MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 61



" dia tidak disini , ada hal yang perlu dikerjakan oleh Kuro !" Ryoma hanya bisa tersenyum dan mengusap lembut kepala pemilik surai hitam itu.


" aku..."


" aku bawakan bubur!" Alan memotong kata-kata Nana, dia langsung masuk dan membawa bubur itu ke Nana.


" nonaku, saatnya makan!" Alan duduk di ranjang, dia meminta Ryoma untuk membantu Nana duduk.


"ehm.." Nana menggeleng, dia hanya ingin kakaknya sekarang. ya, sejak dulu memang hanya Kuro yang selalu menjaga dan merawatnya ketika sakit, kalaupun Kuro ada masalah mendadak paling tidak dia akan membuatkan bubur untuknya.


" sayang setidaknya makanlah dulu!" Louis yang paham jelas dengan sikap nonanya, jadi dia memaksa Nana untuk makan walaupun sesuap.


" tidak, aku mau kakak!" Nana kembali menarik selimut dan menyembunyikan dirinya dibawah selimut. dia tidak mau semua orang melihat kesedihannya, dia tidak mau dikasihani. Nana menangis tanpa suara dibawah selimut, hanya dirinya dan butiran mutiara yang membasahi wajahnya.


" Nana..." Ryoma benar-benar sedih melihat nona kesayangannya seperti itu. Louis memberi kode pada semuanya untuk keluar.


setelah semua keluar dari ruangan, Louis meminta mereka duduk di sofa ruang tamu.


" jadi, bagaimana sekarang?" Tanya Louis yang menatap ke-tiga pria yang ada di depannya.


" kita hanya bisa berusaha, kita coba paksa dia makan. setidaknya.... Nana harus makan" Alan menyela keheningan, sekarang yang ada dipikiran  mereka hanya nonanya itu.


" hm, tapi bagaimana?" James mencoba memutar otaknya, dia bingung bagaimana memaksa nonanya untuk makan.


ya, akhirnya mereka mencoba beragam cara untuk membuat Nana makan, mereka memaksa menyuapkan bubur pada Nana, namun Nana memutahkan kembali bubur itu. yang dia inginkan hanya kakaknya itu, ke-empat pria itu terus mencoba memutar otak, bahkan mereka sempat mencoba menyuapi dengan Mouth to Mouth, tapi Nana tetap memuntahkan kembali makanannya.


Tiga hari telah berlalu, kondisi Nana semakin memburuk. Ryoma, Louis, Alan dan James semakin menggila. kini mereka hanya memikirkan cara supaya Nana mau makan, dan... ini yang mereka dapat.


" hei, itu ide bangus!" Ryoma menyepakati ide Alan, ya walau itu ide gila tapi, mungkin ide ini satu-satunya cara agar Nana mau makan.


mereka kemudian memutuskan untuk menculik Kuro. ya, ini hal gila. mereka mendapat beberapa pukulan yang gila dari Kuro, namun akhirnya mereka berhasil membawa Kuro.


" urgh..." Kuro dilempar begitu saja ke sofa.


" hei, apa yang kalian lakukan?" Kuro kesal melihat Ryoma dan Alan yang memeperlakukan dirinya dengan sesuka hati mereka.


" maaf ya tuan muda!" Alan melepas ikatan di tangan dan kaki Kuro.


" jadi, ada apa?" Kuro memperbaiki posisi duduknya, kemudian melipat tangannya kedepan dada dan menatap intens kedua pria yang ada didepannya.


" ini ka..."


" GAWAT, DIMANA KURO!?" Louis membuka pintu dengan keras dan mencari keberadaan Ryoma dan Alan.


" hahh, bisakah kamu tenang sedikit. Louis?" Ryoma kesal dengan tingkah salah satu temannya itu, dia memotong ucapannya saat dia baru sempat membuka mulut!  ̄へ ̄


" TIDAK BISA, KONDISI NANA SEMAKIN BURUK!" Louis yang mendapati Kuro ada disana langsung menariknya kekamar.


" Nana!" Kuro sangat terkejut melihat Adik kecilnya terkapar lemah di ranjang, wajahnya terlihat merah, keringat membanjiri tubuhnya. dia tidak tahu apa yang dilakukan oleh ke-empat pria itu padanya.


" ka..kak...." Nana tersenyum melihat Kuro. dia merasa lega sekarang, ketakukan yang ada dihatinya kini menghilang.


" oh My God! baby, what happen with you?" Kuro menyentuh dahi Nana, demamnya sangat tinggi hingga dia bisa memasak air panas disana.