
" Aku menghabiskan hidupku dibawah bayang-bayang Queen, apa kamu pikir aku tidak takut? aku melakukan itu demi melindungi keluarga Yuuki, demi mencari sosok kakak kesayanganku yang dulu hilang, dan mencari kakak iparku yang ditangkap disana."
" aku terus hidup dalam pelarian bukan karena keinginanku, setiap hari selalu penuh ancaman, setiap hari selalu terjadi perang, aku bahkan masih sempat memikirkan kalian disaat posisiku sendiri tidak menguntungkan!"
" aku membiarkan nama Yuuki menginjak-injak harga diriku dan aku hanya diam. ibuku setiap hari memukulku, ayahku hanya bisa pergi bekerja dipagi dan malam."
" hanya Kuro, hanya dia yang selalu bersamaku. hanya dia yang ada untukku, hanya dia harta yang ku miliki. apa kalian masih belum cukup menghancurkanku? "
" tubuh ini..tubuh ini sudah hancur! aku sudah mati, hanya bagaikan mayat hidup. apa kalian masih belum puas!" Nana melempar sebuah laporan kesehatan terbaru miliknya, disana tertulis.
" ah, " pada laporan itu tertulis, rusaknya jaringan syaraf pada otak membuat sistem imunnya rusak, dan dia akan mati tidak lama lagi...
semua orang sangat terkejut mendapati hal itu, Kuro dan yang lain hanya tertunduk dan diam. mereka tidak ingin mengingat kalau sisa waktu Nana hanya sebentar, ya, sebentar.
" sekarang kumohon, kalian pergi dari sini dan biarkan aku hidup dengan damai" Nana menunjukkan pintu keluar pada mereka, semuanya terdiam. mereka tidak pernah berpikir Nana yang begitu kuat dan periang akan mengalami hal seperti ini.
" TIDAK! INI BOHONG, LAPORAN INI PALSU!!" Lisa tidak percaya dengan apa yang dikatakan anak perempuannya itu, ya naluri seorang ibu tidak pernah mau mempercayai bahwa anaknya akan mati.
" terserah kalian, kalian bisa percaya atau kalian bisa menghiraukannya. itu hak kalian!" Nana menatap tajam mata orang-orang yang ada didepannya, tatapan sedingin es dan setajam elang itu menghipnotis mereka, membuat mereka takut dan tidak berani beranjak dari sana.
GYUUTT
Nana jatuh dan pingsan, dia mungkin kelelahan. perubahan emosi sungguh tidak baik bagi kesehatannya, semua orang yang ada disana sangat terkejut mendapati Nana mimisan hanya karena marah. ini bukan Nana, mereka pasti bermimpi. akan tetapi Ryoma dan yang lainnya sangat tahu akan hal itu, mereka langsung membawa Nana menuju ke kamarnya, sedangkan Alan masih bersikukuh mengusir tamu tidak diundang itu.
Kuro langsung mengambil tisu dan melipatnya, Louis pergi menelfon dokter dan Ryoma sibuk membersihkan darah yang mengalir ke tubuh Nana. ini sudah 10 menit dan mimisannya tidak berhenti, mereka semakin khawatir.
" bagaimana dengan Nana?" Alan yang baru selesai dalam acara usir mengusirnya langsung menuju ke kamar Nana
" darahnya tidak berhenti!" Ryoma sibuk menganti tisu yang berada dihidung Nana. mereka semua menjadi sangat khawatir. Tris yang sejak tadi diam kini juga tengah berdoa berharap kalau Nana baik-baik saja.
tidak lama kemudian dokter pribadi Kuro dan Nana tiba disana, dia memeriksa kondisi Nana yang benar-benar buruk kemudian memberikan obat, tidak lama setelah dokter pergi Nana tersadar dari pingsannya.
" Nana!!" semuanya memeluk erat Nana, mereka lega Nana baik-baik saja.
" apa yang?" Nana membersihkan tisu yang ada dihidungnya, dia melihat darah disana. kini dia menyadari apa yang terjadi, dia kelelahan kemudian mimisan dan setelahnya pingsan.