MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 7



" hm ? begini saja , aku terima kue ini lebih dulu, besok aku akan membawakan hadiah untukmu !" kata Nana sambil tersenyum


" ah ! i..itu..tidak perlu ! " wajah Clair memerah dia menjadi salah tingkah


( urgh...wajahnya terlalu dekat ) gumam Clair dalam hati


" tidak bisa begitu, benarkan Kuro ! " Nana menengok ke Kuro


" hm ? tapi, kami harus pergi sekarang! jadi , kami permisi" kata Kuro dingin


" ah, si..silahkan ! " Clair menyingkir dari pintu dan membiarkan keduanya lewat


" oh ya bagaimana kita kesana ?" tanya Nana


" aku bawa mobil, akan ku ambil. kamu tungu di depan gerbang ya !" Kuro mengusap kepala Nana


" ehm..." Nana kesal kuro mengacak-acak rambutnya


tidak butuh waktu lama, Kuro mengeluarkan mobil Maserati Grand Carbio MC keluaran terbaru dengan warna Hitam yang elegan dan memikat mengambil semua perhatian siswa dan siswi SMA Royal


" wah,lihat ! siapa yang akan dijemput oleh mobil itu ?" para siswa dan siswi mulai bergosip. hingga mobil itu berhenti didepan gerbang sekolah


" ah, siapa laki-laki itu ?" para siswi mulai bergosip


" maaf membuatmu menunggu ! " kata Kuro sambil turun dari mobil


" hahh...kamu lama sekali " Nana kesal


" haha, ayo sayang ! " Kuro membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Nana masuk


" hm, thankyou Ku-chann ! " kata Nana manja


disamping itu..


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


" wah, lihat-lihat ! siapa kedua laki-laki tampan itu ? "


" wah, mereka sangat tampan ! andai aku bisa berada diantara kemesraan mereka !"


" kyaa mereka sangat tampan ! "


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


" cih, apa ini membuatmu merasa tidak nyaman sayang ?" tanya Kuro sembari menatap segerumbul gadis-gadis itu dengan kesal.


" hm , kepalaku pusing !" kata Nana lemah, ya flu-nya belum sembuh dan dia harap dia tidak terkena demam


" hah, maaf menggangu nona-nona ! tapi, bisakah kalian tenang sebentar ? sayangku sedang sakit dan teriakan kalian membuatnya pusing " kata Kuro ramah


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


" ah, Kyaa ! dia bilang sayang ! apa mereka pacaran ? "


" kyaa mereka sangat cocok ! "


gadis-gadis itu memelankan suara mereka..


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


" nah, terimakasih atas perhatian nona-nona sekalian ! maaf, saya harus permisi " kata Kuro


Kuro segera masuk kedalam dan melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke rumah sakit, setibanya dirumah sakit..


" permisi !" Kuro dan Nana membuka pintu


" ah, kalian siapa ya ?"tanya perawat


" ah, kamu adik yang tadi pagi bukan ?" tanya perawat itu


" hai, kak ! " sapa Nana


" apa dia sudah bangun ?" tanya Kuro


" ah, tentu ! silahkan kalian bisa menemuinya " kata perawat


" dia sudah sadar sejak tadi " kata Perawat ramah


" lalu bagaimana kondisinya ?" tanya Kuro


" dia sudah baik-baik saja ! mungkin besok sudah boleh keluar " jawab perawat


" hahh...syukurlah ! " kata Kuro lega


" oh ya, apa kamu adiknya ?" tanya perawat itu


" hm "


"tuan anda kedatangan tamu ! " kata perawat itu


" eh ?" Raymond bingung siapa yang akan mengunjunginya, seingatnya dia tinggal sendiri dan dalam pelarian.


" lama tidak bertemu, kakak pertama ! " sapa Kuro


" ah ! " Raymond terkejut mendapati Kuro berdiri didepan pintu.


" apa kamu merindukan kami , kakak pertama ?" tanya Nana dari balik punggung Kuro


" kalian ? bagaimana bisa kalian bisa disini ?" tanya Raymond kaget


" haha..sebuah kebetulan bukan ? kami yang hampir menabrakmu ! " kata Nana


" ah ! " Raymond langsung turun dan memeluk kedua adiknya


" urgh, lepaskan .." kata Nana mencoba mendorong tubuh Raymond dengan keras.


" tidak akan ! aku tidak akan pernah melepaskan kalian lagi ! aku janji !" seru Raymond yang mengeratkan pelukanya.


