
><
Malam itu adalah malam terakhir mereka berada divilla tersebut, dan malam terakhir itu mereka lalui penuh dengan kenangan manis dan satu harapan, Setelah kejadian itu Vanya bisa secepatnya mengandung buah cinta mereka.
"Hmmm, istri aku masak apa sih kok wangi banget!" Seru Dion sambil melingkarkan tangannya kepinggang Vanya.
"Heyy, pagi sayang, kamu udah bangun!" Sapa Vanya sambil mengecup pipi Dion yang memang sangat dekat dengan Vanya kemudian dibalas oleh Dion.
Vanya lalu mematikan kompor kemudian membalikan badan nya berhadapan dengan Dion.
"Kamu mandi gih, aku udah bikinin mozzarella twist,"
"Hmmm, nggak biasanya kamu pagi-pagi bikin sarapan kayak gini? Kamu nggak lagi ngidam kan?" Gurau Dion dengan muka usilnya.
"Haah ngidam, ya kali sekali bikin langsung jadi, tapi nggak apa-apa sih sayang, kalo langsung jadi means, Kitakan gak perlu bikin lagi!" Balas Vanya.
"Iya, enak dikamu, nggak enak di aku," ucap Dion sambil menarik hidung Vanya.
Udah, aku mandi dulu,.kamu udah mandi belum? Mandi bareng yuk!" Goda Dion membuat Vanya geli.
Vanya yang mulai risih dengan Candaan suaminya itu lalu mendorong Dion sampai kedepan kamar mandi.
Dia lalu kembali kedapur untuk menyiapkan sarapan dimeja makan. Setelah semua sudah tersaji dimeja makan, Vanya lalu naik kelantai atas untuk ganti baju, karena hari ini dia ingin menemui kakaknya sebelum pulang ke Indonesia.
Dua buah koper besar sudah terkunci rapi dan Vanya hanya menyisakan 2 stel baju untuk dia dan juga Dion.
-
-
Setelah selesai sarapan Vanya dan Dion langsung keluar dari villa tersebut, kali ini dia meminta salah satu OB dikantornya untuk menyewa Mobil dan menjadi supirnya selama 1hari.
Mereka menuju kesebuah cafe tidak jauh dari kampus Nata.
"Sayang apa Kita nggak kecepatan pergi nya? Nata kan janji jam 2 dan ini masih jam 10 sayang!" Tanya Dion kepada Vanya.
"Iya, aku tau, tapi aku pengen ke taman yang ada didekat kampus sayang, tamannya tu Bagus banget dan banyak banget couple-couple gitu pada pacaran disana!"
"Oohhh, jadi kamu mau ngajak aku pacaran disana!" Ucap Dion lagi-lagi dengan wajah yang usil, Vanya yang tidak mau kalah juga membalas lebih mengejutkan.
"Iya, Kita kan belum pernah pacaran, kamu mau kan? Aku lebih leluasa kalo lagi bareng sama kamu, yaa kayaak semalem itu!"
Mata Dion tiba-tiba terbuka lebar saat kata-kata itu keluar Dari bibir Vanya.
"Oohh OK, aku setuju kalo gitu sayang,"
"Iiishhh kamu ini, sebenernya otak kamu ini mesum ya!" Celetuk Vanya gregetan.
"Nggak apa-apa kan mesum sama istri sendiri ini!" Desis Dion sambil Menoel hidung Vanya.
Setelah lumayan lama menuju taman itu akhirnya David memarkirkan mobilnya ditepi jalan dekat taman, Vanya dan Dion lalu turun dari Mobil dan siap untuk mengelilingi taman itu.
"Dav, do you want to follow us or just stay here?" Tanya Dion sebelum meninggalkan david.
"No thanks, maybe I just stay here or go to the coffee shop!" Jawab David sambil menunjuk kesebuah coffee shop disebrang jalan.
Vanya dan Dion kemudian pergi meninggalkan david lalu menuju kesebuah danau yang Ada ditengah-tengah taman.
