
ya, akhirnya mereka mencoba beragam cara untuk membuat Nana makan, mereka menyuapi paksa bubur pada Nana, namun Nana memutahkan kembali bubur itu. yang dia inginkan hanya kakaknya itu, ke-empat pria itu terus mencoba memutar otak, bahkan mereka sempat mencoba menyuapi dengan Mouth to Mouth, tapi Nana tetap memuntahkan kembali makanannya.
Tiga hari telah berlalu, kondisi Nana semakin memburuk. Ryoma, Louis, Alan dan James semakin menggila. kini mereka hanya memikirkan cara supaya Nana mau makan, dan... ini yang mereka dapat.
" ayo kita culik tuan muda!" Seru Alan sambil menggebrak meja.
" hei, itu ide bangus!" Ryoma menyepakati ide Alan, ya walau itu ide gila tapi, mungkin ide ini satu-satunya cara agar Nana mau makan. mungkin Ryoma sudah terlalu gila dengan kondisi Nana saat ini.
mereka kemudian memutuskan untuk menculik Kuro. ya, ini hal gila. mereka mendapat beberapa pukulan yang gila dari Kuro, namun akhirnya mereka berhasil membawa Kuro.
" urgh..." Kuro dilempar begitu saja ke sofa.
" hei, apa yang kalian lakukan?" Kuro kesal melihat Ryoma dan Alan yang memeperlakukan dirinya dengan sesuka hati mereka.
" maaf ya tuan muda!" Alan melepas ikatan di tangan dan kaki Kuro. sedangkan Kuro masih sangat marah dan kesal, bagaimana bisa dia diperlakukan begini?
" jadi, ada apa?" Kuro memperbaiki posisi duduknya, kemudian melipat tangannya kedepan dada dan menatap intens kedua pria yang ada didepannya.
" ini ka..."
" GAWAT, DIMANA KURO!?" Louis membuka pintu dengan keras dan mencari keberadaan Ryoma dan Alan.
" hahh, bisakah kamu tenang sedikit. Louis?" Ryoma kesal dengan tingkah salah satu temannya itu, dia memotong ucapannya saat dia baru sempat membuka mulut!  ̄へ ̄
" TIDAK BISA, KONDISI NANA SEMAKIN BURUK!" Louis yang mendapati Kuro ada disana langsung menariknya kekamar.
" Nana!" Kuro sangat terkejut melihat Adik kecilnya terkapar lemah di ranjang, wajahnya terlihat merah, keringat membanjiri tubuhnya. dia tidak tahu apa yang dilakukan oleh ke-empat pria itu padanya.
" ka..kak...." Nana tersenyum melihat Kuro. dia merasa lega sekarang, ketakukan yang ada dihatinya kini menghilang.
" oh My God! baby, what happen with you?" Kuro menyentuh dahi Nana, demamnya sangat tinggi hingga dia bisa memasak air panas disana.
Kuro segera pergi mengambil sewadah air dan handuk kemudian mengkompres adik kecilnya itu, setelahnya Kuro pergi ke dapur dan membuat bubur untuk Nana. sedangkan Alan dan yang lainnya kini bisa beristirahat dengan tenang tanpa harus pusing-pusing mengkhawatirkan kondisi Nana.
" hahh, akhirnya kita bisa mengistirahatkan otak kita." James merebahkan dirinya di long Sofa milik Louis.
" hm, aku mau tidur!"
Ryoma merebahkan dirinya ke karpet di depan televisi. tubuhnya sudah lelah menjaga Nana yang keras kepala seharian, dan dia juga merasa lelah setelah mendapat beberapa pukulan keras dari Kuro yang meninggalkan bekas lebam ditubuhnya.
" ah, kau punya Video Game!"
Alan yang melihat rak penuh konsol dan dvd, Alan segera menyalakannya dan mulai bermain. Louis yang melihat Alan sangat menikmati permainan itu, ikut bermain dan menghabiskan waktu.
Kuro kembali ke kamar Louis dengan semangkuk bubur untuk Nana. dia membangunkan adik kecilnya itu dan memaksanya untuk makan dan minum obat, dan akhirnya Nana mau menyantap bubur buatan Kuro. dia menghabiskan semangkuk bubur kemudian meminum obat yang diberikan Kuro.
" baby, can you sleep?" Kuro menyelimuti Nana dengan selimut hingga setinggi lehernya. dia mengusap lembut surai panjang Nana dan mengecup keningnya sayang.
