MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 79



" hahh..aku mau tidur!" Nana menutup laptopnya kemudian berjalan menuju ke ranjang.


" serius, ini baru pukul 7 PM " Kuro menunjuk jam dinding yang bertengger dengan anggunnya disudut kamar Nana.


" hm, aku serius!" Nana menarik selimut yang menghangatkan tubuhnya dan tidak akan membiarkan udara dingin menyakitinya.


" hahh" Kuro berjalan pergi dari kamar Nana dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruangannya sendiri.


kini tengah meringkuh dibawah selimut, setelah seharian mencoba tetap tenang didepan Kuro tanpa membiarkan kakak tercintanya mengetahui kalau tubuhnya sudah tidak bisa bertahan lagi. Nana hanya mendekap erat tubuhnya, dia bahkan bisa merasakan kalau lututnya telah menyentuh  dadanya, tubuhnya yang sangat dingin dan selimut tebal yang tidak bisa menghangatkannya.


Nana mencoba menutup kedua matanya namun gagal, sudah satu jam dan dia masih belum bisa tidur. tubuhnya semakin dingin, dia bahkan tidak merasakan apapun lagi, Nana semakin mengeratkan pelukannya ( pada dirinya sendiri). walau begitu rasa dingin tidak kunjung menghilang, dia memutuskan untuk pergi ke kamar Kuro. dia menangkat tubuhnya dari ranjang sambil tetap membalutkan selimut ketubuhnya, agar dinginnya tidak semakin menjadi.


Nana melangkahkan kakinya menuju ka kamar Kuro, kini dia sudah ada didepan kamar Kuro. hanya butuh sebuah ketukan dan  Kuro akan membuka pintu, namun Nana tidak melakukannya. dia berpikir jika dia tidur dengan Kuro, maka Kuro akan tahu dengan kondisinya itu. Nana terus berpikir dan akhirnya Nana memutuskan untuk mengetuk pintu, itu lebih baik dibanding dirinya tidak tidur.


TOK TOK


pintu diketuk dengan perlahan, knop pintu mulai diputar. Kuro mendapati adiknya yang tengah terbalut selimut datang kedepan kamarnya.


" apa aku boleh tidur denganmu, kak?" Nana berkata sambil malu-malu, dia kini tengah menggenggam erat ujung selimut itu. Kuro yang melihat tingkah lucu adiknya ini hanya tersenyum kecil, dia membiarkan Nana masuk. padahal sejak kecil Nana tidak mau tidur dengan Kuro dan kini Nana sendiri yang meminta untuk tidur dengannya.


" jadi, ada apa?" Kuro mencoba merapikan ranjangnya yang penuh dengan berkas.


" hahh.." Nana melepas selimut yang membalut tubuhnya kemudian membantu Kuro agar dia bisa segera tidur.


" aku tidak bisa tidur"  setelah selesai beres-beres Nana menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.


" kenapa, apa kamu bermimpi tentang Queen lagi?" Kuro menaikkan tubuhnya ke atas ranjang, kini dia memiringkan tubuhnya dan menatap adik kesayangannya itu. Nana yang menggenakan piyama  berwarna biru dengan motif bunga mawar tengah menatap plafon putih yang ada diatasnya. Kuro masih menyangga kepalanya agar dia bisa melihat wajah adik kecilnya itu.


" lebih buruk" Nana menoleh kearah Kuro, dia menatap iris merah milik kakaknya itu.


" ada apa?" Kuro semakin penasaran dengan adiknya itu, dia mulai menyentuh wajah adik perempuannya itu dan menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi kecantikannya itu. Kuro sangat terkejut mendapati kulit Nana sangat dingin, dia sontak langsung saja memeluk tubuh adik kecilnya itu.


" dingin.." Kuro makin mempererat pelukkannya, tubuh Nana benar-benar dingin sekarang. beberapa kali Kuro menaikkan suhu penghangat ruangan agar Nana tidak kedinginan. kini ruangan itu sudah berada disuhu maksimal, Kuro bahkan sudah sangat kegerahan dan tubuh Nana masih sangat dingin. dia menarik selimut yang tadi dibuang Nana dilantai dan menutupi tubuh gadis itu, namun dinginnya tidak kunjung berkurang. Kuro menjadi semakin khawatir.