
Vanya yang masih mengerjakan tugas sekolah nya langsung mengalihkan pandangan ke arah ponsel yang terletak di sampingnya karena berbunyi. Vanya membaca siapa yang mengirim pesan padanya. Matanya membulat ketika saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
๐๐๐๐ ๐พ๐๐ผ๐.
๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ค: ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐?
โTumben? โ Tanpa basa basi, gadis itu langsung membalas pesan tersebut dengan jantung berdegup kencang.
๐๐๐ฃ๐ฎ๐: ๐ฑ๐๐๐๐ ๐๐๐. ๐ด๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐?
โDuh, kenapa nih jantung? โ pikir Vanya. Memang ya, menunggu balasan pesan dari doi itu bisa membuat jantung seseorang tidak sehat beberapa saat.
๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ค: ๐ฑ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ข๐. ๐น๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐.
FIX! Sekarang rasanya Vanya ingin berteriak kencang!
๐๐๐ฃ๐ฎ๐: ๐ธ๐ข๐ ๐๐๐.
๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ค: ๐บ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐?!
๐๐๐ฃ๐ฎ๐: ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐.
Katakan saja Vanya alay. Dia kini sedang ingin bermanjaan dengan pacarnya.
๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ค: ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐?
Mata Vanya membulat, ternyata kodenya itu berhasil dan dia senang karena pacarnya itu pintar, ganteng, dan peka pada Vanya. Paket komplit.
๐๐๐ฃ๐ฎ๐: ๐ฑ๐๐๐๐๐ ๐บ๐๐.
Tidak lama kemudian, Vanya mengirimkan foto soal fisikanya kepada Vanno. Tapi laki-laki itu hanya membacanya saja.
โGue kira dia bakal ngerjain tugas gue. Eh, ternyata cuma dibaca aja, โ ucap Vanya.
Sepuluh menit kemudian, ponsel Vanya berbunyi dan menampilkan beberapa pesan gambar dan dia dengan cepat langsung membukanya. Kedua mata Vanya membulat lebar. Soal yang dia kirimkan ke Vanno ternyata sudah di kerjakan. โBaik ya, โ puji Vanya sambil senyum senyum.
๐๐๐ฃ๐ฎ๐: ๐ผ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ 5 ๐๐๐๐.
๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ค: ๐บ๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐ 5 ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐. ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐. ๐ฑ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐. ๐๐๐ ๐, ๐๐๐ข๐๐๐. ( อก _ อกยฐ)๏พ
Vanya menahan nafasnya, dia benar-benar ingin menjerit berguling-guling di atas kasur sekarang juga. Dengan wajahnya yang merah padam, dia mengetik balasan untuk Vanno.
๐๐๐ฃ๐ฎ๐: ๐ธ๐ข๐ ๐๐๐. ๐๐๐ ๐ ๐๐๐.
๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ค: ๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข๐? ๐บ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐?
๐๐๐ฃ๐ฎ๐: ๐ฐ๐๐๐๐ ๐๐๐.
๐๐๐ ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ค: ๐บ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐?
๐๐๐ฃ๐ฎ๐: ๐ฑ๐ข๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐. ('-'*)
Jantung Vanya mungkin sekarang tengah berlari- lari mengelilingi kamarnya. โDeket kak Vanno nggak baik buat kesehatan jantung, โ gumam Vanya.
โTau, ah. Gue mau tidur! โ Vanya kemudian membereskan bukunya di atas meja belajar tanpa menatanya.
โ โ โ โ โ
Vanya yang masih berkutat dengan buku- buku pelajaran yang belum Vanya tata, kelabakan sendiri mencari buku LKS yang sudah dia kerjaan sejak malam tadi. Tepat nya dia kerjakan bersama Vanno.
โMana sih tuh buku? Elah, gue bisa telat ini! โ gumam Vanya sambil melihat jam tangan putih yang bertengger manis di pergelangan tangannya.
โJam setengah tujuh dan gue belum sarapan! Good! โ pekik Vanya.
โKAK NATAAA! โ teriak Vanya menggelegar di rumahnya.
