MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 72



" hahh..rasanya sudah sangat lama tidak melihat kalian!" Nana menyandarkan dirinya pada headboard dibelakangnya, dia menatap kami dengan tatapan yang teramat dalam.


" heh, tentu saja! kamu tidur sangat lama" Alan langsung saja duduk ditepi ranjang Nana dan menusuk-nusuk pipi Nana dengan jari telunjuknya.


" hm, bagaimana keadaanmu,Nana?" ya, Ryoma hanya bertanya tentang kondisinya, memang bukan gaya Ryoma jadi dia tidak perlu basa-basi.


sedangkan aku dan Louis hanya menonton perdebatan antara Nana dan Alan yang berlangsung panjang, sudah lama rasanya tidak sebahagia ini.


tiga hari telah berlalu, kini Nana sudah diizinkan keluar dari rumah sakit. ya,walau sebenarnya Nana yang memaksa keluar lebih awal.😅


Author POV


" hahhhh....rasanya lega bisa keluar!" Nana berjalan sambil merenggangkan tubuhnya menuju ke parkiran basement rumah sakit.


"haha, kamu ini benar-benar" Kuro mengusap lembut surai hitam yang ada disampingnya.


" heh, kamu sendiri tahu kalau aku benci obat" Nana berhenti dan berbalik sambil menunjuk jarinya ke arah Kuro.


" eh, tapi kamu terlihat sangat damai dan tenang!" Kuro membuka pintu, sebuah mobil ferrari berwarna hitam tengah menanti disana.


"ah,cantik!" Sudah lama Nana tidak melihat mobil, ini adalah hari pertamanya setelah satu tahun tertidur dalam koma.


" hm, indah bukan! ferrari monza sp2 " Kuro mempersilahkan Nana untuk masuk.



" ahhh(â•¥_â•¥)" Nana mencari ponselnya disaku jaketnya,namun dia tidak menemukannya.


" ada apa?" Kuro yang melihat adiknya itu tengah kebingungan mencari sesuatu memberanikan dirinya untuk bertanya.


" ah, ponselmu rusak parah jadi, aku buang!" Kuro mulai memasukkan perseneling dan mulai menginjak pedal gas.


" APA! aku mau ponsel baru!" Nana melipat kedua tangannya didepan dada dan menatap Kuro dengan kesal.


" hm.." Kuro hanya tersenyum melihat tingkah lucu adiknya itu.


kini mereka telah tiba disalah satu pusat perbelanjaan teknologi ternama di Negara Y.


" kamu mau yang mana?" Kuro mengusap lembut wajah Nana yang kini terlihat masih marah besar. ya, itu memang ponsel kesayangan Nana. dia membuat sistem ponsel itu sendiri, dia tidak mau menggunakan ponsel biasa. padahal dia punya puluhan ponsel bermerek, limited edision series, tapi dia hanya menggunakan ponsel dengan sistem yang dia buat.


" hm?" Nana memandangi ponsel yang ada dibalik sekat kaca, dia kini tengah meletakkan jari telunjuk di dagunya dengan pose berpikir. itu benar-benar manis.


" nona, aku sarankan yang ini, ini adalah ponsel limited keluaran terbaru." salah seorang pegawai menunjukkan sebuah ponsel keluaran terbaru dengan warna hitam.


" berikan padaku!" Nana memperhatikan setiap inchi dari ponsel itu, mulai sistemnya, mesin, dan semua onderdil yang ada.


" bagaimana?" Kuro menatap Nana dengan penuh rasa gemas pada Nana yang kini tengah sibuk membongkar ponsel yang ada didepannya.


" hahh, aku ambil saja. oh ya, berikan aku nomornya sekalian!" Nana menatap manja pada Kuro, ya tentu saja. dia baru keluar dari rumah sakit, tanpa membawa ponsel ataupun dompet.


" hahhh" Kuro menhela nafas panjang, padahal sudah sangat jelas bahwa Nana lebih kaya dari Kuro tapi, dia masih saja suka menghabiskan isi dompet kakaknya itu π_π. ya, pemegang 65% saham perusahaan K7 dipegang oleh NANA. selain itu jabatannya sebagai wakil presdir sekaligus direktur utama dari ribuan bahkan jutaan cabang perusahaan lain yang berada dibawah tangan Nana, sudah tidak terhitung jumlahnya.


ya, wajarlah. orang paling kaya sedunia dengan total kekayaan USD $ 250 milliard.


" thanks, Kuro" Nana mencium pipi kiri Kuro sambil tersenyum manis.