MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 81



" kak, hari ini malam tahun baru bukan!" Nana menatap kakaknya itu dengan pandangan penuh harap, Kuro yang melihat pandangan itu benar-benar tidak tahan untuk mencubit wajah Nana.


" so?" Kuro memiringkan kepalanya dan menahan ekspresinya. dia benar-benar tidak tahan dengan wajah lugu dan polos milik adiknya itu. dia bahkan lupa kalau dulu Nana sebenarnya sangat dingin, kejam, dan menyebalkan.


" ayo kita melihat kembang api!" Nana kembali menunjukkan puppy eye's miliknya. dia harap Kuro bisa membawanya melihat kembang api.


" hm.." Kuro hanya menangguk dia tahu kalau adiknya bosan berasa dirumah sakit, tapi Kuro masih menyimpan trik untuk Nana.


" ah, benarkah?" Nana sangat terkejut mendengar jawaban dari Kuro. dia bahkan hampir melompat karena tidak percaya akan apa yang dia dengar.


" hm, kita akan melihat kembang api dari sana!" Kuro menunjuk ke arah balkon yang tidak jauh dari sana, seketika raut wajah Nana berubah. dia kesal mendengar kata-kata Kuro.


" sial, aku mau melihat kembang api diluar!" Nana merengek pada Kuro, dia kesal dengan tingkah menyebalkan kakaknya itu.


" tidak, diluar dingin tubuhmu saja sudah sangat dingin" Kuro menatap tajam pada Nana, Nana tidak mau kalah. dia membalas tatapan itu dengan tatapan mebunuh.


" urgh...aku mau keluar!" Nana semakin merengek, dia tidak mau menghabiskan waktunya diatas ranjang rumah sakit. setidaknya dia bisa menikmati indahnya kembang api yang menghiasi langit malam.


" hahh...baiklah tapi hanya sebentar! " Kuro mencubit wajah adik kecilnya itu, sudah sedari tadi dia menahan agar tidak mencubit wajah adiknya itu.


" argh...sakit.." Nana berteriak kesakitan. dia menatap kesal ke arah kakaknya itu.


" haha, kita akan pergi setengah jam sebelum acaranya dimulai!" Kuro melepas tangannya dari pipi kurus Nana, dia benar-benar kasihan dengan adiknya itu.


" hm, bisa kita pergi dengan Louis dan yang lainnya?" Nana menunjukan puppy eye's miliknya sekali lagi, Kuro hanya bisa menahan gemasnya tingkah adiknya itu.


" hm, tentu saja!" Kuro mengusap lembut surai perak milik adiknya itu.


" ayo kak, cepat!" Nana menyemangati Kuro yang kini tengah menggendong Nana dipunggungnya.


" hahhh, ini tidak mudah!" Kuro mengeluh, Nana akhirnya memutuskan untuk turun dan berlari dengan yang lainnya menuju ke puncak.


" NANA, JANGAN LARII!!" Kuro terkejut ketika Nana melompat begitu saja dari punggungnya, kini mereka semua berlari menuju ke puncak bukit.


SRAKK SRAKK


DRAP


DRAP DRAPP


suara rerumputan yang dipijak, dedaunan yang bergesekan, dan langkah kaki yang barlari menghiasi perjalanan mereka hingga akhirnya mereka tiba dipuncak.


" ah...hahh...hahhh....." Nana mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah.


" BODOH!" Kuro memukul kepala Nana. dia tidak percaya adiknya begitu egois, bahkan pada tubuhnya sendiri.


" ouch" Nana mengusap lembut kepalanya yang telah dipukul oleh Kuro. sedangkan Ryoma dan yang lain hanya tertawa melihat tingkah kakak beradik itu


" jangan pernah lakukan itu lagi!" Kuro memeluk erat Nana, dia tidak akan melepaskan adik tersayangnya itu.


" hm, aku janji! aku tidak akan pernah melakukan itu lagi" Nana memeluk balas Kuro, terlihat senyuman yang memuaskan diwajahnya. akan tetapi, dalam hati dia ..