MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 24



BRAKK..


Ryoma mendobrak paksa pintu utama kediaman Rose. membuat seluruh penghuninya yang kini masih ketakutan langsung saja menoleh ke arah sumber suara itu.


" AH!" semuanya terkejut, beberapa pria mengangkat senapan mereka.


" Nathalia?" mereka terkejut mendapati Nana ada disana, mereka bergegas mendekat dan memeluk gadis itu.


" apa kalian baik-baik saja?" Nana masuk dan memastikan mereka semua tidak terluka.


" ka..kami baik-baik saja! tapi, kenapa kamu disini?" tanya salah seorang dari mereka.


" kalian tetap disini dan berjaga!" Nana memberi arahan pada para bawahannya yang baru masuk kedalam.


" baik, nona!" jawab mereka dengan serempak


" ayo pergi, Ryu!" Nana langsung pergi begitu saja.


" kemana kita pergi, nona?" Ryu menatap Nona-nya yang kini tengah memikirkan beragam rencana licik dalam otaknya.


" sudah jelas bukan!" Nana berjalan dengan santainya melewati medan pertempuran. beberapa kali mayat jatuh didepannya, peluru yang terbang tak berarah dan menuju dirinya, suara teriakan memenuhi tempat itu.


" ah?"


Ryu benar-benar menyerah dengan nonanya itu. bagaimanapun dia bukan wanita biasa, jika Ryu membawa seorang wanita kemari dan melihat pemandangan layaknya neraka ini mereka pasti sudah pingsan. tapi, Nana berjalan dengan santainya dan menghindari setiap serangan.


Nana dan Ryu pergi ke kediaman Yuuki. mereka pergi dengan terburu-buru, setibanya dikediaman Yuuki. Nana muak dengan pemadangan yang dia lihat. pertempuran baru dimulai dan korban belum berjatuhan, belum banyak anggota geng Naga perak yang tewas.


" KALIAN INI SERIUS ATAU TIDAK!?" Teriak Nana geram,melihatĀ  anak buahnya yang terlihat sangat tidak serius. semua yang ada dimedan tempur mendengar dengan sangat jelas suara Nana, entah kenapa suara selalu bisa didengar walau hujan peluru atau dentuman bom menggelegar dimedan tempur.


" BAIK, NONA!!!" Teriak mereka bersamaan, seketika pertempuran langsung memanas dan menjadi, korban terus berjatuhan satu per satu.


" Nona, ada masalah didalam!" kata salah seorang anak buahnya.


" kita pergi, Ryu!" Nana dan Ryoma berjalan masuk menuju ke depan pintu utama kediaman Yuuki.


mereka masuk kedalam melewati pertempuran itu. saat mereka masuk, Nana melihat kediaman Yuuki yang sebelumnya sangat indah, bersih, dan rapi. kini semuanya berantakan, sangat kotor, dan hancur.


BRAKK...


Nana mendobrak masuk pintu, saat masuk Nana sangat terkejut, dia melihat seluruh saudara laki-laki dan anggota keluarga lainnya digantung dengan rantai. mereka digantung didinding tangga, terlihat jelas tangan dan kaki mereka terikat dengan rantai. darah bercecer dibawah kaki mereka. beberapa luka terlihat dengan jelas ditubuh mereka.


" ah, Nana!" semuanya terkejut melihat Nana ada disana. mereka bersyukur melihat Nana tiba disana.


" KALIAN!?"


Nana geram melihat anggota geng Naga Perak yang menyakiti dan melukai saudara laki-laki , paman, dan kakeknya. Dia lebih terkejut ketika melihat ada seseorang yang menyentuh dan berniat melecehkan saudari perempuannya. amarahnya memuncak, dia sudah bukan Nana yang kalian kenal. dia adalah monster medan tempur, sebentar lagi kalian akan melihatnya.


" haha.." Nana tersenyum, dia menyunggingkan senyumnya, ah salah! lebih tepatnya smirknya. kemudian dia mengangkat tangan kanannya, disana terdapat pistol kaliber dengan jenis MU1-JHP dengan peluru berukuran 9X19 cm yang memiliki akurasi tinggi.


" selamat malam!" Nana menarik pelatuknya kemudian..


DORR..


peluru berukuran 9X19 cm masuk kedalam menembus jantung pria itu.


