MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 21



setelah Kuro pergi mengantar mereka, Nana dan Ryoma pergi ke markas geng Macan. saat diperjalanan..


" Ryu, seberapa kuat geng macan?" tanya Nana memastikan strategi yang terbaik bagi mereka


" geng Macan adalah penguasa nomor 3 di Negara Y, kekuasaannya meliputi  8 dari 10 kota besar yang ada, jumlah anggotanya 100,000 orang di seluruh penjuru Negara, di kota R ini ada sekitar 50,000 orang. kekuatan tempur mereka sepertinya 2 atau 3 kali lebih lemah dari grup D!" Ryoma memberikan penjelasan secara rinci


" hm, panggil 10 orangmu dari Grup B!" Nana memberikan arahan,


" baik, nona!" Ryoma kemudian melaksanakan perintan tuannya itu, sementara Nana kembali melampiaskan stressnya dengan bermain Free Fire di ponselnya. disisi lain..


" Kuro!" Violet mencoba bertanya pada Kuro


" yang kakak lihat itu benar, luka itu.... dia mengalami banyak hal dimasa lalunya, karena itu jangan menanyakan hal itu lagi, dan jangan bicarakan hal itu lagi. " Kuro menjawab dengan nada dingin


" aku mengerti" Violet mengurungkan niatnya


setibanya dikediaman, Kuro membawa Raymond turun dari mobil dan mengantarnya masuk. saat didalam Lisa dan Tony terkejut melihat Raymond pulang dengan babak belur dan violet pulang dengan keadaan berantakan. Hal ini membuat Lisa dan Tony marah, apa lagi melihat Kuro membawa raymond dan violet. saat Lisa akan memarahi Kuro, Kuro langsung pamit. setelah Kuro pergi, Violet menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi. dia bahkan hampir memberitahu luka dipunggung Nana tetapi dia mengurungkan niatnya, dia teringat akan kata-kata Kuro.


sementara itu Nana tiba di markas geng Macan. anak buahnya memberikan pembukaan yang hebat, mereka mendobrak pintu masuk markas geng Macan kemudian menembaki anggotanya.


" hentikan" Nana memberi arahan sebelum mereka benar-benar menghabisi geng Macan


" silahkan nona!" salah seorang anggotanya mengambilkan kursi untuknya, Nana duduk kemudian menatap jelas ke arah pemimpin Geng Macan.


" siapa kalian?" tanya Pemimpin geng Naga


" senang bertemu denganmu, tuan Camillo!" Nana menatap jelas mata pria itu, terlihat jelas hawa membunuh terpancar dari mata Nana


" siapa kalian? apa yang kalian inginkan? kenapa kalian mencari masalah dengan geng Macan?" Camillo melemparkan sejumlah pertanyaan dengan begitu cepat


" mainkan!"


Nana mengangkat tangannya memberikan arahan untuk anak buahnya, anak buahnya kemudian memulai pertarungan, 50,000 orang dibunuh secara brutal dalam waktu 30 menit. tercium dengan jelas bau anyir, genangan darah memenuhi ruangan, beberapa bekas tembakan tercecer diruangan, dalam tiga puluh menit itu suara tembakan, teriakan, dan bau darah memenuhi ruangan itu.


" ayo pergi!" kata Nana yang kemudian berdiri dari sana dan keluar


" Ryu, bersihkan jejaknya!" Nana memberi arahan


" baik, nona!" Ryu segera meminta anak buahnya untuk membereskan kekacauan itu


" kemana kita pergi, nona?" Ryoma yakin kalau nonanya tidak akan puas walau menghabisi semua anggota geng Macan


" kita pergi ke kota M, lalu kota I, kemudian kota H, setelahnya kota J, lalu kota K, kemudian kota Z, dan yang terakhir kota X, kita habisi mereka semua!" Nana memberikan arahan


" apa nona ingin turun tangan atau biar saya yang selesaikan?" tanya Ryoma


" haahhhhh, kamu saja yang selesaikan!" Nana memamainkan ponselnya


" baik!" Ryoma kemudian meginjak pedal gas dan membawa nonanya


" Ryu, kita pergi ke Mall!" Pinta Nana sambil tetap fokus bermain dengan game diponselnya


tidak butuh waktu lama, dengan koleksi lamborgini miliknya mereka tiba ditempat tujuan.


