
~Vanya Pov~
Pagi itu begitu dingin,hujan yang mengguyur kota kembang seakan membuat Vanya enggan beranjak dari tempat tidurnya,meski alarm yang sudah berdering dari beberapa menit yang lalu,Vanya justru malah semakin menenggelamkan tubuhnya masuk kedalam selimut tebalnya.
Terdengar seseorang mengetuk pintu utama rumah Vanya, Niken (Vanya mommy) yang tengah menikmati sarapan dengan suami nya beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu.tampak seorang lelaki yang sudah tidak asing bagi Niken yaitu Vanno kekasih putri itu.
"Pagi tante" ucap Vanno diiringi dengan senyumannya.
"Pagi nak Vanno, mari masuk Vanya nya masih diatas nanti tante panggilin." ucap Niken.
Vanno dan Niken memasuki ruang tamu, belum sempat duduk nampak Vanya yang dengan buru-buru menuruni anak tangga.
"Pagi mah,,pah,,Vanno kamu udah sampe,kita berangkat sekarang nggak apa-apa kan sayang ?..."
"Kamu nggak sarapan dulu Van?" ucap papa nya dari ujung meja makan.
"Mah, pah, Vanya ada meeting jam 11,nanti Vanya sarapan dikantor aja."
"Permisi, Om, Tante, Kami berangkat dulu." Ucap Vanno.
"Ayo sayang kita berangkat!" ucap Vanya sambil menarik tangan Vanno.
Vanno pun berjalan setengah berlari karena Vanya yg begitu cepat menarik tangan nya menuju mobilnya.
Tanpa menunggu lama Vanno memacu mobil nya dengan laju.
Jalanan cukup padat tidak seperti biasa nya,entah karena sedang hujan atau karena awal minggu, Vanya yang nampak gelisah bola matanya selalu memutar melihat keluar jendela,jemarinya yang sesekali mengetuk dashboard membuat Vanno terkekeh melihat tingkah kekasihnya.
Lampu lalu lintas menyala merah Vanno menurunkan kecepatan mobil dia melirik Vanya yang masih meratapi padatnya jalanan dengan menggigit ujung jari kukunya.
Tiba tiba Vanno mendarat kan morning kiss tepat dipipi kanan Vanya. Vanya yang sedang melamun gelisah tiba tiba kaget dan tubuh nya menegang karena aksi Vanno.
"Sayang kok tegang gitu sih." celetuk Vanno.
menyadarkan Vanya. tapi Vanya tidak bergeming mungkin dia masih kaget.
Vanno lalu meraih tangan Vanya kemudian digenggamnya tangan mungil itu.
"Nggak harus dingin kayak gini juga kali Van, tangan nya," goda Vanno.
Sayang aku tuh takut kalo bos ku sampai duluan,soalnya ada satu berkas yang belum siap untuk bahan meeting nanti.
Vanya termasuk tipe cewek yang bertanggung jawab apalagi kalo soal menyangkut pekerjaan, dia rela berkorban,bahkan Vanno selalu jadi korban Vanya kalo lagi banyak tugas karena selalu menolak ajakan Vanno. dia begitu dipercaya oleh bos nya makanya beberapa hampir setahun dia bekerja diperusahaan tersebut rena bisa menjadi assisten pribadi bos nya itu.
"Nona Vanya sudah sampai.. ini alamat yang ditujukan?" goda Vanno setelah sampai didepan kantor Vanya.
Terima kasih tuan Vanno tepat sekali ini alamat yang saya tuju." ucap Vanya sambil melepaskan seatbelt.
"Kok gitu doank sih,dari tadi aku dicuekin layaknya supir grab terus giliran udah sampai turun gitu aja."
"Vanno sayang aku mau ada meeting kita ketemu nanti sore yach,thank you sayang bye bye.." ucap Vanya sebelum turun dari mobil lalu mendaratkan ciuman kecil dipipi Vanno.
Senyum tipis tersungging dari bibir Vanno ketika memerhatikan langkah Vanya yang begitu buru buru, cewek yang kadang masih bersikap childish kadang juga dewasa,tapi dia adalah salah satu kebahagiaan buat Vanno.
