My Future Is You?

My Future Is You?
53. [ S2 ] Perasaan yang Terpendam



~aku sudah jauh lebih mengenalmu, sebelum akhirnya takdir mempertemukan kita~


.


.


.


Sejak pertemuannya beberapa hari yang lalu diacara tunangan Vanya dan Dion, Rasti dan Reinard semakin akrab.


Rasti yang secara diam-diam mencari tahu tentang Reinard lewat akun sosial medianya, mulai dari spam like, komen yang terkadang nggak jelas dan sampai memberanikan diri untuk meminta no hp lewat PM. Awalnya Reinard begitu dingin menanggapi Rasti, tapi lama kelamaan hati Reinard mulai luluh oleh setiap perhatian yang Rasti berikan setiap harinya, meskipun hanya tanya kabar, mengingatkan untuk makan, berdoa, dan sebagainya tapi itu mampu membuat Reinard merasa seperti menjadi prioritas seseorang, bahkan disaat Rasti tidak ada kabar Reinard tidak segan untuk mengirim pesan atau menelepon.


Dan disaat itu terjadi bisa membuat hati Rasti berbunga-bunga layaknya orang yang sedang jatuh cinta, mereka saling berbagi pengalaman, dan canda tawa selalu melengkapi obrolan mereka.


Reinard mungkin menganggap Rasti adalah orang yang baru mengenal dirinya kemarin sore, tapi itu salah, Rasti telah jauh lebih lama mengenal Reinard sebelum mereka bertemu. Dulu waktu Reinard masih SMA dan sering main kerumah oma nya tanpa sengaja Rasti selalu mengintip kebersamaan mereka dengan kaka sepupunya itu, dalam diam dia suka membajak hp Vanya hanya untuk ngejahilin Reinard, bahkan dia juga tahu soal perasaan Reinard kepada Vanya. Surat yang dulu Reinard selipkan dilaci meja belajar Vanha sudah terlebih dahulu dibaca oleh Rasti. Dan sejak Rasti mengetahui isi surat itu, Rasti mulai menepis semua perasaannya terhadap Reinard, yang menurutnya tidak pantas untuk diperjuangkan apalagi harus menyakiti hati saudaranya sendiri.


Rasti mulai menghapus nomor hp dari dalam phonebooknya dan unfollow aktivitas Reinard di sosial medianya, sebelum pada akhirnya ada konflik di persahabatan Reinard dan juga Vanya. Lalu Vanya yang memutuskan untuk kuliah disingapore dan tinggal bersama dengan orang tua Rasti disana.


~


Malam itu saat Reinard masih direstaurant tempat dia bekerja, tiba- tiba hp nya berbunyi, Reinard lalu merogoh hpnya yg ada dikantong celana, sebuah panggilan video call dari seseorang, dia lalu menslide tombol hijau untuk menjawab VC itu. Reinard lalu menjauhkan sedikit hpnya sementara diujung sana nampak rasti tengah berdiri didepan balkon dengan pemandangan cahaya lampu yang berkelipan dimana- mana.


Rasti menyapa Reinard sambil melambaikan tangannya dan tersenyum lebar lalu dibalas oleh Reinard.


ini bukan kali pertama mereka Vidio Call an, beberapa hari setelah Rasti tahu nomor hp Reinard dengan malu-malu dia membuat VC dengan Reinard meski terkadang dia tidak memperlihatkan wajahnya dan menghadapan kamera nya kearah lain, tapi yang penting dia bisa melihat wajah dan senyum Reinard.


"est-ce que je te manque?" Ucap Rasti sambil tersipu malu.


Reinard yang mendengar ucapan Rasti mengeryitkan sebelah matanya.


"tu me manques aussi?" Jawab Reinard dengan melirik jail kearah layar hpnya.


"Iihh kan aku dulu yang tanya, kok kamu malah tanya aku balik sihh!" Protes Rasti.


"Ayoo jawab!" Ucap Rasti dengan nada kesal.


"Kamu tahu nggak Ras, ada pepatah bilang katanya kan harus ladies first, jadi ya udah kamu dulu yang jawab!"


"Iihh kamu nggak kangen gitu sama ocehan aku yang tiap hari bikin jebol notif dihp kamu?" Gerutu Rasti sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kangen kok, hp aku sepi kemarin gak ada spam notif dari kamu, lain kali kalo mau menghilang bilang dulu biar gak ada yang cariin!" Celetuk Reinard membuat Rasti kesel.


Saat mereka tengah asik mengobrol, tiba-tiba seseorang mengagetkan Reinard dari belakang.


