
" hahh, akhirnya selesai!" Kuro pergi membawa semangkuk bubur ke kamar Louis dan meletakkannya di meja yang ada disamping Nana, sementara dirinya menggunakan kamar mandi dan meminjam pakaian milik Louis.
" Urgh.." Nana terbangun dari tidurnya, aroma bubur milik Kuro membuat perutnya menari-nari sedari tadi. ya, dia sudah tidak makan selama 3 hari, mau bagaimana lagi? perutnya pasti sudah minta makan sejak beberapa hari yang lalu.
" kamu sudah bangun, sayang?" Kuro melihat adik kecilnya mengeliat dan terbangun dari tidurnya.
" apa aku mengganggu tidurmu?" tanya Kuro sambil mengusap surai hitam milik adiknya itu, dia pikir mungkin suara air dari kamar mandi yang mengganggunya.
" aku lapar.." kata Nana lemah, dia hanya menyandarkan tubuhnya pada dada bidang kakak laki-lakinya itu.
" haha, sini aku suapi" Kuro mengambil mangkuk berisi bubur yang dia letakkan di atas meja, Kuro menyuapi Nana dengan telaten, dia meniup setiap suapan dengan sabar dan membersihkan sisa makanan yang terdapat diwajahnya.
setelah selesai menyuapi Nana, Kuro memberikannya obat dan memintanya untuk meminumnya.
" nah, sekarang kamu tidur ya!" Kuro mencium kembali kening adik kecilnya itu.
"ehm..." Nana menggeleng, dia mau bermain. Nana sudah tiga hari ini hanya terbaring diatas ranjang, tubuhnya terasa sakit semua.
" lalu, kamu mau apa?" Kuro tersenyum menampilkan gigi putihnya.
" aku mau jalan-jalan!" kata Nana yang seketika mendorong jauh dirinya dari dada Kuro.
" hahh..." Kuro mencubit pelan hidung mancung yang terukir dengan indah diwajah Nana.
" kamu masih sakit, jangan pergi keluar. sebentar lagi musim dingin, udara di luar sangat dingin demammu bisa semakin parah!"
" argh..." Nana kesal dengan sikap kakaknya, dia kembali menyandarkan dirinya dengan keras ke tubuh kakak laki-lakinya itu.
" ouch" Kuro sedikit terbentur ke Headboard yang ada dibelakanggnya.
kini perlahan-lahan Nana tidur dalam pelukan kakaknya itu, senandung lagu nina bobo membuatnya terlelap.
" eh, sudah tidur ya?" Kuro meletakkan Nana yang terlelap.
" selamat malam, sayang!" Kuro menyelimuti Nana hingga setinggi pangkal lehernya.
Kuro kemudian pergi menuju ke ruang makan. setibanya disana Kuro sangat terkejut, semua makanan yang disiapkannya kini telah hilang, yang dilihatnya hanya Louis yang tengah mencuci piring, sementara yang lainnya tengah bermain Video game.
" KA..LI...AN!!!" Kuro geran dengan tingkah mereka, rasanya seperti seorang ibu tunggal yang tengah merawat anak-anaknya.
" hei, kamu curang James!" Alan geram dengan James yang berbuat curang.
" haha, kamu kalah dengan adil!" James masih fokus dengan layar di depan matanya.
" urgh.." Kuro memijat pangkal lehernya, merapikan selimut yang tercecer dilantai kemudian pergi ke dapur.
"eh?" Louis terkejut mendapati Kuro disana, selain itu dia tambah terkejut mendapati Kuro memakai pakaian miliknya.
" eh, bukankah itu pakaianku?"
" ah, maaf aku meminjam tanpa permisi. tapi, aku juga butuh mandi. selain itu bukankah mereka juga memakai pakaianmu?" Kuro masih fokus mengocok telur yang ada dimangkuk.
" hm, tapi aku mengizinkan mereka dan kamu tidak meminta izin, tuan muda!" Teriak Louis ditelinga Kuro, Kuro melangkah menjauh dari Louis, teriakkannya membuat telinganya sakit.
" ouch, maaf-maaf!" Kuro masih saja fokus dengan acara masak-masaknya.
" hahh, terimakasih untuk makan malamnya" Louis mengeringkan tangannya kemudian pergi menuju ruang tamu dengan semangkuk cemilan.