
tidak terasa malam tiba dengan cepat, Nana menghabiskan waktunya dikamar seharian sedangkan Kuro sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.
" aku pulang ! " kata Kuro
" selamat datang, tuan muda ! " para pelayan menyambut kedatangannya
" eh,kenapa rumah ini sepi sekali ?" tanya Kuro
" anu, Nona sedang tidur dan tuan muda Ray menjemput tuan dan nyonya besar dibandara ! " jawab Hima
" EH ? PAPA DAN MAMA KEMARI ?" Kuro terkejut
" be...benar tuan muda " jawab Himawari ragu
" cih, gawat ! hima cepat sembunyikan semua senjataku digudang !" pinta Kuro
" semuanya sudah diatasi oleh nona, tuan muda!" jawab Hima
" ah, syukurlah" Kuro menghela nafas lega
Kuro akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan bersih-bersih, dan tanpa mereka sadari Raymond tiba bersama kedua orang tuanya.
" kita tiba, Ma ! Pa! " kata Ray
" ah, hebat juga tempat ini ! " kata Lisa ( ibu mereka )
"hm, kemampuan Nana memang hebat ! " sahut Tony ( ayah mereka )
" ayo masuk , pa! ma ! " ajak Ray
mereka kemudian masuk kedalam, para pelayan langsung menyambut mereka dengan ramah.
" selamat datang, tuan dan nyonya! " Luciffer dan Himawari menyambut kedatangan mereka bersama para pelayan lainnya
" Luciffer ! Himawari ! lama tidak bertemu, oh ya dimana Nana dan Kuro ?" tanya Tony
" Nona muda sedang istirahat dikamarnya dan tuan muda sedang bersih-bersih dikamarnya ! " jawab Luciffer
" oh begitu ya ? panggilkan mereka !" pinta Tony
" baik tuan besar ! " kata Luciffer sambil memberikan tanda pada pelayan
" mari ikuti saya Tuan besar ! Nyonya ! " ajak Hima menuju ke kamar mereka
" hm, desain interiornya sangat bagus ! apa Kuro yang memilihnya ?" tanya Lisa
" benar nyonya ! nona muda yang mendesain Villa ini , dan tuan muda yang mengurus interior dan eksteriornya " jawab Himawari
" eh, sangat jarang mereka bisa sepakat soal desain ?" Lisa terkejut
" ah, itu ..?" Himawari mengigat sesi debat panjang antara Kuro dan Nana saat mereka tengah menentukan desain interiornya dan bangunannya
" kita sudah sampai Tuan ! Nyonya ! silahkan beristirahat terlebih dahulu ! " kata Himawari
" hm,thankyou ! " jawab Tony
beberapa lama kemudian waktu makan malam tiba, semua orang berkumpul diruang makan untuk menyantap makan malam..
" ah, Mama ! Papa ! " Nana yang baru turun dari kamarnya langsung memeluk kedua orang tuanya
" ah ! Nana ?" Tony dan Lisa terkejut
" kapan kalian tiba ?" tanya Nana
" hm, apa kamu rindu pada kami sayang ?" tanya Lisa
" ehm, aku sangat rindu ! " jawab Nana
" ouw, tuan putri ku ! kami sangat merindukanmu " kata Tony
" aku juga rindu pada Papa ! " jawab Nana
" ah , sayang kudengar kamu sakit ?" tanya Tony
" tidak apa, hanya demam ringan ! " jawab Nana sambil tersenyum manja
" ah, Papa dan Mama sudah tiba ya ?" Kuro menyela mereka
" ah, Kuro ! " Lisa dan Tony langsung melepas pelukan mereka dari Nana dan langsung memeluk Kuro
"ouch, Pa ! Ma ! lepaskan aku !" kata Kuro mencoba menghindari pelukan mereka
" ouw, sakit ! " kata Nana yang terjatuh begitu Tony dan Lisa melepaskan pelukannya
" ah ,Nana ! " Kuro langsung melepaskan pelukan kedua orang tuanya dan langsung menghampiri Nana yang masih terduduk karena jatuhnya
" apa kamu baik-baik saja ?" tanya Kuro khawatir
" ehm, aku tidak apa ! " jawab Nana
" ah, ternyata disini sudah sangat ribut ya ?" tanya Raymond
" ah, Ray sayang !" Lisa memeluk Putra tertuanya itu dan mencium pipinya
" ma ! lepaskan, aku sudah bukan anak kecil lagi !" jawab Ray
" huft, kalian ini semua sama saja ya ? " tanya Lisa kesal
" hahhh, mau bagaimana lagi ?" tanya Nana
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
" bagaimanapun kami adalah putramu bukan ?" kata Kuro
" bagaimanapun kami adalah putramu bukan ?" tanya Nana
mereka bertiga tiba-tiba sepemikiran dan berkata bersamaan
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
" ah ? " nana terkejut
" urgh, HAHAHAHAHA HAHAHAHAH HAHAHA HAHAHA " Semua orang tertawa karena ketidak sengajaan itu
semua orang kemudian menuju ke meja makan dan menyantap makan malam mereka, suasana makan malam yang biasanya hanya dipenuhi pertengkaran dan gelak tawa Kuro dan Nana, hari ini berubah. semua orang saling berbagi cerita dan gelak tawa memenuhi meja makan..
