MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 50



" Ryu, thanks for all! you'r my best brother!" kata Nana yang memeluk Ryoma dengan sangat erat.


" hm, aku tahu itu! "


setelah beberapa lama Nana menenangkan dirinya disana..


" urgh, aku lapar!"  Kata Nana mengeluh.


" hahh, kamu ini benar-benar ya?" Ryoma memukul jidatnya, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut nonanya itu.


" ayo pergi makan!" ajak Nana


" baiklah!" Ryoma hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Nana.


mereka kemudian pergi makan, setelahnya Ryoma mengantar Nana kembali kerumah.


" NANA!" Kuro menyambut Nana dengan pelukan Hangat, walau dia masih tidak percaya Nana tidak memegang kata-katanya sendiri.


" ada apa? kenapa kamu sedih?" tanya Nana, dia tahu kalau Kuro tidak pernah menyambut kedatangannya dengan pelukan kecuali ada hal yang membuatnya sedih.


" .." Kuro hanya diam dan tetap membiarkan Nana berada dalam pelukannya.


" hah, ayo pergi keluar!" Nana menarik Kuro begitu saja masuk kedalam mobilnya, sepanjang jalan Kuro hanya diam dan Nana fokus mengemudi. Nana membawa Kuro pergi ke taman bermain,sebelumnya dia sudah menghubungi Louis, dia memintanya memesan taman bermain itu untuk malam ini.


" ayo kita main!" ajak Nana dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Kuro hanya mengikuti kemanapun Nana membawanya, dia tidak berucap sepatah kata ataupun membuka mulutnya barang sejenak.


" apa kamu sudah baikan?" tanya Kuro yang melihat Nana sangat senang.


" hm, Ryu membawaku melihat wisteria yang sangat indah!" jawab Nana, dia kemudian membawa Kuro pergi ke rumah hantu, tempat dimana mereka biasa menenangkan diri mereka.


" apa kamu tidak mau membaginya denganku?" tanya Nana yang duduk dan menyandarkan dirinya kedinding, dia memandangi langit-langit bangungan itu dengan tatapan kosong.


" ah, biarkan saja! apa kamu tahu, tadi siang aku melihat sebuah pohon wisteria yang tumbuh di antara ratusan pohon sakura!" kata Nana sembari memandang langit-langit gedung rumah hantu itu. dia dan kuro sudah biasa bermain kerumah hantu saat kecil, jadi banginya itu tidak menakutkan.


" eh, bagaimana bisa?" tanya Kuro yang menatap Nana, dia melihat adiknya itu sangat tenang dan damai. setelah dia melihat Nana yang sejak 2 bulan yang lalu dipenuhi dengan emosi dan amarah, Kuro merasa lega


" hm, ada orang yang menanamnya disana. apa kamu tahu melihat pohon itu aku teringat akan kata-kata Robin padaku!" seru Nana


" Robin?..Queen's?" Kuro memiringkan kepalanya.


" *Nana\, kamu tidak lahir ditempat yang salah\, kamu tidak berada dalam situasi yang salah\, kamu tidak berada diwaktu yang salah\, kamu berada ditempatu sendiri\, dengan kemampuanmu sendiri\, dengan kehendakmu sendiri\, dan kamu ada disini untuk menjadi dirimu sendiri! apa kamu tahu kamu terlihat seperti seekor singa yang ada ditengah kawanan Harimau\, kamu tidak salah berada disana\, kamu hanya harus bertahan dengan caramu sendiri!*\, hm itu yang dia katakan padaku! dan mengingat hal ini, aku teringat akan kita!" kata Nana yang menggengam erat tangan kakak laki-laki nya itu.


" Nana..." Kuro akhirnya memeluk Nana dengan erat, dia mengerti apa yang ingin dikatakan oleh Nana. dia merasa bersyukur memiliki adik seperti Nana.


" baiklah Nana-bodoh, ayo kita bermain sampai puas!" Ajak Kuro yang menarik Nana begitu saja dan membawanya keluar dari rumah hantu. Nana hanya pasrah ditarik begitu saja oleh kembarannya yang paling menyebalkan di dunia.


mereka akhirnya bermain sepanjang malam, mereka memainkan semua wahananya. hingga jam tutup tiba.


" ahh, sangat segar!" Nana meneguk sekaleng soda yang dia beli. Kuro hanya terkekeh melihat tingkah menggemaskan adiknya.


" hm, aku lapar!" kata Kuro yang melihat Nana yang puas bermain. Nana sempat meneguk saliva yang ada di tenggorokkannya, dia ingat kalau dia baru saja menghabiskan 4 piring penuh kepiting bersama dengan Ryoma.


" ayo kita pergi makan!" ajak Nana yang melihat kembaran tersayangnya ini sangat lelah dan kelaparan. dia tetap bersikukuh menyenangkan saudaranya ini walau perutnya menolak untuk makan.


" tidak, Jun dan Ken sudah membuat makanan untuk malam ini!" kata Kuro yang menahan lengan adiknya. Nana sempat terdiam mendengar nama kedua koki kesayangannya itu.


" JUN DAN KEN!!" begitu mendengar nama kedua koki kesayangannya itu, Nana tidak bisa bersabar untuk segera pulang dan menyantap makanan yang mereka buat, dia bahkan lupa kalau dia baru saja makan dengan porsi yang gila.