
" ahh, sangat segar!" Nana meneguk sekaleng soda yang dia beli, sedangkan Kuro hanya terkekeh melihat tingkah menggemaskan adik kesayangannya itu.
" hm, aku lapar!" kata Kuro yang melihat Nana yang puas bermain. Nana terdiam sejenak, berusaha menenguk saliva yang tertahan di tenggorokannya. dia teringat kalau dia baru saja makan 4 porsi kepiting besar dengan Ryoma.
" ayo kita pergi makan!" ajak Nana bersikukuh menyenangkan saudara kembarnya ini, ya walau perutnya menolak untuk makan,
" tidak, Jun dan Ken sudah membuat makanan untuk malam ini!" kata Kuro yang menahan lengan adiknya. Nana terdiam mendengar nama kedua koki kesayangannya itu, dia sempat berpikir sejenak.
" JUN DAN KEN!!" begitu mendengar nama kedua koki kesayangannya itu, Nana tidak bisa bersabar untuk segera pulang dan menyantap makanan buatan mereka. dia bahkan lupa kalau dia sudah makan dengan porsi yang sangat gila.
beberapa minggu telah berlalu, setelah semua kekacauan dan ujian yang mereka lewati, liburan musim panas-pun tiba. Nana dan Kuro memutuskan untuk kembali ke Negara X, walau mereka kembali ke Negara X, mereka tidak kembali ke kediaman utama keluarga Yuuki. mereka pergi ke Villa pribadi mereka, mereka memanggil Charlote dan Louis untuk berlibur bersama mereka, mereka tidak lupa memanggil Tris dan Yora untuk bermain bersama.
" Nonaku!" Louis yang baru tiba langsung memeluk Nana.
" urgh, Louis lepaskan aku!" Nana mendorong Louis menjauh.
" haha," Kuro dan Charlote hanya tertawa melihat tingkah kedua anak itu.
" apa kamu juga mau dipeluk Charlote?" tanya Kuro mengejek. Charlote hanya membuang muka melihat tingkah atasannya itu.
" TIDAK!!!" Louis dan Nana sepakat dalam sekejap. bagaimanapun Charlote adalah pacar Louis dan bagi Nana Charlote sudah lebih dari saudara baginya.
" eh?" Kuro murung, dia berjalan mendekat ke arah pintu dan ingin menutupnya.
" KUROGANE YUU!!" tiba-tiba ada suara yang memanggil Kuro dengan keras.
" ah, YORA!!!" Kuro mengenali dengan jelas suara wanita itu, Yora Rose itu tunangannya. Kuro berlari dan bergegas memeluk Yora yang baru tiba itu.
" hahh, dasar kalian berdua ini?" Tris menepuk jidatnya melihat kelakuan kakak dan kakak iparnya ini.
" dasar tukang iri!" kata-kata ini begitu saja keluar dari mulut Yora. Tris yang mendengarnya langsung menggenggam dada kirinya dengan erat dan membuat ekspresi tidak percaya.
" hahaha.." semua yang ada disana tertawa melihat Tris yang seketika hancur harga dirinya.
" Na...na..." Tris berjalan mengelayut dan menghampiri tunangannya itu. Nana hanya menoleh dan tersenyum melihat tingkah tunangannya itu.
" oh, Tris kecil kemari!" kata Nana merentangkan tangganya dan bersiap memeluk tunangannya itu. Tris langsung melompat dan masuk ke dalam pelukan Nana, membuat iri setiap makhluk yang ada disana.
" kita akan berlibur di Negara H!" Nana menjawab pertanyaan Louis.
" YAYY!!" semuanya bersorak riang, mereka akan menghabiskan sepanjang musim panas disalah satu pulau pribadi milik Nana. mereka akan pergi beberapa hari lagi, jadi untuk beberapa hari ini mereka akan bersenang-senang di Negara X.
pagi itu....
" Nana bodoh cepat bangun!" Kuro membangunkan Nana, Kuro berteriak dari dapur untuk membangunkan Nana yang tertidur disofa ruang tamu.
" urgh.." Nana yang baru bangun segera melangkahkan kakinya dan pergi menujuĀ kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya.
" huah.." Nana berjalan menuju kedapur, dia melihat Kuro yang sedang memasak. dia menyandarkan dirinya kepunggung Kuro dan memeluk pinggang kakaknya itu.
" ah, sayang apa yang kamu lakukan? jika kamu begini, masakannya akan hangus!" kata Kuro mencoba mendorong Nana untuk pergi sebelum Yora melihat tingkah adik tercintanya itu.
" urgh...?" Nana menarik kursi dan kemudian menjatuhkan kepalanya diatas meja makan. Kuro hanya tersenyum melihat tingkah menggemaskan Nana.
" selamat pagi, nana!" Tris, entah dari mana dia berasal tiba-tiba dia membisikkan kata-kata itu ditelinga Nana.
" urgh, Tris! per..gi.." Nana mendorong Tris menjauhinya.
" haha, sayangku ini sangat manis!" gumam Tris, yang mengangkat kepalanya dan mendudukkan dirinya di samping Nana.
" hi, monyet gunung! siapa yang kamu panggil sayang, hah?" Kuro kesal melihat sikap Tris yang begitu menggoda Nana.
" haha, sepertinya ada yang cemburu disini?" Tris berkata dengan nada mengejek.
" heh?" Kuro mulai menikmati perkelahian tidak berguna itu, mereka terus berdebat bagai serigala dan monyet hingga Louis tiba..
" nonaku! selamat pagi!" ucapnya pada Nana,
" MENYINGKIR DARI SINI HARIMAU GILA!" kata mereka berdua kompak.
" hahh...ini masih pagi, matahari baru muncul dan aku sudah melihat perang!" Nana mengejek mereka bertiga, dia tidak terlalu mempedulikan apa yang dilakukan oleh ketiga laki-laki itu. dia hanya mencoba untuk tidur sebentar.