MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 30



" ta..tapi..kek?" Kuro mencoba membantah, namun kakeknya menatapnya lebih dalam.


" TIDAK KAKEK! SEBELUMNYA AKU JANJI BAHWA JIKA TAKDIR MENENTUKAN MAKA KALUNG DAN ANTING INI AKAN JATUH PADA KAMI DUA BERSAUDARA TAPI, KALI INI AKU MENOLAK TAKDIR ITU!!" tegas Nana menolak.


" Nana!" Pada dan Mamanya mencoba meyakinkan kedua anaknya itu.


" TIDAK! sekali TIDAK artinya TIDAK!! aku sudah janji pada kakek bahwa kalung itu akan berada ditangan orang yang tepat, namun orang itu bukan kami! kami akan berada dipuncak dengan nama kami, kami tidak akan membawa nama Yuuki ke atas sana, dan selain itu kami sudah pernah bilang bahwa kami telah membuang nama Yuuki!  benarkan, Nyonya?" Nana mempertegas kata-katanya, kini matanya bagai elang yang menemukan mangsanya dan kini semua orang terkejut dengan apa yang dikatakan Nana.


" ya, kami permisi!"


Nana menarik kuro pergi dan meninggalkan kediaman Yuuki. sedangkan semua anggota keluarganya mulai bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada keduanya. kakek Yuuki langsung saja mengintrogasi anak laki-laki dan menantunya ( ayah dan ibu Nana dan Kuro ), dan mereka mendapati bahwa Nana dan Kuro telah mendapat perlakuan buruk dari orang tuanya. Kakek Yuuki hanya bisa menghela nafas sambil mengontrol emosinya yang kian menggejolak.


" Nana apa kamu baik-baik saja?"


Kuro menatap wajah Nana sekilas, nampak matanya kini tengah berkaca-kaca, beberapa bulir mutiara turun membasahi wajah manisnya. ya, kini Kuro berhenti dan menghapus air mata itu, dia tidak mau melihat adik kesayangannya menangis.


" tenanglah, semua akan baik-baik saja!" Kuro memeluk erat Nana kemudian menangkup wajah adik kecil kesayangannya itu.


" hm.." Nana hanya bisa tersenyum dan menghapus air matanya mencoba menguatkan dirinya sendiri, kalau Kuro saja bisa dirinya juga pasti bisa.


" ayo kita pergi ke taman bermain!" ajak Kuro menghibur Nana.


" kerumah hantu?" tanya Nana sambil menunjukkan senyum manisnya.


" urgh..kamu benar-benar manis!!" Kuro mencubit pipi Nana gemas.


2 tahuh sudah berlalu, kini Nana dan Kuro sudah tidak peduli dengan keluarga Yuuki. ya, walau mereka masih melakukan pengawasan dari jauh dan penjagaan dari dekat, tapi mereka tidak pernah turun tangan. kini Nana dan Kuro hanya fokus dengan K7 dan kebahagiaan mereka.


ya, walau begitu kebahagiaan yang dialami oleh Kuro dan Nana tidak berlangsung lama, semuanya berubah sejak malam itu.


~~


Author: moon maaf, Author mah sukanya nyari masalah mulu ^ω^


Kuro: udahlah thor\, jangan bikin gue repot-_-||


Author: ;)


~~


ya, malam itu. saat dimana Kuro mengalami yang namanya hidup segan matipun segan, sedangkan Nana? ya, dia ada diambang kematian. berada beberapa meter dari dinding kematian membuatnya hampir gila, beruntungnya dia sudah tidak berhubungan dengan keluarga dan orang tuanya. andai kata dia masih berhubungan dengan orang tuanya, dia pasti lebih memilih mati dari pada menderita.


~~


Nana: udahlah thor, jangan kebanyakan narasi. udah g sabar nih readers sekalian_-


Author: ya kan, Author g tega ama Nana-chan π_π


Nana: UDAH BURUAN!!!  ̄へ ̄


~~


malam itu sebuah mobil Bugatti keluaran terbaru tengah berjalan melalui dinginnya malam, mobil itu berjalan dengan kecepatan standart di jalan toll yang tengah ia lalui.


ya\, orang itu adalah Nathalia Yuu. malam ini ( Author : Σ( ° △ °|||) eh\, salah. pagi sih ! ) ya ini baru jam 2 pagi dan Nana baru saja kembali dari kantornya. seperti biasa dia pergi ke Villa miliknya yang ada ditepi kota\, jadi dia harus melalui jalan toll yang sepi\, dan saat itu juga...


