
" hm, jadi kamu masih ingat aku ya ?" tanya Mike merendahkan
" ah !" Anthonio ketakutan
" hahh...ayo pergi !" kata Mike
kemudian Nana ,Mike dan Kuro berjalan pergi meninggalkan sosok Anthonio yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. seingatnya Mike sudah dia singkirkan, tapi kenapa sosoknya kembali lagi ke dunia ini? ini adalah pertanyaan besar baginya.
" ah, senangnya !" kata Mike
" apa kakak akan mengambil alih Jinx Corporation ?" tanya Nana
" hm, tidak !" jawab Mike dengan santai-nya
" eh, kenapa ?" tanya Nana
" yah, Jinx corporation sudah bukan hak ku, selain itu aku sudah membuang nama Jinx sejak dulu !" kata Mike
" hm, rasanya teringat masa lalu !" kata Kuro
" yah, aku masih ingat ! waktu itu kamu yang menyelamatkanku !" kata Mike
" hm, aku malas mengakuinya tapi aku menyesal menyelamatkanmu " kata Kuro acuh
" what...!" Mike kesal
" hm, thankyou mike !" Kuro tersenyum
" bodoh ! aku yang seharusnya berterimakasih " kata Mike kesal
" hm, tenang saja ! aku pasti akan menjadi raja didunia hiburan !" kata Mike yakin
" haha...aku percaya pada kakak " Nana tersenyum
" oh ya kak, maaf kami harus pergi " kata Nana
" eh, kalian akan pergi ?" Mike sedih
"hm, ada janji yang harus kami tepati " kata Nana
" hm, sampai jumpa lagi, sayang !" Mike memeluk Nana
" sampai jumpa Kuro !" kata Mike sambil tersenyum
" hahhh...ini" Kuro melempar kontrak film padanya
" eh, ini ?" Mike melihat kontraknya
" ini kontrak pertamaku ! dan ini ?" Mike bingung
" jangan menyerah kucing bodoh !" kata Kuro melambai sambil berjalan pergi
" hah...anak itu selalu saja, walau dari belakang tetap saja terlihat keren !" kata Mike iri
Kuro dan Nana pergi meninggalkan sosok Mike yang tengah menatap kepergian keduanya. kini Nana dan Kuro sudah berada dimobil, mereka berniat menjauh dari sana menuju ke suatu tempat yang membuat mereka kesal terutama Nana.
" apa kamu yakin Nana ?" tanya Kuro khawatir
" hm, tenang saja ! aku ingin melepas perasaan ini" kata Nana tersenyum.
" hah, baiklah " Kuro menginjak pedal gasnya
mereka berjalan menjauh hingga akhirnya tidak butuh waktu lama mereka tiba ditujuan mereka...
" kita sampai.." kata Kuro lirih
mereka kemudian turun dan berjalan masuk ke makam. Nana menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya erat.
"disana ya ?" tanya Nana
" iya !" jawab Kuro dingin
TAK TAK TAK...
suara langkah kaki Nana yang memakai *healls* terdengar sangat jelas....
" hufht..." Nana menghembuskan nafas panjang
" senang bertemu denganmu,Raymond " terdengar jelas dari suara Nana dia hampir menangis
" maaf membuatmu menunggu selama ini..."
" apa kamu tahu...selama ini..."
" selama ini aku masih tidak percaya...."
" tapi...aku sudah menunggu ! aku sudah menunggu selama 10 tahun ! tapi..."
" tapi kenapa?.... , kenapa?..., "
" RAYMOND !"
" urgh...maaf ! " Nana menghapus air matanya
" Ray ! aku harap kamu tenang disana, aku tidak akan pernah melupakanmu " kata Nana lirih, terdapat nada penyesalan disana.
" Nana..." Kuro menepuk punggung Nana dari belakang
" ah, aku mau berdoa dulu !" kata Nana lelah.
" aku akan menunggumu dimobil " sahut Kuro
" hm..."
setelah beberapa lama berdoa. akhirnya Nana menguatkan hati dan tubuhnya, hingga..
" maaf , aku harus pergi !"
" percayalah, aku selalu mengharap kamu kembali"
" karena, sampai saat ini aku tidak percaya kalau kamu telah mati " kata Nana lembut
Nana kemudian melangkah pergi menghampiri sosok sang kakak yang sudah menantinya.
" ayo pergi !" ajak Kuro
" hm.." Nana hanya bisa tersenyum pasi
mereka kemudian kembali ke rumah, saat diperjalanan tiba-tiba Nana mendapati seseorang yang melintas dengan sembarangan ditengah jalan.
