
~Kamu bisa memiliki ragaku tapi tidak hatiku~
.
.
"Vanno, besok pagi kamu temenin angel kebutik yah! Buat fitting baju pengantin." celetuk Kiran ketika melihat Vanno baru saja pulang.
Vanno yang mendengar ucapan Kiran mendengus kesal.
"Emang gak bisa yah mah,sehari saja nggak bawa masalah itu, yang mau nikah itu Angel bukan aku."
Kiran sontak kaget mendengar kata-kata Vanno, dia lalu berdiri dan menatap anaknya itu.
"Kamu itu calon pengantin pria nya jadi kamu juga harus ikut, pokoknya mama nggak mau tau, semua persiapan pernikahan kalian udah 95% siap dan ini tinggal bagian kamu, mama minta kamu tidak berulah Van, apalagi menggagalkan pernikahan ini cuma gara-gara si Vanya!"
"Vanno tidak mengerti dengan jalan pikiran mama. Kenapa mama begitu egois, mama tau dibalik keegoisan mama itu ada Vanya yang tersakiti, coba mama bisa berfikir bijak seperti papa, mama pasti lebih bisa menghargai orang lain."
"Ahhh sudahlah gak usah bawa-bawa papa kamu dan juga Vanya, pokoknya jalani apa yang mama suruh!" Ucap Kiran sambil membuang muka.
Vanno yang tidak mau beradu arguman hanya nurut layaknya boneka.
Vanno dan Angel telah bertunangan setelah 3 hari putus dari Vanya, dan pernikahan mereka akan digelar 2 minggu lagi, dan Kiran lah yang menjadi dalang pernikahan itu, dia yang mempersiapkan semuanya tanpa campur tangan Vanno.
Vanno yang merasa kesal dengan sikap Kiran tanpa membersihkan badan dia langsung keluar dengan baju stelan kantor yang masih rapi.
Ditariknya ujung dasi lalu melemparkan ke jok belakang mobil, dia membawa mobilnya membelah jalanan bandung yang sudah mulai sunyi.
Pikiran Vanno berkecamuk tentang pernikahan nya dengan Angel, perempuan yang sama sekali tidak dia cintai, Angel hanya anak dari teman mama Vanno. Vanno memang pernah bertemu beberapa kali dengan Angel waktu kecil.
Vanno waktu itu dia tinggal di Australia, keduanya memang tidak terlalu dekat tapi Angel selalu ingin dekat dengan Vanno. Bahkan hampir setiap hari Angel main ke apartment Vanno. Tapi Vanno tidak kepikiran sama sekali kalau mereka sampai berujung perjodohan seperti ini.
Setelah jauh Vanno menjelajah kota bandung, Vanno menepikan mobilnya disebuah cafe, dia memarkirkan mobilnya lalu masuk kedalam cafe.
Dia lalu memesan beer yang dikenal oleh beberapa orang dapat mengurangi beban pikiran. Meski sebelum nya Vanno sama sekali tidak pernah menyentuh minuman haram itu.
Ditegak nya minuman itu rasanya agak aneh tapi Vanno tetap meminum sampai botol pertama habis lalu memesan nya lagi. Kepala Vanno sudah mulai pusing karena effek alkohol didalam minuman nya. Dengan langkah sempoyongan dia keluar dari cafe itu, namun didepan pintu, kaki Vanno terasa begitu lemas sampai pada akhirnya dia terjatuh. Bartender yang dari tadi sudah memperhatikan Vanno karena terlalu over minum, langsung lari menuju arah Vanno. Dengan bantuan pelayan cafe lain nya mereka mengangkat tubuh Vanno kesebuah sofa, dan di biarkan tertidur sampai beberapa menit kemudian dibangunkan karena waktu juga semakin pagi.
Vanno yang masih dibawah pengaruh alkohol menyuruh salah satu pelayan cafe untuk memesankan taxi, dan menitipkan mobilnya untuk diambil esok pagi.
