My Future Is You?

My Future Is You?
59. [ S2 ] Kesadaran



~Aku Akan tetap disini bersamamu apapun yang terjadi~


.


.


.


Setelah seminggu sadar dari koma, dokter mengijinkan Vanya pulang kerumah. Meskipun berat buat Vanya untuk menerima keadaanya saat ini, tapi itu lah kenyataannya, Vanya mengalami kelumpuhan karena tulang pinggang nya patah akibat kecelakaan, dan belum lagi kabar widia yang belum sampai ketelinganya, entah apa yang Akan terjadi pada Vanya saat harus menerima dua kenyataan pahit hidupnya itu.


ย ย  "Sayang, kok muka kamu murung gitu, kenapa, kamu nggak seneng bisa kumpul dirumah lagi?" Celetuk Niken saat melihat Vanya termenung.


"Nggak kok ma, Vanya seneng bisa kumpul sama mama, papa lagi, maafin Vanya ya maa, Vanya ngerepotin mamโ€”,"


"Ssssttt, sayang, kamu jangan bilang kayak gitu, mama Akan terus merawat kamu apapun keadaannya sayang!"


"Dion, gimana kabar mama, mama baik-baik saja kan?" Celetuk Vanya mengagetkan Dion.


Dion tidak langsung menjawab, dia lalu bertukar pandangan dengan Niken yang duduk disamping Vanya.


"Mama...., mama sehat sayang, justru keadaan nya malah jauh Lebih baik." Jawab Dion terbata-bata.


"Syukurlah, aku seneng dengarnya Dion, apa mama Ada nanyain aku selama aku sakit?" Tanya Vanya dengan wajah berbinar.


"Mana mungkin mama nggak menanyakan kamu sayang, tiap hari mama pengen ketemu sama kamu!"


"Vanya jadi kangen sama mama widia, maa, kenapa mama nggak ijinin Vanya tinggal di rumah Dion aja maa?"


"Vanya, kamu gimana sih, kalo kamu tinggal di rumah Dion, siapa yang mau jagain kamu sayang, kan Dion harus kekantor, iya kan Dion?" Ucap Niken.


"Iโ€” Iya bener apa kata mama sayang, sekarang kamu fokus sama kesehtan kamu, nanti kalo kamu udah bener-bener pulih aku bakal ajak kamu kerumah mama!"


"Beneran sayang, janji ya!" Sahut Vanya kegirangan.


Mendengar jawaban Vanya yang begitu excited, Dion lalu melirik kearah Vanya lewat kaca spion


---------------------


Sesampainya dirumah, Niken langsung menyuruh Dion untuk membawa Vanya istirahat dikamar bawah yang dia siapkan beberapa hari yang lalu sebelum Vanya pulang.


Mungkin sangat asing bagi dirinya, disaat dirinya yang dulu selalu perhatian sama orang yang dia sayang, kini justru malah sebaliknya, sekarang dia yang jadi pusat perhatian bahkan dia tidak mampu melakukan apa-apa tanpa bantuan mereka.


"Sayang kamu mau tiduran apa duduk dulu?" Tanya Dion saat sudah dikamar.


"Aku duduk dulu sayang!" Ucap Vanya lirih.


"Ya udah, aku ambilin minum dulu ya!" Ijar Dion sambil bangun dari duduknya.


Tapi langkah Dion terhenti saat Vanya meraih lengan tangan Dion.


Dion lalu menatap wajah redup Vanya beberapa saat sebelum Dion membalikan badan nya lalu memeluk tubuh Vanya.


"Maafin aku, Van, maafin aku, aku nyesel udah bikin kamu kayak gini maafiinn aku," ucap Dion dalam pelukan Vanya.


"Kamu nggak perlu minta maaf, karena ini semua takdir, justru aku yang harusnya minta maaf karena keadaanku yg sekarang aku jadi ngerepotin kamu, maafiinn aku yah,"


Dion lalu melepaskan pelukannya, dia lalu menatap wajah Vanya kemudian menyingkapkan rambut Vanya yang sedikit berantakan menutupi wajah Vanya.


"Aku nggak pernah merasa disusahin sama kamu, Van, aku Akan terus ada disini sama kamu apapun yang terjadi, aku janji itu sayang!" Ucap Dion kemudian mengecup kening Vanya.


"Makasih, sayang, karena kamu selalu Ada buat aku!" Ucap Vanya kemudian menenggelamkan kepalanya kedalam dada Dion.


Apa mungkin aku harus melupakan semua masalah yang kemarin tentang wanita itu, apa mungkin Dion masih tetap berhubungan dengan wanita itu saat aku koma, siapa sebenarnya wanita itu? Kenapa Dion begitu menutupinya dari aku, apa aku salah bila masih mempertanyakan masalah ini. batin Vanya.


-------๐Ÿ”›๐Ÿ”›๐Ÿ”›๐Ÿ”›๐Ÿ”™--------


Lagi on mood jdinya cepet iya meskipun Cuma dikit nggak apa" yah guys,,,jangan lupa dibaca dikomen Dan juga vote sebagai tanda pengenal kalian.makasihhh and happy reading,,,,,