
" hahh..rasanya sudah sangat lama tidak melihat kalian!" Nana menyandarkan dirinya pada headboard dibelakangnya, dia menatap kami dengan tatapan yang teramat dalam.
" heh, tentu saja! kamu tidur sangat lama" Alan langsung saja duduk ditepi ranjang Nana dan menusuk-nusuk pipi Nana dengan jari telunjuknya.
" hm, bagaimana keadaanmu,Nana?" ya, Ryoma hanya bertanya tentang kondisinya, memang bukan gaya Ryoma jadi dia tidak perlu basa-basi.
sedangkan aku dan Louis hanya menonton perdebatan antara Nana dan Alan yang berlangsung panjang, sudah lama rasanya tidak sebahagia ini.
tiga hari telah berlalu, kini Nana sudah diizinkan keluar dari rumah sakit. ya,walau sebenarnya Nana yang memaksa keluar lebih awal.😅
Author POV
" hahhhh....rasanya lega bisa keluar!" Nana berjalan sambil merenggangkan tubuhnya menuju ke parkiran basement rumah sakit.
"haha, kamu ini benar-benar" Kuro mengusap lembut surai hitam yang ada disampingnya.
" heh, kamu sendiri tahu kalau aku benci obat" Nana berhenti dan berbalik sambil menunjuk jarinya ke arah Kuro.
" eh, tapi kamu terlihat sangat damai dan tenang!" Kuro membuka pintu, sebuah mobil ferrari berwarna hitam tengah menanti disana.
"ah,cantik!" Sudah lama Nana tidak melihat mobil, ini adalah hari pertamanya setelah satu tahun tertidur dalam koma.
" hm, indah bukan! ferrari monza sp2 " Kuro mempersilahkan Nana untuk masuk.
" ahhh(â•¥_â•¥)" Nana mencari ponselnya disaku jaketnya,namun dia tidak menemukannya.
" ada apa?" Kuro yang melihat adiknya itu tengah kebingungan mencari sesuatu memberanikan dirinya untuk bertanya.
" dimana ponselku?" Nana masih sibuk mencari-cari ponselnya.
" ah, ponselmu rusak parah jadi, aku buang!" Kuro mulai memasukkan perseneling dan mulai menginjak pedal gas.
" APA! aku mau ponsel baru!" Nana melipat kedua tangannya didepan dada dan menatap Kuro dengan kesal.
" hm.." Kuro hanya tersenyum melihat tingkah lucu adiknya itu.
kini mereka telah tiba disalah satu pusat perbelanjaan teknologi ternama di Negara Y.
" kamu mau yang mana?" Kuro mengusap lembut wajah Nana yang kini terlihat masih marah besar. ya, itu memang ponsel kesayangan Nana. dia membuat sistem ponsel itu sendiri, dia tidak mau menggunakan ponsel biasa. padahal dia punya puluhan ponsel bermerek, limited edision series, tapi dia hanya menggunakan ponsel dengan sistem yang dia buat.
" hm?" Nana memandangi ponsel yang ada dibalik sekat kaca, dia kini tengah meletakkan jari telunjuk di dagunya dengan pose berpikir. itu benar-benar manis.
" nona, aku sarankan yang ini, ini adalah ponsel limited keluaran terbaru." salah seorang pegawai menunjukkan sebuah ponsel keluaran terbaru dengan warna hitam.
" berikan padaku!" Nana memperhatikan setiap inchi dari ponsel itu, mulai sistemnya, mesin, dan semua onderdil yang ada.
" bagaimana?" Kuro menatap Nana dengan penuh rasa gemas pada Nana yang kini tengah sibuk membongkar ponsel yang ada didepannya.
" hahh, aku ambil saja. oh ya, berikan aku nomornya sekalian!" Nana menatap manja pada Kuro, ya tentu saja. dia baru keluar dari rumah sakit, tanpa membawa ponsel ataupun dompet.
" hahhh" Kuro menghela nafas panjang, padahal sudah sangat jelas bahwa Nana lebih kaya dari Kuro tapi, dia masih saja suka menghabiskan isi dompet kakaknya itu π_π. ya, pemegang 65% saham perusahaan K7 dipegang oleh NANA. selain itu jabatannya sebagai wakil presdir sekaligus direktur utama dari ribuan bahkan jutaan cabang perusahaan lain yang berada dibawah tangan Nana, sudah tidak terhitung jumlahnya.
ya, wajarlah. orang paling kaya sedunia dengan total kekayaan USD $ 250 milliard.
" thanks, Kuro" Nana mencium pipi kiri Kuro sambil tersenyum manis.
setelah selesai membeli sebuah ponsel untuk Nana, mereka akhirnya pergi kembali ke kediaman, setibanya dikediaman...
