My Future Is You?

My Future Is You?
60. [ S2 ] Persiapan Perceraian



  "Semua berawal bukan karena cinta jadi jangan salah kan cinta jika semua ini berakhir karena cinta~


.


.


.


.


.


Setahun berlalu sejak hari pernikahan itu, kehadiran malaikat kecil ditengah-tengah praha rumah tangga mereka ternyata tidak mampu membuat mereka akur, keputusan mereka untuk berpisah sudah bulat sejak anak mereka masih ada didalam kandungan.


Mungkin benar kata orang kalau cinta mampu menguatkan satu sama lain, cinta juga bisa menyatukan dua hati yang terpisah menjadi satu, apa mungkin karena pernikahan mereka tanpa sebuah cinta makanya hati mereka tidak bisa menyatu.


Bahkan salah satu diantara mereka tidak ada yang mau mengalah ketika sedang berdebat, Vanno yang selalu teguhkan dengan Perasaannya, sementara Angel dia selalu terobsesi supaya bisa membuat Vanno jatuh cinta dan seutuhnya menjadi miliknya.


"Vanno, kamu mau kemana? Kamu tega ninggalin aku sama anak kita, Vanno, oke kalau kamu nggak peduli sama aku lagi, at least kamu inget anak kamu, Van, Vanno dengerin aku ngomong!" Oceh Angel saat tau Vanno tengah memasukan baju kedalam koper.


"Aku bakal Balik ke Jakarta dan aku akan urus semua Surat perceraian kita, dan aku akan pastikan hak asuh Vannia jatuh ketangan aku, inget itu!" Ucap Vanno dengan nada yg tinggi.


Vanno lalu pergi sambil menarik koper yang berisikan baju, berat untuk Vanno meninggalkan rumah itu, apalagi melihat anaknya yang masih kecil yang masih butuh kasih sayang dari orang tua nya layaknya anak-anak diluar sana, tapi Vanno sudah tidak kuat dengan perangai Angel yang semakin hari makin jadi.


Tega kamu Van, aku pastikan kamu nggak akan pernah bisa bertemu dengan Vannia setelah kamu angkat kaki dari sini!" Lecam Angel setelah Vanno keluar, Vannia yang tadi tengah tidur pulas tiba-tiba menangis.


---------


                  >Jakarta<


Setelah setahun tidak menghirup udara Kota Jakarta ,hari ini Vanno kembali menghirup udara yang penuh polusi dan jalanan yang macet. Dia sengaja tidak memberi tahu orang tua nya tentang kepulangannya yang mendadak.


Dia menunggu taxi untuk mengantarkanmya sampai kerumah, meskipun tidak tahu mau memberi Alasan apa pada mama nya, tapi keputusan dia kali ini udah bulat.


Setelah melalui drama nya traffic light taxi yang membawa Vanno sampai didepan rumah.


Rumah itu nampak begitu sepi dengan pintu yang tertutup rapat dan sebuah Mobil yang dulu selalu dia pakai terparkir dihalaman rumahnya.


Vanno lalu memencet bell yang menempel ditembok, beberapa saat kemudian seorang laki-laki paruh baya yang dipercayai sebagai security dirumah itu membukakan pintu gerbang.


"Mas Vanno!" Ucap pak agus terkejut.


"Mari masuk mas! Sini biar saya bawakan kopernya!" Ucap pak agus kemudian meraih koper Vanno.


Kedua nya berjalan memasuki rumah Vanno yang sudah terlalu lama tidak menginjakan kaki dirumah itu terasa begitu asing, matanya terus berputar keliling rumah meski sebenarnya tidak banyak yang berubah tapi asing bagi Vanno.


"Masuk mas! Mungkin ibu lagi dikamar," ujar pak agus Setelah membukakan pintu.


"Oh iya, makasihh ya pak," ucap Vanno.


"Ya udah kalo begitu saya tinggal dulu mas!" Pamit pak agus lalu keluar menuju pos security.


"Maaa, pa,..Vanno pulang ma!" Teriak Vanno beberapa kali.


Vanno kemudian duduk disofa yang Ada diruang tamu, dilepasnya jacket yang dari tadi masih menempel dibadannya.


"Vanno!" Terdengar suara wanita yang tidak asing lagi ditelinga Vanno, sebelum akhirnya dia bangkit dari sofa lalu memeluk mamanya.


"Kamu pulang kok nggak bilang-bilang sama mama sayang, Angel mana sama Vanni?" Tanya Kiran berentet.


Vanno menggaruk kepala yang tidak gatal itu setelah mendengar pertanyaan mama nya itu.


"Oh iya, papa mana maa?" Ucap Vanno mengalihkan pembicaraan.