"Hayooo loohh, ciiee yang udah punya pacar, siapa sih kok nggak dikenalin ke gue bro!" Goda Andra rusuh.


Dia lalu melihat kelayar hp Reinard, dia melihat sosok cewek yang beberapa waktu lalu bertemu dirumah Vanya.


"Cieee, kakak nya nggak dapet, adiknya pun jadi yeh broo!" Ucap Andra sambil menggoda Reinard, dengan sigap Reinard lalu membungkam mulut Andra dengan tangan nya.


"Ras, kapan lo balik ke jakarta? Betah amat tinggal di negeri orang?" Tanya Andra yang belum puas menganggu mereka.


"Minggu depan aku pulang, saat acara pernikahan kak Vanya, kalian datangkan?" Jawab Rasti.


Reinard dan Andra saling bertukar pandangan ketika mendengar jawaban Rasti.


"Vanya nggak kasih undangan ke kita, Ras," jawab Andra.


"Hahh, kok gitu?" Rasti menjawab dengan sedikit heran.


Reinard dan andra hanya mengangkat bahu mereka.


Setelah puas menganggu Reinard dan Rasti, Andra lalu pergi meninggalkan mereka berdua untuk melanjutkan pulang kerumah, karena kebetulan restaurant sudah mau tutup.


Reinard dan Rasti masih meneruskan VC yang barusan sempat terpotong karena Andra.


"Rei, kok Andra jadi berubah gitu si, perasaan dulu pendiem banget?" Tanya Rasti.


"Setiap orang kan bisa berubah, Ras, oh iya kapan Vanya menikah Ras?" Tanya Reinard mengalihkan pembicaraan.


Mendengar pertanyaan dan perubahan mimik wajah Reinard, Rasti jadi sedikit ingat tentang perasaan Reinard ke kakaknya itu.


"Coming saturday, Rei!" Jawabnya singkat.


"Kamu nggak apa-apa kan, Rei? Ya udah kalo kamu mau pulang, matiin aja besok sambung lagi!" Ucap Rasti saat melihat secarik kesedihan diwajah Reinard.


Makasih ya, Ras, udah telepon, hati-hati kamu disitu, bye Rasti," Ucap Reinard sebelum mematikan sambungan telepon nya.


Rasti kemudian tersenyum sambil melambaikan tangan nya.


Rasti kemudian duduk disebuah kursi yang ada dibalkon, dia menatap pekatnya langit malam yang begitu gelap. Suara angin berhembus membelai rambut panjang dan hampir  menutupi wajahnya itu. Ada sedikit kekecewaan terbesit dihati Rasti saat melihat wajah Reinard waktu mengetahui pernikahan Vanya itu. Dia paham betul perubahan itu atas dasar apa. Cinta, rasa yang begitu lama dia pendam namun tidak dapat tersampaikan dan terbalaskan.


_Kenapa dia begitu kekeh menjaga cinta itu, apa dia nggak bisa mencoba memberikan cinta itu kepada orang lain, apa dia tidak mau mencoba untuk menerima wanita lain untuk memiliki hatinya itu. Lalu apa aku bakal merasakan hal yang sama seperti dia yang mencintai hanya bertepuk sebelah tangan?_ gumam rasti dalam hati.


~


Reinard menyenderkan punggungnya kesofa, ia berfikir sejenak tentang perasaannya yang tiba-tiba mellow ketika mendengar pernikahan Vanya dengan Dion, padahal beberapa waktu lalu dia sudah mengikhlaskan Vanya untuk jadi milik Dion, tapi sekarang hati itu kembali memberontak.


Bahkan saat dia ingin membuka hati dan memberi Rasti kesempatan untuk masuk kedalam hidupnya, rasa itu seolah hilang begitu saja, dan diganti dengan perasaan yang selama bertahun-tahun dia perjuangkan seorang diri.


Mungkin ini tidak adil bagi Reinard yang harus mencintai tanpa memiliki, dan lagi-lagi dia harus mengalah untuk menepiskan rasa itu lagi, ditariknya nafas itu dalam-dalam sebelum dihembus kan dengan  segenap rasa dari dalam hatinya.


Dia berjanji untuk tidak mengingat perasaan nya terhadap Vanya, walau berat tapi dia akan mencoba, at least membuka hati untuk dia yang mau memperjuangkan dirinya.


...****************...


#jangan lupa tinggalin jejak yah vote dan komen nya,kalau ada kata" atau ceritanya terlalu mupeng boleh komen


Happy reading and thank you...