~Busy Monday~ Vanno Pov
.
.
Waktu menunjukan pukul 18.15 WIB. sementara Vanno masih bergelut dengan laptop dan tumpukan kertas yang berserakan diatas meja kerjanya.dia lupa kalau ada Vanya yang sudah menunggu jemputan nya, hp yang selalu dikantongi pun entah ditaruh dimana. kefokusan Vanno terpecah ketika seseorang mengetuk pintu ruangan nya.
"Maaf pak ini makanan yang tadi bapak order," nampak seorang delivery order menghampiri devin.
Vanno lalu bangkit dari tempat duduknya lalu mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya.
Vanno kemudian duduk disofa yang tersedia didalam ruangan nya lalu membuka bungkus makanan yang barusan diterimanya.
Mata Vanno terbelalak ketika melihat jam dinding yang tergantung didepan nya,waktu sudah hampir jam 7 malam. Vanno segera merogoh kantong saku celana nya, dia mencari hp untuk menghubungi Vanya yang mungkin sudah menunggu beberapa jam yang lalu. Vanno mulai frustasi ketika tidak menemukan hp di kantong celana nya, langkah Vanno berhamburan ke meja kerja nya yang berserakan,lembar demi lembar Vanno telusuri dengan teliti sampai pada akhirnya ditemukan juga hp itu.
Vanno lalu menghidupkan layar hp nya,tanpa menghirau kan berapa kali Vanya menghubunginya, Vanno langsung mendial no Vanya, berharap Vanya tidak marah.
Setelah beberapa saat menunggu Panggilan itu tersambung,lama menunggu
tapi Vanya tidak menjawab panggilan nya itu. Vanno kembali menghubungi Vanya beberapa kali tapi tidak ada jawaban, kecemasan pun terlihat dari Vanno bukan cemas karena Vanya marah,tapi takut sesuatu terjadi pada Vanya.
"Aaaggrrhhh Vanya kamu kemana sih Van, angkat telpon nya..aku cuma pengen pastiin kamu baik-baik saja!" gerutu Vanno yang masih mondar mandir layaknya setrikaan.
Perut yang dari tadi sudah berdemo seolah kenyang dengan sendirinya,makanan yang masih panas pun dingin dengan sendirinya.
Vanno mulai putus asa,dia lalu mencampakan tubuhnya keatas sofa sambil memijit dahinya karena kebingungan.
Berharap Vanya akan menelpon balik,tapi sepertinya itu mustahil karena Vanya paling tidak suka kalo ada janji terus dibatalin cuma sepihak.
Dengan nafsu makan yang sudah hilang Vanno menelan makanan nya beberapa suap lalu membereskan meja kerja yang berantakan.
****************
Vanya meraih hp yang dia letakkan didalam laci meja, dia sengaja menjauhi benda itu. bukan untuk menghukum Vanno tapi itu lah cara Vanya kepada siapapun yang nggak bisa nepatin janji nya tapi tidak memberi kabar.
Vanya tersenyum samar diujung bibir nya dilihatnya
25missed call
5 messages dari Vanno, lalu dia menulis pesan singkat untuk Vanno.
Vanya :
"Kamu kemana sampai lupa sama aku? lain kali jangan ulangi lagi yaa?😧 good night 😘"
Tulis Vanya dengan singkat. beberapa menit kemudian hp Vanya bergetar dilihat nya Chat dari Vanno.
Vanno :
"maaf ya sayang aku lembur ini masih dijalan mau pulang,maafin aku yahh? 😢🙏"
Hah seorang Vanno bisa lembur sampai jam segini? setan mana yang lagi nempel pada diri Vanno? biasanya dia bakalan pulang duluan dari karyawan-karyawan lainnya." gerutu Vanya tidak percaya.
Vanya :
"hati hati sayang, aku bobo dulu yah good night😍"
****************
Vanno tidak membalas pesan dari Vanya.
Vanya kembali fokus menelusuri jalanan yang masih cukup rame sampai pada akhir nya dia memasuki komplek rumah Vanno, dia berhenti didepan rumah yang mewah kokoh dengan cat tembok warna abu-abu tua menunggu security membukakan pintu gerbang.