"Ada tuh diruang kerjanya diatas, temuin papa dulu gih, nanti baru istirahat kamu pasti capek kan!"


"Vanno mau istirahat dulu ma, nanti malam Kita dinner bareng ya!" Ucap Vanno lalu meraih koper dan juga jacket nya kemudian Masuk kedalam kamar.


--------


"Paa!," ucap Vanno ketika melihat papanya dimeja makan.


"Heii, Van, gimana kabar kamu nak?"


Vanno tidak menjawab pertanyaan papanya itu tapi hanya menggelengkan kepalanya.


Melihat jawaban Vanno seperti nya Davin tahu tentang keadaan hati anak laki-laki nya itu.


Makan malam berlangsung begitu hambar buat Vanno kehilangan nafsu makannya, apalagi ditambah pertanyaan-pertanyaan Kiran yang membuat Vanno ingin cepat-cepat pergi dari meja makan, tapi beruntung Davin yang selalu mengalihkan pertanyaan itu dengan topik lain sehingga Vanno punya ruang untuk bernafas.


"Ma, pa, Vanno keteras belakang dulu ya!" Celetuk Vanno setelah selesai makan malam.


"Sayang, kamu Belum jawab pertanyaan mama!"


"Ma, mama ini apa-apaan sih, Vanno baru juga pulang udah dicerca seribu pertanyaan, biarin dia refreshin pikiran dia dulu, ayo, Van, papa temenin!" Ucap Davin lalu merangkul pundak Vanno.


Setelah sampai diteras belakang mereka lalu duduk Disebuah gazebo didekat kolam renang.


"Van, papa tau kamu pulang pasti Ada Hal penting, apalagi kamu nggak ngabarin papa mama dulu, sebenernya kamu Ada apa?" Tanya Davin memulai pembicaraan.


"Iya Pa, Vanno pulang karena mau ngurus Surat perceraian Vanno sama Angel!" Ucap Vanno.


"Kamu udah yakin dengan keputusan mu ini, gimana dengan Vannia, dia masih kecil dan butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya!" Jelas Davin kepada anaknya.


"Keputusan Vanno sudah bulat pa, Vanno juga tau apa yang bakalan terjadi Setelah ini, karena kemungkinan terbesar, Vanno mungkin nggak bisa ketemu Vannia lagi!" Desis Vanno lirih.


"Terus Bagaimana dengan mama kamu?"


"Aku udah nggak peduli lagi sama mama pa, besok Vanno minta tolong sama papa, suruh pengacara papa urus berkas perceraian Vanno, ya pa!" Pinta Vanno kepada Davin.


"Besok kamu datang kekantor ya, sekarang kamu tenangin pikiran kamu, dan pikir kembali keputusanmu itu, karena papa nggak mau kamu menyesal!" Ucap Davin sambil menepuk-nepuk bahu Vanno, kemudian meninggalkan Vanno sendirian.


Matanya menatap kearah langit yang begitu hitam pekat, suara gemuruh angin malam sesekali membelai wajah Vanno, dingin nya malam itu tidak mampu mengalahkan dinginnya hati Vanno. Meskipun memiliki Angel sebagai pendamping hidupnya, tapi hati Vanno selalu mencari rumah persinggahan yang paling nyaman, dan rumah itu tidak ditemukan pada diri Angel.


Lama Vanno memejamkan matanya sambil menikmati udara malam, tiba-tiba dia teringat kenangan setahun yang lalu, ditempat itu adalah tempat terakhir dia bisa merasakan kebahagiaan, dimana Vanno masih bisa memeluk dan mendekap tubuh wanita yang selalu tau tentang perasaannya.


Iya, wanita itu adalah Vanya.


Meskipun sudah setahun berlalu tapi Vanno masih teringat bagaimana rasa nya saat mendekap tubuh wanita mungil itu.


"Apa kabar kamu?" Lirih Vanno sambil membuka matanya.


Apa mungkin kamu sudah bahagia, Van, apa kamu masih inget sama aku sama kenangan kita, andai waktu itu Aku tetap mempertahankan kamu, pasti Aku nggak Akan merasakan sakit kayak gini Van, dimana kamu sekarang aku butuh kamu Van, untuk jadi tempat Sandaran ku, dan aku baru sadar kalo aku itu rapuh tanpa kamu....!


---------


Ayo kira-kira Vanno bakal Masuk kedalam kehidupan rumah tangga Vanya ngga ya?


Lalu apa Vanya bakal mengungkit lagi Perasaan nya sama Vanno yg sudah mulai terpendam....


Jangan lupa dibaca,komen Dan juga vote untuk tanda pengenal kalian terima kasiihhhh❤️❤️❤️