" ehm.." Nana menggeleng pelan, dia hanya ingin kakaknya berada disampingnya saat ini.
" ok, can i escort you?" Kuro menggenggam erat tangan Nana, kemudian mencium punggung tangan kecil itu.
" i love you" Nana memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur.
"urgh..."
Kuro terbangun setelah tertidur selama 3 jam, dia kemudian menatap ke jam dinding yang bertengger dengan tenang di sudut kamar Louis. Kuro terkejut mendapati hari sudah gelap,dia bergegas menuju ke dapur dan membuat makan malam.
saat dia keluar dari kamar, dia terkejut mendapati ke-empat pemimin gengster itu tengah terlelap dalam tidurnya. dia mendapati mereka sangat kelelahan, jadi Kuro mengambil beberapa selimut yang ada dilemari Louis kemudian menyelimuti mereka hingga ke bawah pangkal leher mereka.
Kuro kemudian segera pergi ke dapur kemudian membuat makan malam, dia memasak spageti dan beberapa tumis sayuran untuk ke-empat pria yang kini tengah tertidur di ruang tamu, sedangkan dia membuat semangkuk bubur untuk Nana.
" hahh, akhirnya selesai!" Kuro pergi membawa semangkuk bubur ke kamar Louis dan meletakkannya dimeja yang ada disamping Nana, sementara dirinya menggunakan kamar mandi dan meminjam pakaian milik Louis.
" Urgh.." Nana terbangun dari tidurnya, aroma bubur milik Kuro membuat perutnya menari-nari sedari tadi. ya, dia sudah tidak makan selama 3 hari, mau bagaimana lagi? perutnya pasti sudah minta makan sejak beberapa hari yang lalu.
" kamu sudah bangun, sayang?" Kuro melihat adik kecilnya mengeliat dan terbangun dari tidurnya.
" apa aku mengganggu tidurmu?" tanya Kuro sambil mengusap surai hitam milik adiknya itu, dia pikir mungkin suara air dari kamar mandi yang mengganggunya. Kuro membantu Nana untuk duduk dan menyandarkannya ke headboard tapi Nana malah mencari tubuh sang kakak yang dingin.
" aku lapar.." kata Nana lemah, dia hanya menyandarkan tubuhnya pada dada bidang kakak laki-lakinya itu.
" haha, sini aku suapi" Kuro mengambil mangkuk berisi bubur yang dia letakkan di atas meja, Kuro menyuapi Nana dengan telaten, dia meniup setiap suapan dengan sabar dan membersihkan sisa makanan yang terdapat diwajahnya.
setelah selesai menyuapi Nana, Kuro memberikannya obat dan memintanya untuk meminumnya.
" nah, sekarang kamu tidur ya!" Kuro mencium kembali kening adik kecilnya itu.
"ehm..." Nana menggeleng, dia mau bermain. Nana sudah tiga hari ini hanya terbaring diatas ranjang, tubuhnya terasa sakit semua.
" lalu, kamu mau apa?" Kuro tersenyum menampilkan gigi putihnya.
" aku mau jalan-jalan!" kata Nana yang seketika mendorong jauh dirinya dari dada Kuro.
" hahh..." Kuro mencubit pelan hidung mancung yang terukir dengan indah diwajah Nana.
" kamu masih sakit, jangan pergi keluar. sebentar lagi musim dingin, udara di luar sangat dingin demammu bisa semakin parah!" ucap Kuro sembari mencubit hidung Nana lembut.
" argh..." Nana kesal dengan sikap kakaknya, dia kembali menyandarkan dirinya dengan keras ke tubuh kakak laki-lakinya itu.
" ouch" Kuro sedikit terbentur ke Headboard yang ada dibelakanggnya.
" ayolah jangan marah, bagaimana kalau aku bernyanyi dan kamu tidur!" Kuro memeluk tubuh adik perempuannya itu dari belakang, kemudian Kuro mulai bernyanyi.
kini perlahan-lahan Nana tidur dalam pelukan kakaknya itu, senandung lagu nina bobo membuatnya terlelap.
" eh, sudah tidur ya?" Kuro meletakkan Nana yang terlelap.
" selamat malam, sayang!" Kuro menyelimuti Nana hingga setinggi pangkal lehernya.
VICTOR_WRITE