Cowo yang bernama Nata itu langsung berjalan ke arah kamar adiknya. Nata memasuki kamar adiknya sambil menggunakan dasi.
โIni rumah Van, bukan hutan. Jangan teriak teriak juga kali, โ tutur Nata. โKenapa sih, Van? โ lanjut Nata.
โBuku gue dimana? โ tanya Vanya dengan ketus.
Nata kaget. โYa mana gue tahu. Itu kan buku lo. โ
โIsh, pasti lo yang ngumpetin kan? Ngaku deh. Gue belum sarapan kak, nanti gue telat! โ ketus Vanya.
โMAMA! โ adu Vanya kepada mamanya sambil berjalan menghentak - hentakkan kakinya.
Mamanya menoleh. โKenapa sih, sayang? Pagi - pagi udah teriak teriak aja? โ tanya Niken(mama) lembut ke arah Vanya.
โTuh, Kak Nata ngumpetin buku fisika punya Vanya, ma. Jelas jelas tadi malam pas Vanya ngerjain PR, itu buku masih ada, โ jawab Vanya sambil manyun- manyun.
โNata, kembaliin buku fisika adik kamu atau uang jajan kamu mama potong? โ ancam Niken kepada anak laki-laki nya.
Papa nya Nata, dan Vanya hanya menggelengkan kepalanya.
โMama nggak asyik, deh. Mainnya ngancem uang jajan! โ
Dan mau tidak mau, Nata mengembalikan buku fisika milik adiknya. โApa lo melet - melet! โ kata Nata ketus kepada Vanya yang memeletkan lidahnya mengejek Nata.
โEnggak apa-apa, โ jawab Vanya memperlihatkan senyum merekahnya.
๐ฟ๐ง๐ช๐ข... ๐๐ง๐ช๐ข... ๐๐ง๐ช๐ข....
Tiba-tiba dari luar rumah terdengar suara deruman motor yang cukup keras membuat Vanya bingung. Tetapi berbeda halnya dengan kedua orang tua nya dan Nata, mereka malah tersenyum jahil sambil melirik ke arah Vanya. Setelah kemarin malam Nata yang mengajak adiknya itu makan bakso di depan komplek nya, malam harinya ketika kedua orang tua nya sudah pulang, Nata langsung menceritakan kepada mereka bahwa Vanya telah memiliki pacar. Alhasil itu membuat Vanya malu. Mamanya yang terus terusan menggoda dirinya dan ditambah lagi Nata dan papanya.
โKak, dijemput tuh, โ ucap Vanya asal. Padahal dia sudah tahu jelas jelas dirinya lah yang di jemput.
โBukan, Dek. Itu elo yang dijemput, โ balas Nata sambil merapikan dasi yang dia kenakan.
โIya, sayang. Sana gih samperin! Kasian kan dia nunggu lama jadinya, โ ucap mamanya dengan mendorong tubuh putrinya lembut.
โTapi kan Vanya enggak pesen ojek, Ma, โ ucap Vanya.
โMana ada tukang ojek gantengnya nggak ketulungan itu, sayang? โ tanya mamanya.
โTapi masih gantengan Papa kan, Ma? โ tanya papanya Vanya.
โEmm, iya sih, Pa. Tapi waktu Papa masih muda dulu, โ ucap Niken menahan tawanya.
โCkck, Mama kok gitu, sih? Tega deh sama Papa, โ Davi ( Papa) cemberut.
โPapa apaan sih? Ya jelas masih gantengan Papa lah, โ ingat Niken.
โHehe, habis kamunya sih, bikin aku spot jantung. โ
โIya deh iya, yang lagi mesra mesraan mah bebas aja, โ celetuk Nata.
โKita mah apa atuh ya kan, Van? โ ucap Nata lagi.
โIya, Kak! Kita kan cuma butiran kerikil di antara butiran emas sama berlian. Asiiik, โ ucap Vanya sok puitis.
โYa udah, berangkat yuk kak, โ lanjut Vanya mengajak kakaknya.
