
" eh, bukankah itu pakaianku?"
" ah, maaf aku meminjam tanpa permisi. tapi, aku juga butuh mandi. selain itu bukankah mereka juga memakai pakaianmu?" Kuro masih fokus mengocok telur yang ada dimangkuk.
" hm, tapi aku mengizinkan mereka dan kamu tidak meminta izin, tuan muda!" Teriak Louis ditelinga Kuro, Kuro melangkah menjauh dari Louis, teriakannya membuat telinganya sakit.
" ouch, maaf-maaf!" Kuro masih saja fokus dengan acara masak-masaknya.
" hahh, terimakasih untuk makan malamnya" Louis mengeringkan tangannya kemudian pergi menuju ruang tamu dengan semangkuk cemilan.
kuro segera menyelesaikan acara memasaknya kemudian menyantap hidangan yang dia buat. selepasanya dia pergi menuju ke kamar Louis kemudian tidur disofa yang ada didalam, sesekali dia bangun dan mengganti kompres Nana.
" urgh..." lenguhan kecil keluar dari mulut seorang gadis yang sudah terbaring diranjang selama 4 hari. gadis itu mencoba duduk dan merenggangkan tubuhnya, kemudian menggosok matanya yang masih sedikit terpejam.
" ah, Kakak?" Gadis itu sempat terkejut mendapati kehadiran sosok pria yang tengah tertidur disofa. dia lantas berjalan mendekat dan memastikan bahwa pria itu adalah orang yang dia cari.
" KAKAKK!!!........hisk..." Gadis itu langsung melompat ketubuh pria itu, dia telah menemukan orang yang dia cari selama 3 hari ini. dia sangat merindukan sosok kakak laki-lakinya itu hingga tangisnya tumpah begitu saja.
" URGHH!!!" pria itu terbangun dan mendapati keberadaan seorang gadis diatas tubuhnya, gadis itu tengah menumpahkan air matanya.
" Na...na...?" pria itu sontak terkejut melihat adik kecilnya menangis, dia mencoba melakukan berbagai hal agar tangisnya berhenti.
" ka...kak...hiks.." Gadis itu sontak memeluk erat Kuro kemudian dibalas dengan pelukan hangat oleh kakak tersanyangnya itu.
" hm, jadi kamu sudah sembuh?" Kuro menyentuh dahi adik kecilnya itu, dia memeriksa suhu tubuh Nana kemudian mencubit gemas pipinya.
" haha, kamu benar-benar manis!" Kuro mengecup ujung rambut adik perempuan kesayangannya itu kemudian mengusapnya lembut.
" apa kamu lapar, sayang?" Kuro mententuh ujung hidung Nana dengan lembut.
" hm, aku mau makan daging!" jawabnya dengan mata berbinar, membuat laki-laki ini semakin gemas akan tingkah adiknya.
"baiklah sekarang kamu mandi dulu kemudian makan!" Nana bergegas menuju ke kamar mandi kemudian membersihkan dirinya yang sudah empat hari ini belum mandi. Kuro menuju ke dapur dan membuat olahan daging dari apa yang ada didalam lemari es milik Louis.
tidak butuh waktu lama bagi Kuro untuk membuat 3 jenis hidangan dengan porsi yang besar, mengingat ada beberapa tukang makan yang kini ada dirumah itu. wangi masakan Kuro membuat Ryu dan Louis terbangun, sedangkan si tukang makan ( Alan dan James ) kini masih terlelap.
" wah, kelihatannya enak!" Ryoma menarik kursi meja makan kemudian mendudukkan dirinya disana, Louis pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
" hm, dimana Louis?" Kuro yang menyadari Louis yang seketika tidak ada disana,dan langsung menanyakan keberadaanya.
" dia ke kamar mandi!" jawab Ryoma sambil menggosok sebelah matanya.
" APAAA!!!" Kuro terkejut mendengar Louis sedang berjalan ke kamar mandi, dan kini dirinya bergegas berlari menuju ke kamar mandi.
" KYAAA!!!" baru saja Kuro mau bergegas mencegah Louis namun, sepertinya dirinya sudah terlambat. Alan dan james yang sedari tadi terlelap kini terbangun karena teriakan Nana, Kuro dan Ryoma bergegas menuju ke kamar Louis, dan mendapati Louis sudah babak belur dihajar oleh Nana.
" apa yang?" Alan dan James yang buru-buru menuju ke kamar Louis sangat terkejut melihat Kuro dan Ryoma tengah mengobati Louis yang terluka.
" huhu....nona kamu sangat jahat..." Louis meracau tidak jelas sambil mengusap wajahnya itu.