
Bel istirahat SMA Pelita baru berbunyi. Biasanya Vanno kalau istirahat pasti nyasar ke kelas Vanya. Tapi sudah beberapa hari ini dia tidak mengunjungi kelas pacarnya. Karena setiap istirahat, Vanno selalu mendapat tambahan jam pelajaran. Tapi itu membuat anak kelas 12 dapat pulang lebih awal. Yang biasanya pulang jam tiga, kini jam dua sudah bisa pulang.
Vanya mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja, dia sungguh merasa bosan. Sangat-sangat bosan ketika tidak ada gangguan dari Vanno.
"Ciez ada yang galau nih," celetuk Kenzo mencolek pipi Vanya.
Vanya menatap horor lelaki itu. "Ih, apaan sih lo?"
"Elah, pakek sok ngambek.Nggak ngantin, Van?" Tanya Kenzo.
"Lo sendiri nggak ke kantin?" Tanya Vanya balik.
"Nih anak ditanya malah balik nanya!" karena emosi alhasil Kenzo menggetok kepala Vanya menggunakan pulpen yang ada di atas meja gadis itu.
Pekikan sakit dari Vanya membuat Kenzo tersenyum penuh kemenangan. "Jarang-jarang bisa ngegetok kepala pacarnya Vanno," Kenzo terkekeh.
Sialan nih anak kadal, Batin Vanya.
Karena kesal, Vanya kemudian mencubit pinggang Kenzo kencang. Sehingga laki-laki itu mengaduh kesakitan.
"Udah, elah. Gue kan bercanda doang sama lo, baper-an amat sih?" gerutu Kenzo.
"Tapi apa yang lo lakuin itu menyakitkan!" Ucap Vanya.
"Halah, drama lo."
"IH KALIAN!" Teriakan itu membuat Kenzo melotot sebal.
Lihatlah gadis yang kini tengah membawa dua jus alpukat dan juga snack seabrek.
"Mau buka warung di kelas lo?" celetuk Kenzo.
"Diem lo. Tuh, tadi pacar lo dihadang sama anak kelas 11 yang cowok-cowok, " Dania berjalan sambil meletakkan makanannya di atas meja.
"Eh, masa sih?" Tanya Kenzo panik.
Dania mengangguk. "Sempet dia hampir nangis, tapi nggak jadi waktu ada gue, " Ucap Dania dengan bangga sambil menaik-turunkan alisnya.
"Kok bisa?" Tanya Kenzo dan Vanga bersamaan.
"Ya bisa lah. Mereka kan takut sama gue."
"Iya lah mereka takut. Muka lo kan mirip badut kecebur got sih," gumam Kenzo.
Satu lemparan makanan ringan tepat mengenai kepala Kenzo.
"Sakit, woi!" Keluh Kenzo. "Teraniaya terus gua disini. "
Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kelas Vanya dengan amarah yang menggebu-gebu .
BYURR!
Juas alpukat milik Dania tiba-tiba telah mengguyur tubuh Vanya. Sontak saja ketiga orang itu menatap kaget .
"Udah gue bilangin sama lo. Kenapa lo tetep nggak nurut hah?" Bentak Ikky diselingi suara gebrakan meja.
Nafas gadis itu tersengal- sengal. Semua tatapan beralih ke arah Vanya dan Ikky. "Lo tahu kan, kalau Vanno itu punya gue!" teriak Ikky.
Vanya yang tidak terima itu berdiri dari duduknya. Dia balik mengguyur muka Ikky dengan jus satu nya lagi. Itu membuat Ikky dan Kedua dayang nya kaget.
"Denger ya, KAK. Gue nggak pernah ngerebut Vanno dari LO. Tapi mungkin kita ditakdirkan untuk bersama,"
"Ikky tersenyum sinis. "Takdir lo bilang? Tahu apa lo soal takdir?" Saat Ikky ingin menampar Vanya tiba-tiba tangannya dicekal oleh seseorang.
"Jangan pernah lo sekali-kali nyentuh pacar gue!" Ucap Vanno tajam.
"Lo berdua bawa Vanya ke kamar mandi," suruh Vanno kepada Dania dan Kenzo. Perintah itu di iyakan oleh mereka berdua.
"Vanno, gue itu cinta sama lo! Kenapa lo malah jadian sama dia?" Tanya Ikky tidak terima.
"Karena gue cinta sama Vanya, dengan perasaan san hati! Kalau lo itu cuma Obsesi doang, dan gua nggak pernah suka sama lo. Camkan itu!" Jelas Vanno menahan amarah.
Ikky menahan sakit hati dan amarahnya, dia tidak bisa diperlakukan begitu.