"ah, Kuro ! AWAS !" Nana berteriak
" AH! " Kuro langsung memutar kemudi menghindari bahaya
" ah...hah...hahhh....!" Nana sangat terkejut
" emh..." Kuro mengangguk
" ayo kita lihat !" ajak Nana ragu
" ah! dia..." Nana dan Kuro terkejut mendapati sosok yang hampir mereka tabrak.
" kita bahas itu nanti, sekarang ayo bawa dia ke rumah sakit !" kata Kuro
mereka kemudian pergi ke rumah sakit, setibanya disana...
" Dokter ! Suster !" Mereka masuk dan membuat kegaduhan membuat para perawat langsung dengan sigap mengambil brangkar dan menangani sosok tersebut.
" ah, cepat bawa dia kemari !" kata Suster
" apa yang terjadi dengannya ?" tanya Suster
" dia berlari ke jalan begitu saja !" kata Nana
" baiklah kalian urus administrasinya ! kami akan menanganinya " kata Dokter
" baik !" Kuro dan Nana pergi untuk mengurus administrasi , saat sudah selesai..
" ku !" Nana memanggil Kuro
"..." Tanpa banyak bicara Kuro memeluk Nana
" tananglah! kita akan menyelidikinya !" kata Kuro menenangkan Nana
" hm.." Nana menghapus air matanya
" ayo pergi dulu !" kata Kuro
mereka kemudian kembali ke rumah, setibanya dirumah.....
" selamat datang, Tuan muda ! Nona Muda !" kata Luciffer dan Himawari
" apa kalian ingin makan sesuatu ?" tanya Himawari
" tidak aku mau tidur !" jawab Nana
" ah.." Kuro menghela nafas
" Luciffer ! bawakan teh mawar untuknya !" perintah Kuro
" baik, Tuan !" jawab Luciffer
" Hima, ambilkan laptopku !" kata Kuro
" ah, baik tuan !" Himawari segera mengambil laptop Kuro, sementara itu Kuro duduk disofa dan berpikir.
" bagaimana mungkin ini terjadi ?" Kuro berpikir
" sudah 10 tahun kami mencari, lalu kenapa ? kenapa sekarang tiba-tiba ?" Kuro bergumam
" ini, tuan !" Himawari memberikan laptop Kuro
" ah,thanks" jawab Kuro sedikit terkejut
Kuro pun mulai memeriksa kamera pengawas disekitar tempat itu dan menyelidiki latar belakang orang itu, setelah cukup lama akhirnya Kuro mendapati apa yang dia cari.
"ah, i..ini ! tidak mungkin ?" Kuro tidak percaya akan apa yang dia temukan
" aku harus memberitahu Nana !" kata Kuro
DRAPP DRAP DRAPP...
suara langkah kaki Kuro yang tengah berlari menaiki tangga...
"NANA ! CEPAT BUKA PINTUNYA !" teriak Kuro dari tangga
" APASIH ? BERISIK !" kata Nana membuka pintu dan mendapati kakaknya yang kelelahan
" hah..ahh...hahh....hha.." Kuro kehabisan nafas dia masih mencoba mengatur nafasnya.
" eh, apa kamu baik-baik saja?" tanya Nana
" hm, kemarilah !" Kuro langsung masuk kedalam
" ada apa ?" tanya Nana
" lihat ini !" Kuro menunjukkan hasil penyelidikannya
" ah ! Raymond ?" Nana terkejut
" ba..bagaimana bisa? kenapa ini terjadi ?" Nana masih sangat terkejut akan apa yang ditemukan Kuro
" aku tidak tahu , tapi jika ini memang takdir ? kita harus mempercayainya!" kata Kuro
" besok aku tidak masuk ! aku akan memeriksanya sendiri "kata Nana
" aku mengerti, sekarang istirahatlah "kata Kuro
" hm, aku sudah tidur tadi ! kamu saja yang mengganggu tidurku !" ketus Nana
keesokan harinya seperti biasa agenda pagi di kediaman ini adalah..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TOK TOK
" permisi, tuan muda ! "
" permisi, nona muda !"
seperti biasa setiap pagi Himawari dan Luciffer membangunkan kedua tuannya
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
KRIETTT...
suara pintu kamar Natalia terbuka menampilkan sosoknya yang sudah rapi dengan pakaian santai dan senyum indah diwajahnya.
" ah, nona muda ! anda sudah bangun ?" Luciffer terkejut Nana telah terbangun sepagi itu, biasanya Nana bangun lebih siang dari Kuro karena dia harus mengurus masalah perusahaan
" ehm, Lucy bisa antar aku ke rumah sakit ?" tanya Nana lembut
VICTOR_WRITE