"Ramai banget kan sayang, liat tuh mereka!" Tunjuk Vanya kearah segerombolan anak muda yang datang dengan pasangan masing-masing.
"Kenapa? kamu juga bawa pasangan kan?" Tanya Dion.
"Hmmm iya sih, tapi jadi inget waktu Kuliah dul—,"
"Ehh kesana yuk!" Ucap Vanya sambil menarik tangan Dion.
Tapi saat dion lari mengikuti langkah Vanya, dion tidak sengaja menabrak baby stroller.
Bruughh...
"Sorry madam, sorry," ucap Dion sambil memegang stroller yg hampir terbalik itu.
Ibu-ibu tidak menghiraukan Dion dia justru menenangkan bayinya yg kaget.
"Huusst-hususst, are you ok baby!" Vanya membantu ibu itu.
"Kamu sih nggak hati-hati sayang!" Oceh Vanya menyalahkan Dion.
Ibu-ibu yang daritadi fokus dengan bayinya kemudian mendongak.
"Indonesia?"
Vanya menatap wajah itu lekat-lekat.
Seperti pernah bertemu tapi dimana? Bathin Vanya.
Tapi saat Vanya masih berusaha mengingat ibu itu telah terlebih dahulu tahu.
"Vanya kan?" Celetuk ibu itu.
Vanya semakin kaget saat tahu ibu itu tahu namanya.
"Nice to meet you, Van, do you remember who I am?"
Vanya tidak menjawab dia hanya menatap wajah Dion lalu memerhatikan wajah wanita itu supaya ingat.
"I am angel, do you remember now?"
"Ohh ya, I remember!" Ucap Vanya sambil tersenyum.
"Ini anak kamu?" Tanya dion terbata.
"Iya, ini Vannia, anak aku, kalian lagi liburan disini?" Tanya Angel.
"Van, boleh Kita ngobrol sebentar?"
Mendengar permintaan Angel, Vanya lalu menatap Dion untuk meminta pendapat.
"Ok Van, mungkin kamu masih marah sama aku yang sudah merebut Vanno zari kamu, tapi sekarang aku udah nerima semuanya karma does exist to me Van!"
"What do you mean?" Kali ini Dion yang bersuara.
"Kita duduk disana aja, kasian anak kamu," ajak Vanya kepada Angel, mereka lalu berjalan menuju bangku taman yang sudah tersedia.
"Dion, sebelumnya aku minta maaf aku nggak Ada maksud untuk mengungkit masa lalu Vanya, tapi untuk saat ini aku sama Vanno memang sudah bukan suami istri lagi, dia pergi ninggalin aku sama Vannia ke Jakarta!" Jelas Angel.
"Jadi sekarang Vanno sudah di Jakarta?" Tanya Dion dengan nada kaget, Vanya yg duduk disamping dion hanya diam menyimak seolah tidak ingin mengingat masalalu apalagi ikut campur dalam biduk rumah tangga masalalunya itu.
"Iya, dia pulang kejakarta untuk mengurus Surat perceraian, mungkin ini balasan dari Tuhan yg harus aku terima karena aku dulu sudah menyakiti kamu Van, maafin aku yah....?"
"Kamu nggak perlu minta maaf, aku udah lupain semuanya."
"Maafin aku, Van..," desis Angel lalu memeluk tubuh Vanya begitu erat.
Vanya hanya mematung saat Angel memeluk nya, Vanya merasakan luapan emosi yang Angel salurkan lewat pelukan itu, mungkin selama ini dia terlalu banyak pikiran dan nggak Ada orang bisa diajak curhat sampai-sampai dengan wanita yang dulu pernah dia sakiti saja mampu menitikkan air matanya.
Kringggg
Tiba-tiba hp Vanya berbunyi, Angel lalu melepaskan pelukan nya.
"Sorry ngel," Vanya lalu merogoh hp nya dari dalam tas.