" kita sudah tiba, Nona!" Ryoma memberitahu nonanya yang tengah sibuk bermain game, setalah 5 menit berlalu, Nana tidak mempedulikan Ryoma


" baiklah, nonaku? apa anda mau turun dan berjalan kaki atau tetap bermain dan ku gendong?" Ryoma menunjukkan senyum liciknya


" baiklah! gendong aku, Ryu!" Kata Nana membalas manja


" hahh, baiklah! kalau begitu, ayo pergi Nana!" Ryoma akhirnya terpaksa menggendong Nana yang sibuk bermain, mereka menjadi pusat perhatian orang-orang karena Ryoma menggendong Nana yang tengah sibuk bermain game, selain itu Ryoma sangat tampan dan Nana sangat cantik, perpaduan yang sempurna bukan?


" hm, jadi kita mau kemana?" tanya Ryoma yang tidak memedulikan Nana yang sibuk bermain dipelukannya itu


" aku mau ganti baju!" kata Nana yang tidak memedulikan sikap Ryoma, dia masih saja fokus pada game yang tengah dia mainkan diponselnya, bahkan saat mereka tiba ditoko, Ryoma menurunkan Nana di sofa dan tidak memperhatikannya


" pelayan, bawakan nonaku koleksi terbaru milik kalian!" kata Ryoma memberi tanda.


setelah beberapa lama dan pelayan tidak mempedulikan mereka, Ryoma mulai kesal dengan tingkah para pelayan yang menganggap mereka anak kecil.


" hahh, nonaku. apa kamu tidak sadar kalau mereka tidak menghormatimu?" Ryoma membisikkan pertanyaan ke telinga Nana


" argh, Ryu? bukankah kamu tahu apa yang harus kamu lakukan kalau mereka tidak mengormatiku?" Nana menyunggingkan senyumnya. Ryoma hanya menghela nafas dan kemudian menuruti perintah Nonanya itu, dia menghubungi Louis dan memintanya membeli seluruh mall itu, kemudian dia memanggil beberapa bawahannya untuk menunjukkan seberapa penting Nana.


" yosh, aku menang lagi!" Nana memenangkan 10 permainan, dia akhirnya bisa sedikit mengalihkan fokusnya


" eh, mereka masih tidak mau melayaniku?" Nana meninggikan nada suaranya, hal ini membuat para pelayan yang ada ditoko itu tertawa melihat tingkah lucu Nana.


" adik kecil apa kamu tersesat?" ejek pelayan itu


" ah, kakak-kakak yang ada disini sangat jelek! terlihat jelas kalian semua itu plastik!" Kata Nana sambil menunjuk dada salah seorang perempuan yang terlihat jelas telah dioperasi.


" A...APA..? APA MAKSUD KATA-KATAMU BARUSAN ANAK KECIL!?" pelayan itu marah, dia hampir menampar Nana namun bodyguard menghentikannya


" hahh, kakak apa kamu masih tidak menunjukkan sopan santunmu padaku?" Nana memiringkan kepalanya, terlihat jelas Nana sedang membully wanita itu


" nona, apa yang bisa kami bantu?" tiba-tiba manager toko tiba dan menenangkan Nana.


" hah, sepertinya kamu manager disini?" Nana melihat penampilan pria itu dari atas sampai bawah terlihat jelas bahwa dia adalah orang yang memiliki kuasa ditoko itu.


" be...benar nona! apa ada yang bisa saya lakukan untuk nona?" tanya manager itu gemetar melihat para bodyguard yang sudah berada dibelakang Nana.


" berikan aku kolesi outfit terbarumu!" kata Nana yang seakan tidak peduli dengan kehadiran sang manager.


" hei, apa kalian tidak dengar! cepat penuhi permintaan nona Yuu!" kata manager itu


" ba..baik manager!" seketika semua pelayan toko itu melayani Nana, Nana hanya diam dan menonton para pelayan itu.


" silahkan nona! ini semua koleksi outfit terbaru milik kami!" beberapa pelayan tampak memegang dan menunjukkan beberapa set outfit terbaru mereka


" ini semua tidak cocok untukku?" Nana mengangkat tangganya dan memberi tanda pada bawahannya. dalam sekejap mereka mengambil beberapa outfit dan menggabungkannya seakan mereka adalah seorang penata busana profesional.


" silahkan nona!" kata para bodyguard pribadi Nana yang menunjukkan hasil kerja mereka, para pelayan dan manager toko sangat terkejut dengan kemampuan para bodyguard Nana. mereka bisa menata dan mengkombinasikan pakaian lebih baik dari pelayan toko itu.


" hm, aku ambil semua! aku pakai yang ini" kata Nana sambil menunjuk salah satu pakaian yang dibawa bodyguardnya.


" hah, kalian bahkan lebih buruk dari para gengster ini!?" Ryoma menunjukkan tatapan menghina, tidak lama kemudian.


victor_write