
" wow, kalian sangat hebat!" ken Yuri memuji
" ah, tuan muda Ken. beginilah caranya bisnis bekerja, kamu membutuhkan relasi yang bagus. " Kuro menyela
" hm, aku mencari bibit terbaik dari semua orang yang ada disini. kemudian Kakak yang bertugas untuk menawarkan proyek perusahaan yang mungkin layak bagi mereka." Nana melanjutkan
" ah, apa aku bisa belajar lebih dari kalian?" tanya Ken Yuri
" hm, kalau kamu bisa menemukan kami, kami akan mengajarimu dasarnya!" kata Nana
" hm, terimakasih banyak. Nona Nathalia" Ken Yuri tersenyum
tiba-tiba ditengah pembicaraan mereka, Raymond dan wanita sialan itu datang dan mencari masalah dengan Nana.
" ah, maaf" kata wanita itu yang tidak sengaja menumpahkan minuman ke gaun Nana
" URGH...apa yang?" Nana terkejut
" ah, adik ipar?" wanita itu berpura-pura menyesal
" Nana? Kuro? kenapa kalian disini?" tanya Raymond
" ah, nona Yuu, apa anda baik-baik saja?" tanya Ken Yuri
"hm, aku baik-baik saja" jawab Nana
tiba-tiba mereka menjadi pusat perhatian, terutaman setelah mereka menyadari bahwa gaun nana adalah salah satu koleksi yang dimilik Seven. sementara itu Raymond mencoba menyelesaikan masalah ini, sementara wanita itu... malah merusak suasananya.
" adik ipar, maaf ya. aku tidak sengaja" kata wanita itu, dia mencoba membersihkan gaun Nana
" cih, jauhkan tangganmu dariku!" Nana menepis tangan gadis itu
" hei, apa yang? kamu boleh membenci Violet, tapi jangan mempermalukan dia!" Raymond jadi naik pitam melihat tingkah Nana
"apa? kakak mau menamparku lagi?" tanya Nana menaikan nada bicaranya
" ayo kita pergi, Kuro" Nana menarik tangan Kuro
walau Nana memutuskan untuk tidak mencari masalah tapi wanita itu menahan Nana, dia berusaha menahan Nana disana. dia berencana mempermalukan Nana tetapi itu tidak berhasil. sebelum dia sempat melaksanakan rencananya, Tiba-tiba lampu gantung di ruangan itu terjatuh
" eh,?" Nana melihat ke atas, dia melihat lampu gantung itu bergoyang dan tiba-tiba talinya putus dan membuat lampu itu jatuh kebawah
" SEMUANYA MENYINGKIR DARI SINI!!!" teriak Nana yang sembari menjauh menarik lengan Ken Yuri dan Raymond.
BRRRUUAAKKKK...............
lampu gantung itu jatuh dan menimpa beberapa orang.
" urgh, uhuk..uhuk.." Nana bangun dan menyingkir dari reruntuhan
" Kuro?" orang pertama yang dia cari? tentu saja kakaknya itu
" uhuk..........uhuk.." Kuro menyingkirka beberapa bongkahan batu yang menimpanya
" apa kamu baik-baik saja?" tanya Nana
" AH, NANA! KAMU???" Kuro terkejut melihat Nana tertimpa batuan besar, walau Nana sudah menyingkirkannya tetapi, tubuhnya terluka parah
" aku baik-baik saja!" Nana berdiri, tidak lama setelah itu para pelayan Hotel dan Bodyguard Nana datang. Nana menyuruh mereka untuk melakukan pertolongan pertama, Nana meminta para pelayan hotel mengobati yang terluka, dan dia juga meminta bodyguard-nya untuk menolong orang-orang yang tertimpa lampu gantung. saat lampu itu berhasil diangkan, Nana dan Kuro sangat terkejut
" KAKAK!!" Kuro dan Nana berteriak terkejut melihat Raymond tertimpa lampu gantung, dia mencoba melindungi wanita itu
" ah, Nana? tolong.....selamatkan ..Vi..olet" itu kata-kata pertama yang dikeluarkan raymond dari mulutnya
" ah? dasar bodoh!" Nana dan Kuro pergi meninggalakan Raymond bergitu saja. dia meminta izin pada Ken Yuri, mereka pamit lebih dulu. kekacauan ini membuatnya Stress. walau begitu dia meminta para Bodyguard-nya membawa Raymond ke rumah sakit. sementara itu dia meminta mereka mengikat wanita itu di markas, Nana kemudian menghubungi Louis, dia memintanya untuk datang kemari dan mengawasi wanita sialan ini.