"Nata!" Celetuk Vanya lalu menjawab panggilan dari kakaknya itu.
"Ya, kamu dimana? Aku ditaman deket kampus kamu nih!" Ucap Vanya.
"Aku udah dicafe tempat Kita janjian dek!" Terdengar suara Nata dari seberang sana.
"Ok, aku kesitu sekarang!"
"Ok dek."
Tuttt....
Setelah panggilan terputus Vanya dan Dion lalu pamit sama Angel.
"Angel sorry ya, Kita harus pergi sekarang, kakak aku udah nungguin soalnya," pamit Vanya.
"It's ok Van, thank you udah mau ngobrol sama aku, hati-hati ya, salam buat keluarga di Jakarta!"
"Iya makasih, nanti aku salamin, hey Vannia, aunty sama uncle pergi dulu ya!" Ucap Vanya sambil menatap wajah Vannia yang tengah terbaring distroller.
Vannia yang kebetulan tidak tidur lalu tersenyum seolah tahu sedang diajak bicara oleh Vanya.
"Kita pamit ya, Angel, take care!" Ucap Vanya sambil memeluk Angel sebelum pergi.
-
-
Setelah meninggalkan taman itu, David membawa Vanya dan Dion kesebuah cafe dimana Ada Nata tengah menunggu mereka.
"This is the cafe sir," ucap David saat sudah berada didepan cafe.
"Are you sure dav?" Tanya Dion meyakinkan.
"Yes I'm sure,"
"Ayo sayang Kita turun!" Ajak Dion kepada Vanya, mereka lalu keluar dari Mobil mencari meja tempat duduk Nata.
"Itu dia kak Nata!" Celetuk Vanya saat melihat kakaknya.
"Kakak!" Seru Vanya ketika berada didepan meja.
"Dek Vanya, Dion," sambut Nata kegirangan, Nata lalu mempersilahkan kedua adik nya itu duduk.
"Kakak seneng banget liat kamu udah sehat lagi kayak gini dek, Dion tolong jagain Vanya ya!"
"Iya, pasti aku jagain adik kamu ini!" Ucap Dion sambil mengacak-acak rambut Vanya.
"Aku juga seneng liat kakak sehat disini, kuliah dan kerja yang bener ya kak!" Timpal Vanya.
"Pasti dong Dek, oh iya kamu mau pesan apa? Aku nggak bisa lama-lama dek, soalnya jam 3 harus Masuk kuliah terus juga ngajar lagi!" Jelas Nata.
"Iya, flight Vanya juga jam 8pm!"
Setelah 30 menit berada dicafe itu dan melepas kangen dengan adik nya, Nata lalu berpamitan untuk kembali kekampus. Mereka lalu berjalan keluar menuju mobil Nata yang terparkir tidak jauh dari cafe.
"Dek, hati-hati ya! Salam buat mama papa, dan semoga setelah pulang dari sini, Dion berhasil bisa bikin Vanya kasih cucu buat mama, papa dan keponakan buat aku!" Celetuk Nata membuat keduanya terkekeh.
"Aamiin, thanks Nat, aku juga berdoa kayak gitu!" Sahut Dion dengan senyum bahagia sementara Vanya dia hanya tersenyum dan memperhatikan 2 laki-laki dihadapan nya yg tengah tersenyum bahagia.
"Ya udah, kaka pergi dulu ya, see you," Nata lalu memasuki mobilnya dan membawa Mobil mercy putihnya itu kekampus.
Vanya dan Dion masih berdiri mematung memperhatikan Mobil kakaknya itu yang melaju semakin jauh tidak terlihat.
Setelah Nata pergi Dion dan Vanya lalu meminta David untuk mengantarkan ke bandara. Setelah 2 minggu honeymoon akhirnya mereka harus pulang dan kembali lagi dengan rutinitas harian mereka.
-
-
"Doakan Vanya ya, semoga bisa langsung hamil, dan gak kesepian lagi"
Jangan lupa #vote #comment #follow thank you ❤️