My Future Is You?

My Future Is You?
63. [ S2 ] RR's Wedding.



RastiReinardswedding


.


.


.


Rumah yang biasanya sepi kini ramai dengan bucket bunga yang tertata rapi dari depan pintu gerbang sampai kehalaman rumah rasti, iya, umah yang sudah bertahun-tahun ditinggal kan kini ditempati untuk pernikahan Rasti dan Reinard.


Setelah lebih dari 2 tahun menjalani LDR akhirnya mereka menuju kegerbang pernikahan juga.


Pagi itu Rasti dan Reinard melaksanakan prosesi ijab kabul, disaksikan oleh keluarga dan para sahabatnya, Reinard dengan lancar mengucapkan ijab.


Setelah acara ijab selesai dan sah menjadi suami istri, mereka lalu melanjutkan dengan acara makan siang bersama keluarga besar Reinard dan juga Rasti, Vanya dan Dion nampak hadir diacara pernikahan sepupunya, dengan dress berwarna merah hati selutut, dan rambut disanggul rapi membuat Vanya tidak kalah cantik dengan mempelai wanita, namun ada sedikit yang ganjil pada tubuh Vanya, Vanya yang selalu tampil ramping kini perutnya kelihatan sedikit membuncit dan badannya mulai berisi, dan tentu saja pemandangan itu mampu menarik perhatian saudara-saudara Vanya yang datang diacara itu apalagi mereka sangat jarang bertemu.


"Wuiiihhh, tampaknya sudah ada yang subur nih!" Celetuk bagas salah satu keponakan Vanya.


"Perut dah lah buncit, pipi macam bakpao, kamu kasih makan apa istri kamu ini bro!" Oceh nya sambil menepuk pundak Dion yang sedang duduk disamping Vanya.


Vanya keliatan sedikit kesal dengan Candaan keponakannya itu, dia lalu mencubit lengan bagas kesal.


"Lo seneng kan liat gue gendut gini, nanti sebentar lagi bakal ada yang panggil lo om botak tau nggak!" Oceh Vanya.


"Iya- Iya, sehat-sehat ya kalian berdua, gue juga gak sabar pengen liat anak lo Van!" Ucap bagas.


Setelah makan siang dan sesi foto keluarga selesai, mereka lalu beristirahat sejenak sambil menyiapkan untuk acara resepsi pada malam hari nya.


Kedua mempelai masih sibuk dikamar bersama dengan MUA nya sementara keluarga masih menyambut para tamu yang baru datang.


Dari sekian banyak tamu nampak Andra dan juga Hanna yang sedang berjalan dengan seorang bayi yang Ada didekapan Andra.


Iya, bayi itu adalah anak mereka, beberapa bulan yang lalu Hanna telah melahirkan bayi perempuan buah cinta nya bersama Andra.


Vanya yang melihat kedatangan sahabatnya itu nampak begitu kegirangan. Dengan sedikit berlari dia menghampiri sahabatnya itu.


"Andra, Hanna....," panggil Vanya.


"Eehh, ehhh gak boleh lari loh Van, kamu kan lagi hamil!" Celetuk Hanna menghentikan langkah Vanya.


Vanya hanya tersenyum sambil berjalan pelan.


"kok baru dateng sih, kan ijab nya udah selesai,"


"Iya, tadi pagi masih sibuk Van, jadi nya telat deh, oh iya udah berapa bulan nih si baby?" Ucap Hanna sambil mengelus-elus perut Vanya.


"Udah 5 bulan, 4 bulan lagi aku bakal ngerasain jadi ibu Han!" Oceh Vanya begitu excited.


Setelah lama berbincang Vanya lalu mengajak Andra dan Hanna untuk menemui sahabatnya yang tengah berbahagia.


Diketuk pintu kamar yang sedikit tertutup sebelum mereka Masuk kedalam. Nampak sepasang suami istri yang baru saja sah tengah duduk sebuah kursi bak pangeran dan permaisuri, wajahnya dipenuhi dengan binar kebahagiaan.


"Weiii, whatss up broo, finally after long distance!" Seru Andra setela berhadapan dengan Reinard.


