
" dingin.." Kuro makin mempererat pelukkannya, tubuh Nana benar-benar dingin sekarang. beberapa kali Kuro menaikkan suhu penghangat ruangan agar Nana tidak kedinginan. kini ruangan itu sudah berada disuhu maksimal, Kuro bahkan sudah sangat kegerahan dan tubuh Nana masih sangat dingin. dia menarik selimut yang tadi dibuang Nana dilantai dan menutupi tubuh gadis itu, namun dinginnya tidak kunjung berkurang. Kuro menjadi semakin khawatir.
" bagaimana ini?" Kuro semakin khawatir dengan kondisi Nana, dia memutuskan untuk membawa Nana kembali ke kamarnya.
"di...ngin...." Kuro kini sudah berada dikamar Nana, dia sangat terkejut mendapati adiknya masih kedinginan. tubuh Nana gemetar parah, bibirnya terlihat sangat pucat. kamar Nana memiliki 4 penghangat ruangan yang sudah dinyalakan hingga batas maksimum, Kuro saja merasa kegerahan disana tapi, Nana masih sangat dingin.
" Lucy! Hima!" Kuro memutuskan untuk membawa Nana ke rumah sakit. dia langsung menggendong Nana dan pergi menuju ke garasi rumahnya.
" ada apa, tuan?" Luciffer langsung pergi menuju ke arah suara Kuro begitu mendengar Kuro berteriak memanggilnya.
" cepat nyalakan mobilnya!" Kuro langsung membawa masuk Nana kedalam mobil, Luciffer langsung masuk dan menginjak pedal gas.
" apa yang terjadi, tuan muda?" sesekali Luciffer menengok ke belakang melalui kaca spion. dia melihat Kuro yang begitu khawatir dengan kondisi adiknya.
" aku tidak tahu, cepat!" Kuro mencari ponselnya, kemudiam menelfon dokter Aldirn.
setibanya dirumah sakit, Dokter dan Suster langsung membawa Nana ke ruang perawatan. Kuro mencoba menghubungi Ryoma dan yang lainnya, keamanan Nana nomer satu.
" Kuro!" Ryoma, Alan, dan Louis tiba di rumah sakit. mereka langsung menghampiri Kuro yang kini tengah terduduk didepan ruang perawatan.
" semuanya akan baik-baik saja!" Louis mencoba menenangkan Kuro yang terlihat begitu khawatir. mereka hanya bisa menatap Nana yang kini berada diruang perawatan.
hari ini adalah malam tahun baru, Kuro datang dan menjenguk Nana.
" ah, kakak!" Nana terkejut mendapati Kuro datang diwaktu seperti tahun baru. ya, biasanya mereka menghabiskan waktu dengan beberapa rekan bisnis mereka dan 5 keluarga bangsawan Negara X.
" hm, kamu terkejut bukan?" Kuro mengangkat kedua bahunya seakan menanyakan sesuatu yang tidak dia ketahui.
" bukankah kamu tahu apa jawabannya?" Nana beranjak turun dari ranjang dan menghampiri kakak tersayangnya itu, akan tetapi saat dia baru turun Nana kehilangan keseimbangan dan jatuh.
" ahh" Kuro berhasil menangkap Nana sebelum tubuh kecilnya mendarat dilantai.
" haish...kamu ini?" Kuro memapah Nana kemudian membantunya duduk di ranjang, setelah Nana duduk dengan benar dia langsung memberikan pelukan hangat pada Kuro.
" bagaimana keadaanmu, sayang?" Kuro membalas pelukan Nana, tubuhnya merasakan aura yang sangat dingin dari tubuh Nana. sekejap raut wajahnya berubah, kekhawatiran dan kesedihan nampak diwajahnya.
" kak, hari ini malam tahun baru bukan!" Nana menatap kakaknya itu dengan pandangan penuh harap, Kuro yang melihat pandangan itu benar-benar tidak tahan untuk mencubit wajah Nana.
" so?" Kuro memiringkan kepalanya dan menahan ekspresinya. dia benar-benar tidak tahan dengan wajah lugu dan polos milik adiknya itu. dia bahkan lupa kalau dulu Nana sebenarnya sangat dingin, kejam, dan menyebalkan.
" ayo kita melihat kembang api!" Nana kembali menunjukkan puppy eye's miliknya. dia harap Kuro bisa membawanya melihat kembang api.