My Future Is You?

My Future Is You?
15. Jodoh atau Kebetulan lV



Beberapa menit kemudian, dia telah kembali lagi di hadapan Kenzo dengan membawa buku biologi miliknya dan menyerahkan benda itu kepada Kenzo.


“Jangan disobek! Jangan dicoret! Jangan dijual! Jangan dilipat! Jangan di tumpahin makanan atau minuman! Awas kalau lecek, gue bakar rumah lo! ” Vanya memperingatkan.


“Lo kira gue Mail di Upin Ipin? ” tanya Kenzo.


“Ya, kan siapa tahu lo khilaf? Kita kan nggak ada yang tahu, ” jawab Vanya polos.


“Omongan lo ambigu, ” tawa Kenzo langsung membuncah begitu saja. Vanya yang terpancing itu pun langsung ikutan tertawa.


Ponsel yang sejak tadi di bawa Vanya tiba-tiba berbunyi, dia langsung melihat benda itu.


𝙿𝚛𝚒𝚟𝚊𝚝 𝚗𝚞𝚖𝚋𝚎𝚛 𝚒𝚜 𝚌𝚊𝚕𝚕𝚒𝚗𝚐.


𝚂𝚒𝚊𝚙𝚊 𝚗𝚒𝚑? Batin Vanya, kemudian dia langsung mengangkat nya.


“Hal—” Belum sempat Vanya melanjutkan sapaannya itu, tiba-tiba ucapannya dipotong oleh yang menelepon.


“𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚔𝚎𝚝 𝚍𝚎𝚔𝚎𝚝 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚌𝚘𝚠𝚘𝚔 𝚕𝚊𝚒𝚗! ”


Kemudian sambungan telepon terputus.


𝙶𝚒𝚕𝚊 𝚗𝚒𝚑 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐. Batin Vanya.


“Gue pulang dulu, Van. Bye. ” Kenzo kemudian berpamitan kepada Vanya dan dibalas anggukan olehnya.


★ ★ ★ ★


“Kenapa lo, Dek? Muka lo kayak papan selancar gitu?” tanya Nata.


“Laper, ” ucap Vanya.


“Makan lah.”


“Nggak ada makanan, ” ucap Vanya melas.


“Beli.”


“Nggak ada duit, minta duit, Kak! ”


Setelah ucapannya yang berbelit belit dan berputar putar akhirnya Vanya bisa langsung memalak kakak nya.


“ Bilang kek dari tadi, ‘𝚔𝚊𝚔 𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚍𝚞𝚒𝚝’ gitu! Kan nggak usah berbelit, ” Nata mencubit pipi adiknya gemas.


“Aduh, sakit! ” karena tidak terima Vanya menabok pipi Nata pelan, sehingga membuat Nata melepaskan cubitannya dan menatap Vanya cemberut.


“Baper-an! ” cibir Nata. Laki-laki itu kemudian meletakkan selembar uang berwarna biru di atas meja untuk adiknya.


“Namanya juga cewek, pasti baper-nya lebih tinggi dari cowok! ” Vanya duduk di samping Nata dengan menyilangkan kedua kakinya di atas sofa.


“Serah lo deh, Van. Oh iya, mama sama papa kemana? Rumah sepi amat? ” tanya Nata dengan menyelonjorkan kakinya di atas meja di depannya.


“Enggak tahu juga, tadi gue pulang udah nggak ada orang, ” jawab Vanya sambil memainkan ponselnya.


Nata menganggukkan kepalanya. Lelaki itu mengambil remot televisi dan menyalakan nya. Berbeda dengan Nata yang menonton televisi, kini Vanya malah membalas pesan - pesan dari teman SMP nya yang kepo terhadap dirinya.


𝙍𝙊𝙊𝙈 𝘾𝙃𝘼𝙏.


𝙈𝙤𝙣𝙞𝙘𝙖𝙖𝙣𝙖𝙠𝙘𝙚𝙘𝙖𝙣 : 𝚅𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚕𝚘 𝚜𝚎𝚔𝚘𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊? 𝙶𝚞𝚎 𝚔𝚎𝚙𝚘 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚘𝚕𝚊𝚑 𝚕𝚘 𝚝𝚊𝚞. 𝙹𝚊𝚠𝚊𝚋𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚌𝚎𝚙𝚎𝚝 𝚗𝚊𝚙𝚊? 𝙸𝚑 𝚅𝚊𝚗𝚢𝚊𝚊𝚊𝚊𝚊𝚊!


𝙀𝙧𝙞𝙣 : 𝙱𝚝𝚠 𝚖𝚞𝚕𝚞𝚝 𝚗𝚢𝚒𝚗𝚢𝚒𝚛 𝚗𝚐𝚐𝚊𝚔 𝚌𝚊𝚙𝚎𝚔 𝚊𝚙𝚊??


𝙈𝙤𝙣𝙞𝙘𝙖𝙖𝙣𝙖𝙠𝙘𝙚𝙘𝙖𝙣 : 𝙹𝚊𝚑𝚊𝚝 𝚒𝚑 𝚖𝚊𝚜𝚊 𝚐𝚞𝚎 𝚍𝚒𝚔𝚊𝚝𝚊𝚒𝚗 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚌𝚒𝚌𝚊𝚔?! 𝙶𝚞𝚎 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚗𝚐𝚎𝚝𝚒𝚔 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚐𝚘𝚖𝚘𝚗𝚐 𝚙𝚞𝚝𝚛𝚒!


Vanya hampir saja tertawa saat melihat obrolan teman SMP-nya itu. Dengan cepat, dia membalasnya daripada teman temannya semakin rusuh di 𝚛𝚘𝚘𝚖 𝚌𝚑𝚊𝚝- 𝚗𝚢𝚊.