" Ryu.. habisi!" Nana memberikan titah pada Ryoma. mereka kemudian melakukan pembantaian selama 10 menit.


semua yang ada disana sangat terkejut, darah membanjiri lantai. wajah dingin dan terkejut terukir jelas diwajah semua orang yang melihat pembantaian itu. Nana berjalan dengan santai menuju kearah kakaknya yang hampir dilecehkan tadi. dia melepas Jaket kulit-nya kemudian memakaikannya kepada kakak perempuannya itu.


" ah!"


semua orang sangat terkejut, punggung kecil yang tadinya tertutup oleh jaket kulit kini hanya ditutup sebagian oleh tanktop, disana terlihat jelas sebuah luka sayatan dan ratusan jahitan ada dipunggung gadis kecil itu. Nana memang sudah biasa terlihat dengan setelan seperti itu. hanya sebuah tanktop dan jaket kulit yang membalut tubunya. tubuh kecil yang biasa tertutup dengan jaket kulit itu kini terlihat sangat memilukan.


" jangan melihatnya, jika kalian mengasihaniku...lebih baik jangan lihat!" tegas Nana. walau begitu bagi Ryu, itu adalah sebuah permohonan dengan suara yang pilu terdengar jelas ditelinganya. sedangkan dimata keluarga Yuuki, nampak jelas kharismanya saat itu. Nana terlihat sangat keren, seperti seorang kesatria yang berjuang dimedan tempur.


Nana membebaskan saudara laki-laki dan pamannya. dia menembak rantai itu tanpa melukai mereka, Nana kemudian meminta mereka yang bisa bergerak untuk mengobati yang terluka. sementara Nana dan Ryu tengah menyingkirkan mayat-mayat yang baru mereka bunuh bersama para pelayan.


" Nana..." Lisa memanggil Nana dengan penuh keraguan. dia menyesal dengan apa yang telah dilakukannya pada Nana dan Kuro setelah dia melihat punggung putri kecilnya itu.


" apa Mama terluka?" tanya Nana tanpa menoleh ke arah wanita itu.


" ah?" Lisa langsung berlari dan memeluk tubuh ringkik putrinya, Lisa hanya diam dan memeluk putrinya itu dari belakang. dia memeluk erat gadis kecilnya itu, hingga Nana melepas pelukan ibunya.


" aku baik-baik saja! jangan mengasihaniku, itu hanya membuatku lemah. Tris sudah tahu akan hal ini sejak dulu, dan dia tidak peduli akan hal ini." Nana melepas pelukan wanita itu, kemudian menjatuhkan mayat yang tadi dia seret keluar. kini dia mencium wajah wanita itu, senyum diwajah Lisa muncul.


" tidak peduli seberapa acuh Mama padaku, Mama adalah malaikat. dan tidak peduli seberapa acuh Papa padaku, Papa adalah pahlawanku." kata Nana yang tersenyum pada ibunya itu.


" terimakasih, Nana!" Lisa tersenyum.


"hm, Mama obati Papa saja, biar aku dan Ryu yang membereskan kekacauan ini!" kata Nana sambil mengangkat dan mengepalkan tangannya yang penuh akan darah.


" hm" Lisa hanya tersenyum melihat putrinya itu. dia melihat punggung kecil yang begitu kuat.


" semuanya sudah selesai, Nona!" kata Ryu yang baru saja mendapat kabar dari salah seorang bawahannya.


" aku mengerti, bereskan mereka dan berikan tunjangan untuk keluarga geng Naga perak!" kata Nana memberi arahan. bukankah ketua kita terlalu baik, dia bahkan masih mau memberi tunjangan bagi keluarga Geng Naga Perak yang sudah jelas hampir menghacurkan seluruh keluarganya.


" oh ya, untuk orang-orang kita yang terluka segera bawa mereka kerumah sakit dan bagi yang meninggal antar mayatnya ke tempat tinggal mereka dan jelaskan pada keluarganya, beri mereka tempat tinggal dan biayai sekolah anak-anak mereka, berikan mereka kompensasi sebesar 5 milliard!" kata Nana memberi titah.


" baik, nona!" Ryu segera menjalankan perintah dari nonanya itu.


VICTOR_WRITE