" urgh...uahh! " Nana akhirnya berhasil lepas dari pelukan Raymond


" Nana ? apa kamu tidak merindukan kakak ?" tanya Raymond sendu


" tidak ! aku hanya rindu pada Raymond " jawab Nana yang bergegas keluar


" ah, Nana ! " Raymond mencoba mengejar namun Kuro menahannya


" jangan pergi ! biarkan dia sendiri" kata Kuro dingin


" ah ?" Raymond menyerah


" mengertilah ? selama ini dia terus menunggu. tapi, kamu tidak pernah datang! apa kamu tahu selama 10 tahun kami mencarimu namun tidak pernah berhasil menemukanmu ! saat semua orang bilang kamu telah mati dalam kecelakaan pesawat itu, hanya Nana yang tidak percaya. bahkan disaat Papa dan Mama menyerah dia tetap mencarimu. apa kamu pernah berpikir sedikitpun tentang kami ? apa kamu pernah memikirkan ku ? apa kamu pernah memikirkan Nana ?" Kuro berkata dingin, Raymond yang mendengarnya merasa amat bersalah.


"aku mengerti! tapi, aku tidak bisa menemui kalian. ada banyak hal yang harus ku atasi sendiri, ada masalah dimana aku tidak bisa melibatkan kalian didalamnya ! cobalah untuk mengerti posisiku " jawab Raymond dengan sendu


" kami mengerti itu ! kami tahu ! kamu pasti masih hidup ! tidak peduli dimana dan bagaimana, kamu pasti masih hidup ! kami mengerti ! kami mencoba menghubungimu ! tapi hasilnya ? kami mencoba melacak ponselmu ! tapi, yang kami temukan hanya sebuah ponsel tak berpemilik lagi "


TAK TAK TAK...


Kuro membuka tasnya dan semua ponsel yang dia temukan berjatuhan. Raymond yang melihat hal itu benar-benar tidak percaya, dia tau semua ponsel yang dikeluarkan oleh sang adik.


" ah, ini ?" Raymond mengingat setiap ponsel itu


" danau? sungai? rell kereta api? bandara? gunung? lembah? jurang? gurun ? laut ? hutan ? sabana ? museum ? hotel ? tempat bersejarah ? reruntuhan kuno ? monumen sebuah negara ? kafe ? mall ? mobil dijalan raya ? perpustakaan ? kantor perusahaan ? toilet ? bis ? " Kuro menyebutkan tempat dimana semua ponsel itu ditemukan


" kalian ?" Raymond tidak percaya dengan apa yang didengarnya


" apa ada lagi yang belum kusebutkan ? ini semua merupakan bukti kami mencari keberadaanmu ! saat kami mendapatkan jejakmu kamu menghilang begitu saja ! sungguh membuat kami kesal ! " kata Kuro dingin


" maaf ! aku hanya tidak ingin membahayakan kalian " jawab Raymond dengan lirih, dia benar-benar merasa bersalah sekarang. Kuro benar-benar tau bagaimana cara membuat orang lain menyesal.


" The Queen's Red Devil's ?" gumam Kuro dengan kesal


" ah ? ba..bagaimana kamu tahu ?" Raymond terkejut Kuro mengetahui apa yang dia lakukan selama ini, sedangkan Kuro malah mengukir senyum kecut diwajahnya.


" Nana yang mengetahuinya. dia melacak keberadaan mu diberbagai negara, dia memerikasa satu per satu kamera pengawas di setiap negara, dia terus mencari dan mencari. dia bahkan menyelinap masuk ke Queen. dia bahkan berhasil keluar dari dana hidup-hidup ! kamu tidak tahu apa yang telah dia alami hanya untuk mencari kakak kesayangannya ! aku yang kembarannya ini saja tidak pernah diperlakukan seperti itu ? " Kata Kuro kesal


" APA ! NANA MENYELINAP KE QUEEN ?" teriak Raymond terkejut setengah mati, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


BRAKK


suara pintu geser yang dibuka dengan kuat, membuat Kuro dan Raymond mengalihkan fokusnya dan menatap sosok yang kini berdiri didepan pintu denagn aura penuh kemarahan


" memangnya Kamu peduli apa ?" tanya Nana kesal


DRAP


Raymond langsung memeluk Nana, Nana masih tidak bisa memproses apa yang terjadi saat ini.


" ah ? " Nana bingung


" maaf! maaf aku meninggalkan kalian ! maaf aku pergi dengan semena-mena ! maaf membuat kalian menderita ! maaf ! maaf ! maaf !" Raymond terus meminta maaf


" tidak apa , aku mengerti apa yang terjadi pada kakak. aku juga minta maaf karena menjadi egois dan menyakiti diri sendiri, maaf ya....kak ! " air mata Nana lepas kendali, bedungan yang sebelumnya berdiri kokoh hancur begitu saja


" ehm.."


setelah pertengkaran selesai, disaat itu juga dokter tiba dan membawa obat untuk Raymond. pada saat itu juga Nana tertidur lelap. dia sudah lelah. badannya panas, kepalanya berat, dan matanya buram, dia terkena demam tinggi....


" Nana ! ayo kita pulang " Kuro membangunkan Nana


VICTOR_WRITE