โEnggak! Lo harus berangkat sama Vanno, โ ucap Nata setelah mereka tiba di teras.
Vanya hanya memanyunkan bibir saat mendengar penuturan Nata.
โPagi, โ sapa seorang di depan Vanya.
โNgapain kamu kesini? โ tanya Vanya heran.
โJemput pacar lah, sayang! Masa kamu lupa? โ Vanno balik bertanya.
โYa udah, gih berangkat. Gue jalan duluan, โ ucap Nata memecahkan keadaan yang cukup hening.
โ โ โ โ โ
Sesampainya di sekolah, Vanya dan Vanno menjadi pusat perhatian, Ah, ralat, maksudnya Vanno.
โSana gih, kamu ke kelas, belajar yang bener jangan mikirin aku mulu, โ goda Vanno.
โIya, pede banget sih. โ Vanya pun akhirnya pergi menuju kelasnya.
Guru fisika yang mengajar Vanya sesekali menceritakan penemu- pemenu ilmiah. Seperti Albert Einstein, ilmuan fisika teoritis yang menemukan Teori Relativitas. Dan masih banyak lagi. Hingga guru fisika itu mencetuskan sebuah kalimat yang membuat Vanya berfikir.
๐๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ ๐จ๐ณ๐ข๐ท๐ช๐ต๐ข๐ด๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ข๐ต๐ถ๐ฉ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข. ๐๐ข๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฏ. ๐๐ถ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐จ๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ซ๐ถ. ๐๐ฆ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ? Tanya pak guru.
โSetuju pak, โ jawab semua murid.
Vanya? Dia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia mau bilang tidak pacaran, tapi nyatanya dia adalah pacar seorang cowo most wanted.
โPak guru buat ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ข tuh, โ ucap Dania menyenggol lengan Vanya pelan. โPak guru yang ngajar fisika ini, enakan jadi guru Bahasa Indonesia aja ya, โ lanjutnya.
โItu Dania dari tadi ngobrol terus, ayo sekarang kamu maju kerjakan soal di papan tulis! โ perintah pak guru.
โMampus lo, โ gumam Vanya.
โEh? โ Dania kaget dan langsung menegakkan badannya.
โAnu, pak, bukannya saya nggak mau nih ya, Pak. Tapi saya mau ngasih kesempatan buat murid lain. Masa dari dulu cuma saya Pak yang di tunjuk, kan nggak adil, โ tutur Dania panjang lebar hingga membuat guru itu memijit pelipis nya.
โAlasan mulu kamu, Dania. Sekarang kamu, Vanya, apa yang kamu tahu tentang teori efek fotolistrik secara matematis? โ tanya Pak guru.
Kali ini Vanya yang menegakkan badannya. โCahaya yang terdiri dari partikel kecil yang disebut foton, lalu membawa energi yang sebanding dengan frekuensi cahaya, โ jawab Vanya santai, semua temannya melongo apalagi Dania.
Pak guru yang awalnya kaget karena dia belum menerangkan itu tapi Vanya dengan mudah menjawab nya. Dan setelah itu Pak guru tersenyum.
โNah, ini yang patut dicontoh. Pacaran sama Vanno, dan keduanya sama-sama pinter. Kamu boleh pacaran, tapi harus tetep belajar ya, Vanya, โ Pak guru menasehati.
Vanya mengangguk. โIya, Pak. โ
โGoogle jalan lo, Van,โ ucap Dania geleng-geleng kepala.
โLo di SMA tambah pintar sumpah,โ puji Kenzo.
โKarena gue pengen ngejar PTN, โ ucap Vanya.
โMasih lama elah, Van, โ Jawa Dania dan Kenzo bersamaan.
โDimulai sejak awal itu lebih baik, โ tutur Vanya.
โIya iya, terserah yang pacarnya pinter deh, โ putus Dania.
โIh, nggak ada hubungannya, Dania. Gue bisa karena belajar, โ sanggah Vanya membuat Dania mengangguk.
๐ฑ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐.
๐ผ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐- ๐๐๐ ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