
~Tuhan tolong bangun kan dia dari tidur panjangnya~
.
.
.
.
Setelah resmi menjadi sepasang kekasih, Reinard dan Rasti harus menjalani LDR, karena Rasti yang harus menyelesaikan kuliah nya disingapura.
Dan mereka berpisah Setelah beberapa hari Vanya menikah, dan minggu ini Rasti memutuskan untuk pulang ke jakarta, walaupun Cuma beberapa hari saja tapi setidak nya bisa mengobati rasa kangen nya kepada Reinard sekaligus menjenguk Vanya yang sudah hampir sebulan masih terbaring koma dirumah sakit.
~Changi airport-SoeTa airport~
Reinard yang sudah tahu kalau Rasti bakalan pulang kini sudah berada dibandara. Dan Setelah hampir satu jam akhirnya rasti sampai, dia melihat Reinard yang sedang asik memainkan gadgetnya, Rasti lalu menghampiri Reinard dan tangan nya memeluk leher Reinard sari belakang.
"Sayanggg," ucap Rasti mengejutkan Reinard, dia lalu membalikan badan nya kemudian memeluk Rasti.
"Hey, I miss you!" Ucap Reinard seraya mengecup kening Rasti.
"Miss you too," balas Rasti tersipu malu.
"Oh iya Rei, kamu anterin aku kebandung bisa?" Ucap Rasti sedikit ragu.
"Loh, Ras, kamu nggak pulang kerumah oma?"
"Oma sama mama, papa, aku lagi dirumah Vanya, Rei, kamu mau kan anterin aku?"
"Iya, nanti aku anterin, tapi setelah makan malam ya, soalnya Andra sama Hanna ngajakin makan siang bareng!" Jelas Reinard.
Rasti diam sejenak Setelah mendengar penjelasan Reinard, dia tengah mencari Alasan supaya Reinard mau mengantar kebandung secepatnya Karena dia ingin cepat-cepat melihat kondisi Vanya. Dan Rasti nggak mungkin memberi tahu tentang keadaan Vanya kepada Reinard, supaya dia segera mengantar kan kebandung, karena Niken sudah berpesan untuk tidak memberitahu siapapun tentang keadaan Vanya.
"Tapi Rei, mereka udah nunggu in aku, kamu batalin ya, makan siang nya, kalau nggak Kita kebandung aja dan Kita bisa wisata kuliner disana!" Ujar Rasti.
"Sebenernya Ada apa sih Ras, kok kamu buru-buru banget?" anya Reinard curiga.
"Aku nggak bisa ceritain sekarang, nanti kamu bakalan tau sendiri Alasan nya!" Jawab Rasti membuat Reinard semakin bingung.
Tanpa menunggu lama, Reinard lalu menyetujui permintaan Rqsti, dia lalu mengabari Andra untuk membatalkan makan malam bersamanya.
----Jakarta - Bandung -----
Setelah membelah padatnya Jalan, akhirnya mereka sampai didepan gerbang rumah Vanya, rumah itu terlihat ramai dengan suara tahlil yg terdengar dari luar. Reinard memutarkan bola matanya kemudian menatap Rasti penuh tanda tanya.
"Ras ini Ada acara apa Ras?" Tanya Reinard sambil melongok kearah rumah Vanya yg sedikit terbuka.
"Udah Kita Masuk aja yuk!" Ucap Rasti lalu menarik tangan Reinard dan memasuki rumah Vanya lewat pintu samping.
"Ras, siapa yang meninggal?" Tanya Reinard sambil menggoyang-goyangkan tangan Rasti saat melihat tulisan 'selamatan 7 hari atas meninggal nya' Disebuah buku tahlil yang tengah di pegang oleh jamaah.
"Tante widia yang meninggal, Rei!" Jawab Rasti dengan santai.
"Terus Vanya kemana?"
"Sayang, kak Vanya Ada kok, nanti aku ajak kamu untuk ketemu dia!" Ucap Rasti sedikit berbisik ketelinga Reinard.
