MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 66



ketukan pintu membuat Nana beranjak dari selimutnya, kini dia masih berjalan pelan menuju pintu. Nana membuka pintu dan menunjukkan kepalanya, sedangkan tubuhnya berada dibalik pintu.


" kak Yora!" Nana sangat senang mendapati Yora ada disana. setidaknya yang dia temui bukan salah satu dari para serigala itu.


" apa kamu senang aku disini?" Yora mengangkat sebuah bingkisan dan ditunjukkan pada Nana. Nana kemudian menariknya masuk dan menganti pakaiannya, ya kini Nana sudah mengganti pakaiannya.


" ah, kakak kenapa memabawakan aku ini?" Nana kesal melihat isi bingkisan itu adalah sebuah Short Skrit dan kemeja putih. benar-benar style khas seorang Presdir Rose. Nana akhirnya memakai pakaian yang dibawakan oleh yora, namun dia hanya mengenakan pakaian dalam dan Rok setinggi lutut yang di bawakan oleh kakak iparnya itu, kemudian dia masih memakan kaos Louis sebagai atasannya.


Nana dan Yora kemudian langsung turun menuju ke arah dapur, setibanya disana Louis sudah menyambut kedatangan mereka.


" sayang, kenapa kamu masih memakai pakaianku?" Louis yang melihat kedatangan Yora dan Nana merasa terkejut mendapati Nana memakai pakaiannya.


" aku tidak mau memakai kemeja kantoran ala kak Yora!" jawabnya dengan acuh.


CKREKK CKREKK


suara potret keluar dari ponsel Alan, James, dan Ryoma.


" hei, apa yang kalian lakukan?" Nana kesal dengan tingkah ketiga anak buahnya ini yang seperti serigala bodoh yang baru menemukan kelinci untuk dimangsa.


" haha, nona kamu sangat manis dengan rok dan pakaian seperti itu!" kata Alan yang tersenyum bodoh.


" cih, buang jauh-jauh tatapanmu itu!" Nana hampir memukul Alan dengan tangannya.


" haha, sayang sepertinya kamu lebih baik sakit!" kata Yora yang terkekeh melihat tingkah mereka.


" TIDAK!!!!" kata mereka berempat serempak sambil menyilangkan kedua tangan didepan dada.


" huft" nada gusar muncul dari Nana.


" sayang cepat duduk dan habiskan makananmu" Kuro kesal melihat adiknya yang digoda oleh ke-empat bawahannya itu.


" hm.." Nana duduk dan segera menyantap makanannya, sedangkan Yora hanya duduk dan menikmati waktu bercengkrama dengan yang lainnya.


Nana mendapat godaan penuh dari anak buanya itu selama dia makan, terkadang suasana meja makan menjadi ricuh dan panas. tetapi akhirnya mereka memenuhi ruang makan dengan gelak tawa.


" sayang kita harus kembali!" Kuro menyentuh dan merapikan rambut adiknya yang terurai itu.


" tidak, aku hanya akan mengikatnya!" Kuro mulai mengikat rambut panjang Nana, dia merapikan rambut gadis manis itu.


" kenapa kita harus kembali?" Nana menggerutu kesal.


" semuanya ingin bertemu dengan kita!" Kuro mengusap lembut surai perak milik Nana.


" ah, bisakah kita tidak kesana?" Nana masih agak takut menemui anggota keluarganya setelah mereka mengetahui lukanya.


" tidak apa, aku bersamamu!" Kuro mencium pucuk rambut Nana dan memeluk tubuh Nana lembut.


" hm, sayang aku harus kembali!" Yora meminta izin untuk pamit.


" hati-hati, sayang!" Kuro memeluk tubuh Yora kemudian mencium bibirnya sesaat.


" HEI..HEI!!!" semua yang ada disana menutup matanya tidak mau mata mereka terkontaminasi adegan panas itu.


Yora bergegas pergi disusul dengan kepergiaan Kuro dan Nana, mereka pergi ke kediaman Yuuki.


" kak.." Nana menatap jelas pintu masuk kediaman itu, tersirat sedikit keraguan mucul diwajah Nana.


" semuanya akan baik-baik saja!" Kuro menggenggam erat tangan adik perempuannya itu.


" hm.." Nana tersenyum menyembunyikan keraguan tersebut.


kini mereka mencoba masuk kedalam dan disana semua orang telah menanti kehadiran mereka.


" kalian sudah datang?" Ayah dan ibunya menyambut kedatangan mereka.


" kami pulang" kata Kuro dan Nana bersamaan.


" Nana, Kuro, kalian duduklah disini!" Kata Kakek Yuuki yang meminta mereka duduk.


kini mereka duduk didepan semua orang yang tengah memperhatikan mereka.