Dia hanya menyerahkan kartu nama Vanno yang lengkap dengan alamat kantor Vanno untuk mengantarnya. Dia lebih memilih kekantor dari pada pulang kerumah yang berasa seperti neraka dengan sikap Kiran yang selalu memojokan dirinya. Setelah sampai didepan kantor nya dia menarik beberapa lembar uang untuk membayar taxi, dia lalu berjalan menelusuri koridor yang masih sepi, setelah sampai didepan meja receptionist dia merebah kan tubuhnya diatas sofa yang ada diruangan itu. Dia merogoh dompet dan juga ponsel yang masih ada dikantong celana lalu meletakan diatas meja dan menonaktifkan ponselnya, supaya terhindar dari mama nya yang pasti akan terus menelpon dirinya.
~
****************
Seperti yang dikatakan oleh Kiran semalam, bahwa pagi itu adalah jadwal Vanno dan Angel untuk fitting baju pengantin. Angel dengan senyum cerah nya sudah sampai didepan rumah Vanno dia lalu masuki kerumah itu seperti rumah sendiri tanpa salam dan sebagainya.
"Pagi tante." Ucap Angel memecahkan kecemasan Kiran.
"Hei sayang." Balas Kiran lalu cipika cipiki.
"Vanno belum bangun tante?" Ucap Angel sambil melihat kearah kamar Vanno.
"Vanno nggak pulang dari semalam ngel. Tante aja lagi bingung hp nya dihubungi juga nggak aktif." ucap Kiran frustasi.
Angel lalu meraih hp dari dalam handbagnya. Dia lalu mencoba menelpon nomor Vanno, beberapa kali menelpon tapi tetap yang jawab hanya suara operator.
"Tante, dia nggak lembur kan tante?" Tanya Angel kepada Kiran.
"Nggak mungkin Vanno lembur, apalagi ini hari sabtu, semalam dia sempat pulang tapi pergi lagi nggak pamit sama tante."
Kedua nya mondar mandir didalam ruang tamu sambil membolak balikan gadgetnya. Hingga pada akhirnya seseorang berjalan memasuki ruang tamu yang tidak lain adalah Vanno. Dengan rambut yang berantakan muka nya lusuh dan baju yang udah nggak rapi, Vanno melirik kedua wanita itu.
"Sayang kamu kemana aja? Pergi udah nggak pamit, nomor hp juga nggak aktif." Celetuk Kiran.
Vanno hanya melirik kearah Kiran lalu berjalan menuju kekamarnya dilantai atas.
Kedua wanita itu kebingungan melihat Vanno.
apa yang terjadi dengan Vanno? nggak biasanya dia pulang dalam keadaan seperti itu. batin Kiran
Setelah hampir 1 jam, Vanno turun dari kamarnya dia sudah mandi dan mengenakan tshirt polos berwarna putih dan celana diatas lutut.
Udah siap?" Tanya Vanno tanpa basa basi.
Angel yang kaget melihat kehadiran Vanno hanya melongo sambil menganggukan kepalanya.
Tanpa pamit dengan mama nya, Vanno lalu berjalan keluar rumah dibuntuti oleh Angel.
Dia lalu memanas kan mobil papa nya yang sudah lama tidak terpakai.
"Loh Van, kok kamu pake mobil ini? Mobil kamu dimana?" Tanya Angel.
Vanno hanya melirik ke arah Angel tanpa suara.
Vanno lalu masuk kedalam mobil di ikuti Angel yang duduk disampingnya.
Mereka menuju sebuah butik sesuai dengan perintah Kiran.
"Angel, mungkin kamu merasa menang bisa menyingkirkan Vanya dari sisiku, tapi kamu harus ingat, pernikahan ini bukan keinginanku, dan kamu nggak akan bisa menggantikan posisi Vanya dihati aku. Dan kamu jangan pernah merasa menyesal setelah menikah denganku, orang yang sama sekali tidak pernah mencintai kamu!" Ucap Vanno kepada Angel.
Angel hanya tersenyum sinis kearah Vanno, bahkan dia sama sekali tidak menbalas ucapan Vanno, yang dia pikir saat ini dia sudah memiliki lelaki yang begitu ia idamkan selama ini.