari mereka bahkan Dion yang baru pertama kali bertemu mereka bisa memasukan dirinya kedalam situasi itu. Reinard dan Andra juga menyambut perkenalan mereka dengan hangat.


Setelah selesai makan malam, Dion yang dari tadi duduk berhadapan dengan Vanya, lalu berdiri keluar dari tempat duduknya, dan mengajak Vanya ketepi kolam renang. Vanya yang masih bingung hanya membuntuti Dion dengan tangannya yang digenggam oleh Dion.


"Dion kamu mau ngapain sih?" Bisik Vanya setelah didepan kolam.


"Maaf yah Van, aku nggak bilang dulu sama kamu, karena aku pengen kasih kamu surprise, jadi kalo bilang nama nya bukan surprise dong, tapi aku udah discuss ini semua sama mama papa kamu!" Jelas Dion kepada Vanya.


Vanya yang masih bingung dengan maksud Dion, sesekali mata nya melihat kearah meja makan yang berada disebrang, dan semua pandangan mereka tertuju pada Vanya dan Dion.


"Dion, Maksud kamu apa sih?" Desis Vanya.


Dion lalu merogoh sesuatu yang sudah terselip dikantong celananya. Dia lalu berlutut dihadapan Vanya sambil menyodorkan sebuah kotak merah yang berisikan cincin.


"Vanya, will you marry me?" Ucap Dion dengan tegas.


Vanya yang begitu kaget dengan surprise Dion hanya berdiri mematung bibirnya terkunci rapat, matanya tertuju pada sebuah cincin yang ada didalam kotak merah itu. segerombolan dari mereka yang tadi masih duduk dikursi meja makan berjalan menghampiri mereka.


"Terima..terimaa..terimaa....!" Sorak mereka bersamaan.


Vanya yang begitu terharu lalu meneteskan air matanya, diraihnya tangan Dion untuk berdiri kemudian....


"**Yes, i do!"** Bisik Vanya ditelinga Dion.


Dion yang begitu bahagia mendengar jawaban Vanya dia lalu memeluk Vanya dan menyematkan cincin itu dijari manis nya.


Keluarga dan sahabat yang menjadi saksi lalu bertepuk tangan dengan gembira, Davi dan Anita lalu melangkah menghampiri mereka.


Mereka berempat lalu tersenyum bahagia, bulan dan bintang yang menghiasi langit seolah menjadi saksi dan ikut tersenyum bahagia.