
" eh, kenapa aku harus membayar jika seluruh mall ini adalah milikku!" Nana berbalik dan menjulurkan lidahnya, sementara Ryoma menunjukkan sertifikat tanah, lebih tepatnya... sertifikat Mall itu.
" kalian tutup mulut kalian!" manager toko itu menghentikan kehendak pelayannya.
" pak manager, siapa mereka?" tanya salah satu pelayan toko begitu mendapati Nana sudah benar-benar keluar dari tokoy itu.
" dasar bodoh, dia adalah nona Yuu, dia adalah nona muda dari K7!" manager itu menepuk jidatnya tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh bawahannya.
" APAAAA!!!??!?!??!" semuanya terkejut tidak percaya, Kota R adalah salah satu properti milik K7 Corpotation.
sementara itu disisi lain..
" kita mau kemana Nona?" tanya Ryu yang menatap nonanya itu
" hm, terserah kamu mau kemana!" Nana masuk kedalam mobil dan kembali bermain dengan ponselnya
" hahh.." Ryoma menghela nafas, dia benar-benar tidak mengerti dengan nona kesayangannya itu.
Ryoma membawa Nana pergi ke gunung, dia menemukan sebuah danau yang dikelilingi oleh pohon sakura saat menjalankan misinya beberapa minggu yang lalu.
" eh, mau kemana kita?" tanya Nana yang menyadari kalau mereka baru saja keluar dari kota.
"gunung!" jawab Ryoma datar, dia tidak mempedulikan nonanya yang tengah menatapnya bingung.
" eh?" Nana tidak mengerti kenapa Ryoma membawanya ke gunung, hari itu cukup dingin dan Ryoma mau membawanya ke gunung, sungguh sangat aneh. namun Ryoma tidak mempedulikan nonanya itu, hingga mereka tiba.
" jadi, apa nonaku ingin tetap duduk di mobil atau menikmati sakura yang ada?" tanya Ryoma yang membuka pintu untuk Nana.
" CANTIK!" itu kata pertama yang terucap dari mulut Nana begitu dia memperhatikan tempat itu, sebuah danau yang penuh akan bunga sakura yang mengelilingi tempat itu.
",hm, apa kamu suka?" tanya Ryoma menatap Nana dengan lembut.
" ah!" Nana tidak mempedulikan Ryoma, dia melihat sesuatu yang sangat menganjal pikirannya. matanya menangkap objek itu dengan jelas, dia berjalan mendekati objek yang ada didepan matanya.
" ini?" Nana menyentuh objek itu, dia melihat sebuah pohon wisteria yang ada di antara ribuan pohon sakura. bukankah hal ini aneh, bagaimana bisa sebuah wisteria ada dikerumunan sakura? hal ini terus terpikir dibenak Nana.
" indah bukan?" Ryoma tiba-tiba saja berdiri disebelah Nana, dia memperhatikan pohon wisteria itu.
" hm, ini indah! tapi....bagaimana bisa dia ada disini?" tanya Nana sambil memandangi bunga-bunga yang mekar di setiap ranting pohonnya.
" ah, aku jadi teringat akan dirinya?" Nana tersenyum mendengar kata-kata Ryoma
" dia kah?" Nana memastikan bahwa dia sepemikiran dengan Ryoma. Ryoma hanya mengangguk dan tersenyum simpul.
" hng, aku jadi ingat pada Robin ( pemilik Queen's sebelumnya). dulu dia pernah bilang padaku ...
~~
Robin: Nana, kamu tidak lahir ditempat yang salah, kamu tidak berada dalam situasi yang salah, kamu tidak berada diwaktu yang salah, kamu berada ditempatmu sendiri, dengan kemampuanmu sendiri, dengan kehendakmu sendiri, dan kamu ada disini untuk menjadi dirimu sendiri! apa kamu tahu kamu terlihat seperti seekor singa yang ada ditengah kawanan Harimau, kamu tidak salah berada disana, kamu hanya harus bertahan dengan caramu sendiri!*
~~
Nana mengingat masa lalunya, sejenak kemudian air mata tampak dibola matanya.
" tenanglah, semuanya sudah berakhir sekarang!" kata Ryoma yang menghapus air mata itu sebelum benar-benar jatuh.
" Ryu, thanks for all! you'r my best brother!" kata Nana yang memeluk Ryoma dengan sangat erat.
" hm, aku tahu itu! "
setelah beberapa lama Nana menenangkan dirinya disana..
" urgh, aku lapar!" Kata Nana mengeluh.
" hahh, kamu ini benar-benar ya?" Ryoma memukul jidatnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Nana.
" ayo pergi makan!" ajak Nana.
" baiklah!" Ryoma hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Nana.
mereka kemudian pergi makan, setelahnya Ryoma mengantar Nana kembali kerumah.
" NANA!" Kuro menyambut Nana dengan pelukan Hangat, walau dia tidak percaya kalau adiknya itu tidak memegang kata-katanya sendiri.
" ada apa? kenapa kamu sedih?" tanya Nana, dia tahu kalau Kuro tidak pernah menyambut kedatangannya dengan pelukan kecuali ada hal yang membuatnya sedih.
" .." Kuro hanya diam dan tetap membiarkan Nana berada dalam pelukannya.