" ah, Ray! kenapa kamu pergi ke Queen's ?" tanya Tony
" aku hanya ingin mencari dia !" jawab Ray sendu
" haahhh, kamu masih belum bisa melupakannya ya ?" tanya Lisa
" tidak ! tidak akan pernah ! " jawab Raymond tegas
" hm, bisakah kita tidak membicarakan hal ini ?" tanya Nana agak kesal
" ah ! " Tony sadar yang dia bicarakan adalah memori terburuk bagi putrinya itu
" haha, maaf sayang ! Papa hanya penasaran dengan cerita kakakmu !" jawab Tony
" dilantai 2 sayap barat sebelum Balkon ada ruang belajar ! Papa bisa memakainya untuk bicara dengan Kak Ray !" sahut Nana
" hm, tentu sayang !" jawab Tony
" aku sudah selesai " Nana pergi meninggalkan mereka
" eh ? kamu sudah selesai Nana ?" tanya Lisa
" hm, aku sudah kenyang !" sahut Nana
" ah ?" Ray terkejut
Nana pergi meninggalkan semua orang dan pergi ke taman dan menenangkan dirinya, Kuro yang melihat hal itu tidak bisa diam saja
" eh ? apa yang ?" Raymond bingung apa yang terjadi
" hahh, jika bukan karena kakak, Nana tidak mungkin masuk ketempat menyeramkan itu ! " sahut Kuro
" Kuro cukup ! " Lisa menyela Kuro
" aku mengerti ! aku sudah kenyang ! " kata Kuro
Kuro kemudian bergegas pergi dan mencari Nana...
" apa kepergianku membawa masalah bagi mereka ?" tanya Ray ragu
" jangan salahkan dirimu sayang! ini salah kami, kami tidak bisa menyakinkan mereka !" kata Lisa
" tidak apa, Ma ! Pa ! aku mengerti ! " jawab Ray
" hahh, cukup Lisa ! Ray,kamu harus terima kenyataan bahwa kamu melukai fisik dan mental mereka ! " sahut Tony
" aku tahu Pa ! tapi apa yang terjadi selama kepergianku ?" tanya Ray
" kita bicara diruang belajar saja ! " sahut Tony
" baik !" jawab Raymond
setelah makan malam, Ray dan Tony bicara diruang belajar Lisa pergi ke kamar untuk mandi , sementara Kuro dan Nana saling menghibur diri. diruang belajar....
" baiklah, Papa hanya akan bicara sekilas saja ! sepertinya mereka sudah menjelaskan perjuangan mereka saat mencarimu. karenanya, aku hanya akan memberitahu kenapa mereka sangat benci membicarakan hal ini !" kata Tony
" aku mengerti , Pa ! " Ray mengganguk
" baiklah, akan kumulai .."
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
" tepatnya 10 tahun yang lalu, setelah kamu pergi. Kuro adalah orang yang pertama kali tidak percaya dengan kepergianmu. waktu itu dia bersikeras pergi menyusulmu ke Negara P akan tetapi setibanya dibandara terdengar berita bahwa pesawat yang kamu tumpangi mengalami kecelakaan, pada saat itu Kuro terpukul dan saat itu juga Nana tidak percaya akan kematianmu. setelah pencarian TIM SAR selama 3 bulan yang tidak membuahkan hasil, akhirnya mereka menyatakan bahwa kamu mungkin meningal dan jasadmu dimakan hiu atau terbawa arus hingga kedasar laut. tapi, Kuro dan Nana tidak percaya akan hal itu. mereka mulai megambil alih Naga Merah dan langsung memulai mencari dirimu. mereka melakukan pencarian disetiap negara setiap wilayah semua dicari,setiap sudut kota tidak pernah terlewatkan. dalam 3 tahun mereka melakukan pencarian tidak berguna selama 3 tahun mereka menghabiskan seluruh siang untuk belajar dan bekerja, sementara sepanjang malam mereka terus memeriksa seluruh kamera pengawas dari seluruh penjuru dunia. !"
" apa mereka melakukan semua itu.?" tanya Raymond
" hm ! itu benar. setelah pencarian 3 tahun yang memuakkan , mereka berhasil menemukan jejak keberadaanmu, dan akhirnya mereka mencoba mencarimu akan tetapi kamu selalu berpindah-pindah, selalu berganti Ponsel, selalu mengganti identitas, itu membuat mereka kesulitan hingga suatu hari Nana menemukan bahwa kamu sedang mencoba menyelinap ke Queen's Red Devil's ! "
" lalu apa yang terjadi?" tanya Raymond
" aku tidak tahu dengan jelas, tapi setelah Nana kembali dari sana. dia menjadi phobia pada air, dia kehilangan kemampuan berenangnya. aku tidak tahu secara jelas tapi, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan lebam, beberapa tulang yang masih retak dan .."
" dan apa ?" tanya Raymond
" dan luka sayatan dipunggungnya ! luka itu tidak bisa hilang, bahkan hingga saat ini " kata Tony sedih
" ah ! tidak mungkin ?" Raymond terkejut
VICTOR_WRITE