"Kamu nggak lagi bohong kan sayang?" Tanya Reinard,
Rasti hanya menganggukkan kepalanya kemudian menggenggam erat tangan kekasihnya itu. Dia tidak bisa membayangkan saat Reinard melihat sahabatnya terbaring koma dirumah sakit.
mereka meninggalkan rumah Vanya sebelum acara tahlilan selesai, dan kali ini Rasti yang membawa Mobil karena dia tidak mau memberitahu kemana arah mereka pergi, Reinard yg dari awal sudah curiga selalu melemparkan pertanyaan yg sama yaitu tentang keadaan dan keberadaan Vanya yang sampai saat ini Belum dia ketahui.
Dan 30 menit kemudian Mobil yang Rasti bawa berhenti didepan sebuah rumah sakit besar dikawasan bandung. Reinard yg masih duduk disebelah Rasti semakin bingung lagi-lagi dia mempertanyakan tujuan Rasti membawanya kerumah sakit tersebut.
Namun Rasti tidak merespon pertanyaan-pertanyaan Reinard, dia langsung melepas seatbelt lalu mengajak Reinard turun dari mobil, mereka lalu menelusuri koridor rumah sakit dan mencari ruangan dimana Vanya tengah dirawat. Dan Setelah menemukan ruangan tersebut Rasti berdiri lama didepan pintu dia berusaha menyiapkan mental nya sebelum Masuk kedalam, dan sebelum melihat wajah shock Reinard saat tahu kondisi Vanya.
Ceklekk
Bunyi handle pintu yang terbuka saat Rasti Masuk kedalam, dia melihat seseorang tengah terbaring dengan selimut putih yang menutupi separuh badan nya, wajah Rasti mulai terasa panas dan air mata nya sudah mengumpal dipelupuk matanya.
Namun langkah Rasti terhenti saat Reinard menarik tangan nya dan mempertanyakan siapa orang yang terbaring disana, Rasti tidak merespon pertanyaan Reinard tapi justru menarik Balik tangan Reinard hingga akhirnya sampai disamping ranjang Vanya.
"Renaaa...!" Lirih Reinard kaget.
"Ap—apa yang terjadi dengan Vanya, Ras?" Tanya Reinard dengan suara gemetar.
Namun Rasti sama sekali tidak menoleh dan menjawab pertanyaan Reinard, mata rasti tertuju pada Vanya, bulir bening yang dari tadi ditahan kini mengalir begitu deras dipipinya. Dia tidak percaya dengan keadaan Vanya saat ini.
"Satu bulan yang lalu dia kecelakaan, terus dia koma sampai sekarang!" Jelas Rasti dengan suara marau.
"Kenapa kamu nggak kasih tau aku Ras, kenapa? Kamu tahu kan seberapa dekat aku sama Vanya, tapi kenapa hal sebesar ini nggak Ada yang kasih tau aku, kenapa Ras kenapa?" Ucap Reinard dengan sedikit emosi membuat ruangan yang tadi nya sepi menjadi gaduh.
"Bukannya aku nggak mau kasih tau kamu, tapi tante Niken yang meminta untuk tidak memberitahu kecelakaan yang terjadi sama Vanya, tante nggak mau semua orang khawatir dengan keadaan Vanya, dan kamu fikir aku bakalan sanggup kasih tau kamu, aku tau Rei, kamu sayang banget sama kak Vanya!" Ucap Rasti dalam tangisnya.
Mereka berdua lalu menangis bersamaan disamping Vanya.
"Vanya, gue tau lo cewe yang kuat, Van, dan gue yakin lo nggak bakal nyerah begitu saja, gue mohon, Van, buka mata lo Van, bangun dari tidur panjang ini, Kita semua kangen sama lo Van!" Tanpa disadari air mata Reinard membasahi punggung tangan Vanya yang sejak tadi ia genggam kedalam pipinya.
Dan entah mukjizat apa yang sudah tuhan kirim kan, Vanya yang sudah hampir sebulan memejamkan matanya, kini sedikit demi sedikit mulai membuka matanya perlahan, Rasti yang melihat Vanya membuka mata dia langsung menyeka matanya yang penuh dengan air mata.
.
.
----
Happy reading and soo sorry
Maaf ya jika kependekan🙏.