*kak aku akan tiba sebentar lagi\, segera siapkan makam malam untukku!*


*......*


* aku tidak peduli kamu mau menyebutnya sarapan atau makan malam\, yang jelas aku mau makan!*


*.......*


* hm\, aku akan tiba dalam....*


tiba-tiba ada sebuah mobil  melewati pembatas jalan dengan kecepatan penuh dan... ya, dia menabrak mobil Nana. kondisi jalan yang gelap ditambah suasana yang masih pagi membuat Nana hampir sekarat, beruntungnya ada beberapa polisi yang berpatroli dan menyelamatkan mereka.


*HALO NANA?*


*NANA*


* HEI\, BOCAH SIALAN. JANGAN CUMA DIAM !*


sebelum mobilnya bertabrakan Nana sempat menekan tombol loudspeaker di ponselnya, polisi yang menemukan ponsel Nana tengah berada dalam panggilan langsung mengambil dan menjawab panggilan itu.


* Halo?* polisi itu mengambil ponsel yang ada didekat kemudi kemudian menjawab panggilan itu.


*Eh\, SIAPA KAMU? DIMANA ADIKKU?*


* ah\, syukurlah.....tuan adik anda mengalami kecelakaan di jalan toll yang menuju ke pinggir kota!*


*A..Apa..?* saat itu Kuro hampir menjatuhkan ponselnya\, otaknya tidak bisa memproses apa yang tengah terjadi.


* halo? tuan?*


* DIMANA DIA SEKARANG?*


* saat ini korban dibawa menuju ke rumah sakit Pusat Kota!*


Kuro tidak peduli dengan ponsel Nana yang masih dibawa oleh polisi itu, dia tidak peduli dengan mobil yang rusak parah itu. dia hanya memikirkan Nana.


kini Kuro sedang menuju ke Rumah sakit pusat, dia sempat menelfon Louis agar Louis bergegas ke rumah sakit. dia juga tidak lupa menghubungi Ryoma dan Alan untuk memeriksa lokasi kejadian perkara.


hm, setibanya di Rumah sakit dia langsung menuju ke meja resepsionis. dia mencoba memanggil perawat yang kini tengah terlelap didepan komputernya, dia memanggilnya beberapa kali namun, tidak ada jawaban.


BRAKK..


Kuro akhirnya terpaksa menggebrak meja depan resepsionis dan akhirnya mengejutkan perawat itu. ya dia terkejut, akan ketampanan sosok yang ada didepannya.


( Author: bercanda ≧∇≦, perawatnya takut ama gebrakan mejanya. ditambah syok akan ketampanan Kuro ~_~ )


" a..apa ada yang bisa dibantu?"


" dimana pasien yang baru mengalami kecelakaan ?"


" ah, seorang gadis remaja dan pria tua?"


" gadis!*


* dia ada di ruang operasi no 5\, lantai 7\, koridor sebelah kanan setelah lift!"


Kuro langsung berlari menuju lift yang tengah kosong saat ini, dia segera menekan tombol lift yang akan membawanya menuju ke lantai 7. kini dia berada di depan ruang operasi, dia tengah duduk dikursi tunggu yang ada di sebrang pintu, matanya tengah fokus menatap ke arah jendela yang ada di pintu itu, sesekali matanya menatap ke arah lampu yang kini masih berwaran merah, tangannya saling mengait menjalin sebuah anyaman, hatinya kini terus berdoa dan memohon semoga adiknya baik-baik saja.


beberapa lama setelahnya Louis tiba disana, Louis menatap Kuro yang tengah duduk didepan ruang operasi hanya dengan kaos dan celana jeans hitam membalut tubuhnya.


" Kuro!" hanya sebuah panggilan biasa, namun panggilan itu membuyarkan fokusnya.


" Na..na.." itu kata pertama yang terucap dari mulutnya sejak dia duduk didepan ruang operasi.


GREPP..


sebuah pelukan hangat tiba-tiba mendekap tubuh Kuro, bola matanya mulai memanas, terlihat kristal bening mulai terpancar dimatanya, ingin sekali Kuro menumpahkan air matanya.


" semua akan baik-baik saja!" sebuah kata sederhana namun, air mata Kuro pecah. dia tidak bisa menahanya lagi, hatinya sakit, dadanya sesak, air matanya mulai membentuk sungai di wajahnya.


VICTOR_WRITE