Gue suka sama lo dari kelas satu Van, sampai sekarang pun masih. Heh Tadir. Persetan dengan takdir. Batin Ikky sambil tersenyum menahan tangis.
"Gue akan membalas apa yang lo udah lakuin, Van. Gue pastiin Vanya dan Lo nggak bakal hidup tenang!" Ucap Ikky.
"Berani lo sentuh Vanya, lo berhadapan sama gue!" ketus Vanno. Laki-laki itu mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Nggak harus sekarang. Bisa aja gue bakal bales ketika lo berfikir semuanya udah berakhir. Justru itu bakal memakai awalnya! So, lo harus jaga-jaga, Vanno Crishstian! Oh ya, jaga baik-baik juga itu Si Vanya!" Setelah mengucapkan itu, Ikky pergi meninggalkan Kelas Vanya.
Apa yang akan dilakuin oleh cewek sinting itu? Pikir Vanno.
...****************...
"Gila tuh cewek! Berani banget nampar sama nyiram adik gue!" Nata rasanya ingin mencekik Ikky saat ini juga.
"Dimana dia sekarang ?"
"Mana gua tahu," Jawab Daren.
Suara pintu di buka membuat Semuanya menoleh kepala ke arah Vanya yang telah bersih dari cairan hijau itu.
"Dek, lo diapain aja sama kerang rebus itu?" Tanya Nata tajam.
"Kaget gue," pekik Vanya.
"Dek, buruan lo bilang. Lo diapain aja sama induk komodo itu?" Tanya Nata sekali lagi.
"Udah lah, kak, nggak usah dipikirin. Gue mau ke kelas dulu," Vanya berlalu dari hadapan kakaknya.
Setelah Vanya pergi dari hadapan Nata, laki-laki itu kemudian menyuruh semua sahabatnya merapat. Nata kemudian membisikkan kata-kata yang membuat Raka, Daren, Dania, dan Kenzo senyum-senyum tidak jelas.
"Oke, gampang itu," Jawab Dania.
"Nanti lo kunciin tuh induk komodo. Gue mau ke kelas adil gue,"
Nata mengenggang pergi sambil cengar-cengir.
...Semoga aja tuh cewek kapok. Batin Nata berharap....
...****************...
Sesuai dengan rencana yang telah dirancang oleh Nata. Ikky pun diarahkan ke kamar mandi. Karena sebal akan sikap Ikky yang semena-mena, Dania mendorong tubuh gadis itu. Dan segera Kenzo menguncinya.
Kenzo dan Dania tidak sejahat yang kalian kira, mereka itu hanya usil. Salah sendiri menyiram Vanya dengan gelas yang berisi jus alpukat, milik Dania pula! Yang punya aja belum meminumnya dan gadis itu membuangnya. Kan, mubazir, belinya juga pakai uang.
"Kita tinggalin aja, tapi kuncinya jangan dicopot. " Ucap Kenzo.
"Oke."
"Yuk, cabut," ajak Kenzo, setelah itu mereka pergi diselingi gelak tawa.
Ikky yang merasa dikunci di kamar mandi itu menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan kencang. Sampai menghasilkan suara gaduh yang cukup keras. Tapi memang itu nasib ikky. teriakan dan gedorannya tidak ada yang mendengar.
Awas aja kalian, tunggu aja balasan dari gua. Batin Ikky.
Ikky merogoh kantung rok nya dan mengambil benda berbentuk persegi dan ia segera menghubungi temannya.
"Cepet ke kamar mandi sekolah! Gue dikunciin!"
Ikky langsung mematikan ponselnya dan memasukan kembali ke dalam kantung rok nya.
"Kalian berani main-main sama gue, itu tandanya kalian siap buat terima pembalasan gue!" Ucap Ikky tersenyum sinis dan penuh emosi.
...****************...
Gimana guys episode kali ini?
Gua bisa aja sih buat ikky jadi baik, tapi.......
gua gak mau Awokwkwkwkwkwkwk.
gimana perasaan kalian jika kalian menyukai seseorang dari dulu, tapi seseorang tersebut malah menyukai temanmu bukan kamu sendiri,
terus bagaimana perasaan kalian jika seseorang tersebut malah menyukai orang yang dia baru kenal, padahal kamu udah kenal lama sama seseorang tersebut, ehh malah hati orang itu kecantol sama orang lain.
Yahhhh, namanya juga Antagonis dalam cerita nya.
Nasib setiap karakter atau tokoh dalam novel ini kan ada ditangan gua. Mwehehehehehe.
...****************...
Oke, sekian terima bintang.
Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya ya 👇👇 >_<