
" hiks...lou..is..hiks...Na..na..dia..dia..huaa..."
Tangisnya pecah, buliran mutiara mulai membasahi bahu Louis, dia sangat tahu perasaan Kuro saat ini. ya, saat ini Louis juga merasakan hal yang sama dengan Kuro, hatinya hancur, ketakutan terus membayanginya.
"tenanglah, Nana pasti sedih jika kamu begini"
Louis memeluk erat Kuro, dia juga ingin menangis. tapi, apa jadinya jika mereka berdua menangis disana. yang ada pasti kegaduhan terus terjadi, Louis mengalah dia sangat menderita namun, Kuro pasti jauh lebih menderita.
jam terus berdetak, waktu terus berlalu. Kuro dan Louis masih menunggu kabar tanpa kepastian didepan ruang operasi, Ryoma dan Alan tengah membantu polisi melakukan penyelidikan dan Nana, Nana tengah berjuang.
sekarang sudah pukul 7 pagi, Kuro meminta Charlote untuk mengawasi perusahaan. Ryoma dan Alan bergegas menuju ke rumah sakit, mereka sudah mendapat bukti bahwa Nana tidak bersalah. berita mengenai kecelakaan semalam juga sudah disebar oleh pers, mereka tidak memberitahu akan kejadian yang sesunGguhnya. hanya butuh 10 M untuk menutup mulut seluruh perusahaan pers yang ada di Negara Y.
" Kuro! Louis!" Ryoma dan Alan segera mendapati keberadaan Kuro dan Louis yang terlihat sangat berantakan.
" kalian!" Louis menyambut kedatangan Ryoma dan Alan, mereka menjelaskan situasi yang tengah terjadi dan kini .
PIP
lampu ruang operasi yang sedari tadi berwarna merah kini berubah hijau, pintu yang sedari tadi tertutup rapat kini terbuka. dokter mulai keluar dari ruang operasi, para perawat mulai membawa Nana ke ruang ICU.
" dokter, bagaimana keadaan adikku?" Kuro langsung menahan dokter yang berlalu begitu saja.
" buruk, dia mengalami pendarahan dari dalam, ada sedikit gagar otak, dan beberapa sistem syaraf yang rusak!" dokter itu menatap Kuro dan yang lainnya dengan tatapan serius, dia tidak sedang bercanda ataupun berbohong. kondisi Nana memang seburuk itu.
~~
**Author: huuaaaaT_T Nana-chan
Nana: sialan banget thor ̄へ ̄
Author: Nana-chan yang sabar. padahal kemarin Victo baru aja sembuh ≥﹏≤
Nana: gue ngak peduli thor, cepet sembuhin gue (◣_◢)
Author: ........
Nana: apaan thor? gue ngak paham→_→
Author: biar rahasia :)
Nana: cih, Author si...
Author: udah skip aja, kasihan ditunggu.**
~~
BRUKK
Kuro jatuh ke lantai, tiba-tiba seluruh tubuhnya mati rasa, otaknya tidak bisa mencerna apa yang baru saja dokter katakan, dia mencoba menelan saliva yang ada di tenggorokannya. Louis dan yang lain membatu ditempat, mereka tidak habis pikir Nana bisa mengalami kejadian seperti ini. sekarang hanya satu kata yang terlintas dipikiran mereka.
kenapa bukan aku saja (๏_๏)* ya, hanya kata itu yang kini ada dipikiran mereka. mereka masih terpatung ditempat sedangkan dokter sudah berjalan menjauh. Kini Nana sedang dibawa menuju ke ruang perawatan intensif, Kuro yang tersadar segera mencari keberadaan Nana. dia mendapati Nana ada diruang perawatan intensif. Nana tengah terlelap dalam mimpinya, dia terlihat begitu damai walau ada banyak alat yang menempel ditubuhnya.
" semoga kamu baik-baik saja, Nana!"
ya, kini menatap Nana dari balik kaca adalah keseharian Kuro, dia terkadang lupa akan waktu dan segala hal begitu memandangi Nana yang terlelap. terkadang Kuro bahkan mengabaikan panggilan yang dilayangkan oleh Yora.
