
" baiklah, ayo pergi!" Nana pergi bersama Ryoma, dia menghubungi seluruh anggota Naga merah, Nana meminta mereka untuk bertahan. tujuan utama Nana adalah kediaman Rose, nana membawa Ryoma pergi kesana untuk melakukan penyerangan, sementara dia menurunkan beberapa anggota Queen's dikediaman utama keluarga Yuuki.
Nana memulai pertempuran dengan Naga perak, ini bukan pertarungan serius, Nana bahkan tidak membiarkan Ryoma turun tanggan. dia membiarkan anggota Naga merah untuk membukakan jalan bagi mereka, dan Nana memastikan semua anggota Rose baik-baik saja.
BRAKK..
Ryoma menggebrak pintu utama kediaman Rose.
" AH!" semuanya terkejut, beberapa pria mengangkat senapan mereka.
" Nathalia?" mereka terkejut mendapati Nana ada disana, mereka bergegas mendekat dan memeluk gadis itu.
" apa kalian baik-baik saja?" Nana masuk dan memastikan mereka semua tidak terluka.
" ka..kami baik-baik saja! tapi, kenapa kamu disini?" tanya salah seorang dari mereka.
" kalian tetap disini dan berjaga!" Nana memberi arahan pada para bawahannya yang baru masuk kedalam.
" baik, nona!" jawab mereka dengan serempak.
" ayo pergi, Ryu!" Nana langsung pergi begitu saja.
" kemana kita pergi, nona?" Ryu menatap Nonanya yang kini tengah memikirkan beragam rencana licik dalam otaknya.
" sudah jelas bukan!" Nana berjalan dengan santainya melewati medan pertempuran. beberapa kali mayat jatuh didepannya, peluru yang terbang tak berarah dan menuju dirinya, suara teriakan memenuhi tempat itu.
" ah?" Ryu benar-benar menyerah dengan nonanya itu. bagaimanapun dia bukan wanita biasa, jika Ryu membawa seorang wanita kemari dan melihat pemandangan layaknya neraka ini mereka pasti sudah pingsan. tapi, Nana berjalan dengan santainya dan menghindari setiap serangan.
Nana dan Ryu pergi ke kediaman Yuuki. mereka pergi dengan terburu-buru, setibanya dikediaman Yuuki. Nana muak dengan pemadangan yang dia lihat. pertempuran baru dimulai dan korban belum berjatuhan, belum banyak anggota geng Naga perak yang tewas.
" KALIAN INI SERIUS ATAU TIDAK!?" Teriak Nana geram,melihatĀ anak buahnya yang terlihat sangat tidak serius.
" Nona, ada masalah didalam!" kata salah seorang anak buahnya.
" kita pergi, Ryu!" Nana dan Ryoma berjalan masuk menuju ke depan pintu utama kediaman Yuuki.
mereka masuk kedalam melewati pertempuran itu. saat mereka masuk, Nana melihat kediaman Yuuki yang sebelumnya sangat indah, bersih, dan rapi. kini semuanya berantakan, sangat kotor, dan hancur.
BRAKK...
Nana menggebrak masuk pintu, saat masuk Nana sangat terkejut, dia melihat seluruh saudara laki-laki dan anggota keluarga lainnya digantung dengan rantai. mereka digantung di tangga, terlihat jelas tangan dan kaki mereka terikat dengan rantai. darah bercecer dibawah kaki mereka. beberapa luka terlihat dengan jelas ditubuh mereka.
" ah, Nana!" semuanya terkejut melihat Nana ada disana. mereka bersyukur melihat Nana tiba disana.
" KALIAN!?" Nana geram melihat anggota geng Naga Perak yang menyakiti dan melukai saudara laki-laki , paman, dan kakeknya. Dia lebih terkejut ketika melihat ada seseorang yang menyentuh dan berniat melecehkan saudari perempuannya.
" heh, siapa ini?" tanya salah seorang anggota geng Naga perak dengan nada mengejek.
" haha.." Nana tersenyum, dia menyunggingkan senyumnya. kemudian dia mengangkat tangan kanannya, disana terdapat pistol kaliber dengan jenis MU1-JHP dengan peluru berukuran 9X19 cm yang memiliki akurasi tinggi.
" selamat malam!" Nana menarik pelatuknya kemudian..
DORR..
peluru berukuran 9X19 cm masuk kedalam menembus jantung pria itu.
" Ryu.. habisi!" Nana memberikan titah pada Ryoma. mereka kemudian melakukan pembantaian selama 10 menit.
semua yang ada disana sangat terkejut, darah membanjiri lantai. wajah dingin dan terkejut akibat melihat pembantaian itu. Nana berjalan dengan santai menuju kearah kakaknya yang hampir dilecehkan tadi. dia melepas Jaket kulit-nya kemudian memakaikannya kepada kakak perempuannya itu.