MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 54



"ah, Nana!" semuanya terkejut melihat Nana ada disana. mereka bersyukur melihat Nana tiba disana.


" KALIAN!?" Nana geram melihat anggota geng Naga perak yang menyakiti dan melukai saudara laki-laki , paman, dan kakeknya. Dia lebih terkejut ketika melihat ada seseorang yang menyentuh dan berniat melecehkan saudari perempuannya.


" heh, siapa ini?" tanya salah seorang anggota geng Naga perak dengan nada mengejek.


" haha.." Nana tersenyum, dia menyunggingkan senyumnya. kemudian dia mengangkat tangan kanannya, disana terdapat pistol kaliber dengan jenis MU1-JHP dengan peluru berukuran 9X19 cm yang memiliki akurasi tinggi.


" selamat malam!" Nana menarik pelatuknya kemudian


DORR..


peluru berukuran 9X19 cm masuk kedalam menembus jantung pria itu...


" Ryu.. habisi!" Nana memberikan titah pada Ryoma. mereka kemudian melakukan pembantaian selama 10 menit.


semua yang ada disana sangat terkejut, darah membanjiri lantai. wajah dingin dan terkejut karena melihat pembantaian itu. Nana berjalan dengan santai menuju kearah kakaknya yang hampir dilecehkan tadi. dia melepas Jaket kulit-nya kemudian memakaikannya kepada kakak perempuannya itu.


" ah!" semua orang sangat terkejut, punggung kecil yang ditutup sebagian oleh tanktop, disana terlihat jelas sayatan dan ratusan jahitan ada dipunggung gadis kecil itu. Nana memang sudah biasa terlihat dengan setelan seperti itu. hanya sebuah tanktop dan jaket kulit yang membalut tubunya. tubuh kecil yang biasa tertutup dengan jaket kulit itu kini terlihat sangat memilukan.


" jangan melihatnya, jika kalian mengasihaniku...lebih baik jangan lihat!" nampak jelas kharismanya saat itu. Nana terlihat sangat keren, seperti seorang kesatria yang berjuang dimedan tempur.


Nana membebaskan saudara laki-laki dan pamannya. dia menembak rantai itu tanpa melukai mereka, Nana kemudian meminta mereka yang bisa bergerak untuk mengobati yang terluka.


sementara Nana dan Ryu tengah menyingkirkan mayat-mayat yang baru mereka bunuh bersama para pelayan.


" apa Mama terluka?" tanya Nana tanpa menoleh ke arah wanita itu.


" ah?" Lisa hanya diam dan memeluk putrinya itu dari belakang. dia memeluk erat gadis kecilnya itu, hingga Nana melepas pelukan ibunya.


" aku baik-baik saja! jangan mengasihaniku, itu hanya membuatku lemah. Tris sudah tahu akan hal ini sejak dulu, dan dia tidak peduli akan hal ini." Nana melepas pelukan wanita itu, kemudian menjatuhkan mayat yang tadi dia seret keluar. kini dia mencium wajah wanita itu, senyum diwajah Lisa muncul.


" tidak peduli seberapa acuh Mama padaku, Mama adalah malaikat. dan tidak peduli seberapa acuh Papa padaku, Papa adalah pahlawanku." kata Nana yang tersenyum pada ibunya itu.


" terimakasih, Nana!" Lisa tersenyum.


"hm, Mama obati Papa saja, biar aku dan Ryu yang membereskan kekacauan ini!" kata Nana sambil mengangkat dan mengepalkan tangannya yang penuh akan darah.


" hm" Lisa hanya tersenyum melihat putrinya itu. dia melihat punggung kecil yang begitu kuat.


" semuanya sudah selesai, Nona!" kata Ryu yang baru saja mendapat kabar dari salah seorang bawahannya.


" aku mengerti, bereskan mereka dan berikan tunjangan untuk keluarga geng Naga perak!" kata Nana memberi arahan. bukankah ketua kita terlalu baik, dia bahkan masih mau memberi tunjangan bagi keluarga Geng Naga Perak.


" oh ya, untuk orang-orang kita yang terluka segera bawa mereka kerumah sakit dan bagi yang meninggal antar mayatnya ke tempat tinggal mereka dan jelaskan pada keluarganya, beri mereka tempat tinggal dan biayai sekolah anak-anak mereka, berikan mereka kompensasi sebesar 5 milliard!" kata Nana memberi titah.


" baik, nona!" Ryu segera menjalankan perintah dari nonanya itu.