Untuk sementara waktu K7 Corporation berada dibawah kendali Louis dan Charlote, Kuro tidak akan mempedulikan masalah perusahaan kecuali itu benar-benar penting. yang ada hanya Nana, Nana, dan Nana. hanya itu alasan baginya untuk berta8 han hidup, hanya demi adik kecil kesayangannya.
waktu terus berlalu, kini Kuro sudah hampir gila karena Nana tidak kunjung sadar. satu sisi dari tubuhnya senang melihat adiknya tengah terlelap dalam damai, namun satu sisi dirinya ingin sekali adiknya itu segera sadar.
kini satu tahun telah berlalu dan hari itu adalah hari yang menyenangkan bagi Kuro, karena hari itu Nana akan sadar.
kuro POV
hari ini masih sangat pagi dan seperti biasa aku menghabiskan hari dengan menatap adik kecilku yang terlelap dibalik sekat kaca, dia terlihat sangat damai dan tenang namun, hari ini sangat berbeda. Dokter dan suster terus menerus keluar masuk ke dalam ruangan itu, mereka silih berganti memeriksa dan mengecek kondisi tubuh Nana.
ya\, pagi ini Nana sadar. saat aku mendengar kabar ini\, aku segera melajukan mobil *****Bugatti La Voiture Noire *****keluaran terbaru yang sudah terparkir di garasi samping mansionku. ya\, tidak mahal sih\, hanya $ 18\,7 Million Dollar's.
setibanya dirumah sakit aku sangat terkejut mendapati Nana yang sudah tersadar, dia bahkan sudah berdebat dengan sang dokter. aku hanya bisa tersenyum menatap tingkah adik perempuan kesanyanganku itu. tidak lama setelah kedatanganku Louis, Ryoma, dan Alan juga tiba. mereka bergegas kemari dan meninggalkan segudang pekerjaan yang tengah menanti mereka.
" bagaimana keadaannya?" Alan yang mendapati keberadaanku didepan ruang perawatan Nana langsung menanyakan kondisi Nana. aku hanya tersenyum sambil menatap ke balik sekat kaca yang membatasi dunia luar dengan dirinya.
sama sepertiku mereka terkekeh melihat tingkah Nana yang kini kembali berlagak menjadi ketua gengster nomor satu di Dunia. tidak lama setelah kami tertawa bersama Nana menatap ke arah kami, muncul raut senang diwajahnya, yang kemudian diikuti dengan raut sedih yang samar.
aku melihat dokter yang kini sedang memarahi Nana habis-habisan. dia menatap ke arah kami, ada sekilas kilauan air mata yang nampak dimatanya, aku tidak mengerti kenapa? tapi, rasanya aku ingin masuk ke sana, ingin memeluk gadis kecil itu, ingin sekali aku melindunginya dan tak akan pernah aku lepaskan dari perlindunganku.
Dokter tiba-tiba meminta kami masuk, dokter bilang Nana ingin menemui kami. aku sangat senang mendengar hal itu, kami bergegas masuk dan.. ya, keributan besar terjadi. Ryoma, Louis, alan dan aku memeluk Nana dengan sangat erat, air mata kami tumpah memenuhi ruangan. kebahagiaan yang tadi muncul kini berubah menjadi isak tangis yang melegakan.
Nana mencoba menghibur dan menenangkan kami, tapi Alan membuatnya semakin menangis. kini sudah 20 menit kami terisak dan kami sudah lelah.
" hahh..rasanya sudah sangat lama tidak melihat kalian!" Nana menyandarkan dirinya pada headboard dibelakangnya, dia menatap kami dengan tatapan yang teramat dalam.
" heh, tentu saja! kamu tidur sangat lama" Alan langsung saja duduk ditepi ranjang Nana dan menusuk-nusuk pipi Nana dengan jari telunjuknya.
" hm, bagaimana keadaanmu,Nana?" ya, Ryoma hanya bertanya tentang kondisinya, memang bukan gaya Ryoma jadi dia hanya bertanya sekilas tanpa basa-basi.
sedangkan aku dan Louis hanya menonton perdebatan antara Nana dan Alan yang berlangsung panjang, sudah lama rasanya tidak sebahagia ini.
~~
Author: padahal cuma Author bikin 2 episode aja ;)
kuro : bodo amat, kan yang jalanin ceritanya gue thor :/
**Author: ok\, siap-siap aja buat pindah lapak kamu\, sekarang saya pecat kamu! **
Kuro: WHAT? ok, kamu mau pendanaan novel ini dihentikan?
Author: Novel ini tidak di danai oleh siapapun termasuk anda tuan muda Kuro _-
~~
victor_write