"Selamat Rei, Ras, long last till jannah," sambung Hanna.


Mereka lalu memeluk kedua mempelai secara bergantian, air mata nampak dipelupuk mata mereka setelah perjalanan panjang persahabatan yang mereka lalu akhirnya mereka sudah menemukan kebahagiaan masing-masing.


Malam pun tiba, cahaya lampu dan Lilin menghiasi setiap sudut rumah itu. Tamu undangan yang sudah memenuhi halaman tidak sabar untuk menunggu mempelai naik keatas pelamin. Pesta yang bernuansakan warna gold dan hitam nampak begitu elegan, dentuman irama lagu membuat suasana semakin syahdu.


Udara yang mulai dingin dengan gemuruh angin malam menandakan sudah memasuki waktu yang larut, prosesi demi prosesi berjalan Dengan lancar, setiap tamu undangan yang datang begitu menikmati pesta dimalam itu.


Setelah pesta usai dan tamu sudah pulang, kini tinggal keluarga Vanya dan juga keluarga Andra yang menginap dirumah Rasti.


Keesokan paginya mereka berramai-ramai mengantar Reinard dan Rasti kebandara untuk pergi bulan madu ke Hawaii, iya, mereka tidak menunda bulan madu mereka karena keduanya sudah merancang semua nya jauh sejak mereka masih berpacaran.


Keduanya keliatan begitu bahagia bahkan Vanya yang sudah mengenal Reinard sejak masih duduk di bangku kuliahan, belum pernah melihat sahabatnya sebahagia sekarang.


"Ma, Rasti pamit ya!" Ucap Rasti diikuti oleh Reinard sebelum boarding.


"Take care ya sayang, jangan manja lagi, inget kamu sudah jadi seorang istri sekarang!" Ucap sang mama mengiingatkan.


Setelah berpamitan dengan mama nya, Rasti lalu berpamitan dengan Vanya yang juga berdiri disamping mama nya itu.


"Makasih ya, kak, udah dateng kepernikahan Kita, dan bikin Kak Vanya kecapean gini!" Vanya hanya tersenyum dengan memandang wajah Rasti.


"Heii, kamu yang didalem sini, makasih ya, udah jadi bayi baik!" Ucap Rasti sambil mengelus-elus perut Vanya.


"Safe flight ya, Rei, jagain keponakan gue ni ya, awas aja kalo sampe disakiti!" Celetuk Vanya mengancam Reinard.


"Lo tenang aja Van-,"


"Whaatt Van? How dare you call me Vanya?" celetuk Vanya memotong pembicaraan Reinard.


"Lah terus siapa donk...? Oh ok ok lo mau gue panggil lo kakak gitu?"


"Yess, that's right, gak Ada lo gue lagi paham, lo itu sekarang keponakan gue ngerti!" Oceh Vanya membuat mereka terkekeh.


"Iya, Kak Vanya, kita pamit ya, Kak Dion makasih ya udah anterin kita!"


"Good luck broo, semoga berhasil ya!" Ucap Dion meledek Reinard.


Reinard yang mendengar ucapan Dion, pura-pura tidak paham.


"Maksud lo sukses gimana ya, lita mau honeymoon broo?" Tanya Reinard cengengesan.


"Udah-Udah, ribet deh kalo cowo sama cowo jadi pak rumpi, kalian Masuk gih, mau honeymoon kalian gagal karena ketinggalan pesawat?" Desis Vanya.


"Ya iya, sensi Amat sih bumil ini!" Ucap Reinard.


"Ma, aku berangkat yah, dadaahh semuanya!" Pamit Rasti dan Reinard sebelum pada akhirnya memasuki ruang boarding.


Setelah Rasti dan Reinard Masuk boarding, mereka pun pulang, Vanya dan Dion pulang menggunakan taxi karena melihat keadaan Vanya yang nampak begitu lelah.


.


.


.


Happy reading guys jangan lupa vote comment share and subscribe...


Sorry kalo ceritanya nggak nyambung,,,kritik Dan komen kalian ditunggu to make it perfect...