𝙑𝙖𝙣𝙮𝙖𝘾𝙡𝙨𝙩𝙖 : 𝙳𝚒 𝚂𝙼𝙰𝚃𝙰.


𝙈𝙤𝙣𝙞𝙘𝙖𝙖𝙣𝙖𝙠𝙘𝙚𝙘𝙖𝙣 : 𝙴𝚑, 𝚙𝚊𝚛𝚊𝚑! 𝙶𝚞𝚎 𝚗𝚐𝚎𝚝𝚒𝚔 𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚕𝚘 𝚋𝚊𝚕𝚎𝚜𝚗𝚢𝚊 𝚌𝚞𝚖𝚊 𝚍𝚞𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊?!


𝙀𝙧𝙞𝙣 : 𝙼𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚍𝚒𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚕𝚎𝚜! 𝙳𝚊𝚛𝚒 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒𝚝𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚎𝚖𝚒𝚗 𝚌𝚑𝚊𝚝 𝚕𝚘?!


𝙈𝙤𝙣𝙞𝙘𝙖𝙖𝙣𝙖𝙠𝙘𝙚𝙘𝙖𝙣 : 𝙶𝚞𝚎 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚒𝚔𝚊𝚗! 𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚎𝚖𝚒𝚗 𝚐𝚞𝚎 𝚍𝚘𝚗𝚐!


Vanya yang sedari tadi hanya menjadi 𝚜𝚒𝚕𝚎𝚗𝚝 𝚛𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛 itu kini mulai menari- narikan tangannya di atas keypad ponsel nya.


𝙑𝙖𝙣𝙮𝙖𝘾𝙡𝙨𝙩𝙖 : 𝙶𝚞𝚎 𝚐𝚊𝚐𝚊𝚕 𝚙𝚊𝚑𝚊𝚖.


𝙀𝙧𝙞𝙣 : 𝚂𝚒 𝙼𝚘𝚗𝚒𝚌𝚊 𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚔𝚊 𝚔𝚞𝚔𝚎𝚛 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚢𝚊 𝚐𝚒𝚝𝚞.


𝙈𝙤𝙣𝙞𝙘𝙖𝙖𝙣𝙖𝙠𝙘𝙚𝙘𝙖𝙣 : 𝙸𝚑 𝚕𝚘 𝚋𝚎𝚛𝚍𝚞𝚊 𝚔𝚞𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚄𝙿𝙳𝙰𝚃𝙴 𝚜𝚒𝚑! 𝙸𝚝𝚞 𝚕𝚘𝚑 𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚒𝚋𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚝𝚛𝚒 𝚔𝚎𝚕𝚊𝚞𝚝𝚊𝚗 𝙱𝚞 𝚜𝚞𝚜𝚒. 𝙺𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚗𝚐𝚐𝚊𝚔 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚗𝚝𝚒 𝚍𝚒 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚎𝚖𝚒𝚗! 𝙺𝚊𝚗 𝚐𝚞𝚎 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚍𝚒 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚎𝚖𝚒𝚗 𝚐𝚞𝚎.


Vanya tertawa terbahak-bahak saat membaca pesan dari teman SMP -nya itu. Nata yang kaget langsung menatap adik nya dengan pandangan aneh.


“Are you okay? ” tanya Nata.


Seketika tawa Vanya langsung mereda, Vanya berdehem sebentar. “Yap”


Kemudian pandangan Vanya kembali ke arah ponsel nya.


𝙑𝙖𝙣𝙮𝙖𝘾𝙡𝙨𝙩𝙖 : 𝙺𝚊𝚔 𝙽𝚊𝚝𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚒𝚗𝚐 𝚐𝚞𝚎! 𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚒𝚔𝚒𝚗 𝚐𝚞𝚎 𝚔𝚎𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚖𝚙𝚛𝚊𝚝 𝚍𝚒𝚊.


𝙈𝙤𝙣𝙞𝙘𝙖𝙖𝙣𝙖𝙠𝙘𝙚𝙘𝙖𝙣 : 𝙼𝚢 𝚑𝚘𝚗𝚎𝚢 𝙽𝚊𝚝𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚍𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚊?? 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚎𝚒𝚗 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚐𝚞𝚎 𝚋𝚞𝚊𝚝 𝚖𝚢 𝚕𝚘𝚙𝚎.


𝙀𝙧𝙞𝙣 : 𝙽𝚊𝚓𝚒𝚜!


𝙑𝙖𝙣𝙮𝙖𝘾𝙡𝙨𝙩𝙖 : ( 2 )


𝙈𝙤𝙣𝙞𝙘𝙖𝙖𝙣𝙖𝙠𝙘𝙚𝙘𝙖𝙣 : 𝙹𝚊𝚑𝚊𝚝 𝚒𝚑.


Vanya kemudian mengakhiri obrolan dengan teman teman SMP - nya dan kini dia meletakkan ponsel tersebut di samping dirinya. Kini dia menatap televisi yang menyiarkan tentang berita ikan.


“Tuh, Van, makan ikan lo banyakin! Kalau enggak lo bakal di tenggelemin nanti! ” ucap Nata sambil memainkan remotnya.


“Gue suka ikan kok! ” jawab Vanya dan di balas anggukan oleh kakaknya itu.


“Ya udah, gue mau beli makan dulu ya, kak. Bye, ”


Vanya pun menyambar uang tadi dan langsung berlari keluar rumah nya.


"BELIIN GUE FRAPPUCCINO, VAN! ” teriak Nata.


“IYAAA! ” jawab Vanya ikut berteriak.


“Kalau nggak lupa, ” lanjut Vanya sambil cekikikan.