" aku pulang!" para pelayan menyambut kedatangan Nana dan kuro, mereka membungkuk dan memberikan sambutan penuh makna bagi Nana.
" selamat datang, Nona!" para pelayan itu menyambut Nana dengan senyuman hangat, membuat Nana hampir menitikkan air mata karena terharu.
" urgh, kalian...." Nana menutup mulutnya dengan kedua tangganya. dia benar-benar terharu dengan pemandangan yang ada didepannya. para pelayan yang menyadari reaksi dari nonanya langsung berlutut dan menundukkan kepalanya untuk menghormati nonanya itu
" ken?" Nana bingung karena tiba-tiba saja Ken menarik lengan Nana dan mencium punggung tangannya, kemudian membukakan pintu untuknya.
" Jun!" saat pintu terbuka disana nampak Jun yang tengah menunggu kedatangannya, dibelakangnya terdapat ratusan meja yang penuh dengan makanan dan anggur yang nikmat. Nana langsung terpukau dengan pemandangan yang disuguhkan didepan matanya.
" ini, kalian!" Nana memeluk erat kedua koki favoritnya itu. Nana kemudian berbalik dan memberi salam dengan style kerajaan, dia membungkuk dan mempersilahkan para pelayan untuk masuk.
setelah semua pelayan masuk, Nana dan Kuro juga masuk dan duduk disalah satu meja yang telah disiapkan disana. Nana mengangkat segelas jus Jeruk kemudian diikuti yang lainnya untuk bersulang.
~~
Nana: Thor, kasih gue wine dong ^o^
Author : NO COMENT
Nana: Victo, ayolah! masak ketua gengster minum jus jeruk?:(
author: iya ya?
GENGSTER APAAN
Nana: yayyy!!! ^3^
Author: NO COMENT !!!
~~
pesta dilanjutkan dengan sangat meriah mereka semua bersulang untuk kesembuhan Nana walau Nana sendiri tidak minum. dia baru keluar dari rumah sakit, tentu saja Kuro juga tidak mau kalau adiknya itu masuk rumah sakit lagi.
" ahh...aku kenyang!" Nana menyantap habis makanan yang ada di depan matanya kini seluruh piring yang ada di meja makan telah kosong. Jun dan Ken sangat senang karena Nona kesayangannya ini telah kembali lagi, jadi dia bisa memasak berbagai jenis makanan untuk nona tercintanya.
" kamu pergilah istirahat!" titah Kuro pada Nana, dan Nana hanya mematuhinya.
Nana bergegas ke kamarnya dan pergi beristirahat, sedangkan Kuro memilih untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang telah menantinya. Nana terlelap namun... saat tengah malam dia terbangun karena haus.
Nana berjalan menuju ke dapur, dan dia mendapati ruang belajar Kuro masih terbuka dan lampunya masih menyala. Nana memutuskan untuk mengetuk pintu itu dan Kuro menengok ke arah Nana.
" apa kamu akan berkencan dengan berkas-berkass itu untuk malam ini\, **Presdir Kuro " **Nana berjalan masuk dan memeluk Kuro dari belakang.
" hahh, bukankah presdir yang sebenarnya tengah bercinta dengan selimut dan bantal?" Kuro masih fokus dengan berkas-berkas yang ada didepannya, dia bahkan tidak menengok ke arah Nana sedikitpun.
" do you want a Coffee?" tanya Nana yang langsung diangguki oleh Kuro. Nana berjalan keluar dan berniat untuk kembali ke dapur.
Nana kembali dengan Coffee yang berada didalam mug berwarna hitam polos. dia segera menuju ke ruang belajar dan memberikan Coffee yang Kuro inginkan.
TAK
Nana meletakkan mug hitam disampingnya kemudian bergegas menuju ke kamarnya. akan tetapi saat dia akan pergi Kuro menahan lengannya dan menariknya ke pangkuan Kuro.
" ouch, apa yang?" Nana menggerang kesakitan. sedangkan Kuro hanya menjatuhkan kepalanya diantara ceruk leher Nana. dia memeluk Nana dengan sangat erat, Nana bahkan merasakan ada sesuatu yang membasahi bahunya.
" hahh..." Nana hanya memeluk balas Kuro, kemudian mengusap lembut surai kakaknya itu.
" kumohon sebentar saja" Kuro mempererat pelukannya dan Nana hanya terdiam. setelah dirasa cukup bagi Nana, dia mendorong tubuh kakaknya itu.
" sudah?" Nana menatap kesal pada Kuro, dia yang mau tidur saja kenapa harus repot-repot seperti ini?
" haha" Kuro tersenyum kemudian mencium pucuk kepala Nana.
" hm.." Nana mencium pipi kanan Kuro kemudian kembali menuju ke kamarnya. sedangkan Kuro kembali menlanjutkan kencannya dengan tumpukan berkas dan laptopnya.
VICTOP_WRITE