MY CUTE BOY FRIEND ...

MY CUTE BOY FRIEND ...
Episode 26



" mereka kenapa? mereka siapa? apa yang mereka lakukan padamu?"


Louis mengeratkan pegangannya di bahu Nana, dia sedikit mengguncang tubuh nonanya itu, hingga Jas yang tadinya tergantung di bahu Nana kini jatuh dan menunjukkan luka dipunggungnya. Louis sedikit terkejut melihat punggung itu, pungggung kokoh yang sudah lama tidak ia lihat membuatnya merasakan pilu yang sangat mendalam.


" mereka... sudah melihatnya! ...hikss.....Lo..uis.."


Nana meraih punggung Louis dan menariknya, dia memeluk erat tubuh laki-laki itu. isak tangisnya pecah dipelukan Louis. Louis terbelalak, dia sangat kaget bukan main. gadis tangguh yang tadi dia lihat, kini langsung hancur. bagai permata yang seketika berubah menjadi butiran debu. sangat rapuh dan hancur.


" apa..maksudmu, ini?" Louis memeluk Nana, tangannya menyentuh luka lama Nana. rasanya punggung kecil itu sangat kasar, penuh akan sayatan dan  luka bakar.


" hm, semuanya sudah tau...hiks..hiks... mereka sudah melihatnya....huahhh..... hiks...Lou...is.."


" tidak apa, semuanya sudah berlalu. sekarang..semuanya akan baik-baik saja!" Louis mengeratkan pelukkannya. diusapnya punggung ringkik dan kasar itu dengan lembut.


" hiks...hiks...Ku..ro.." Nana mencari kakak tersayangnya itu. kini dia butuh kakaknya, Louis mencoba menelfon Kuro namun dia tidak menjawab. Louis semakin khawatir bukan main, Nana butuh ketenangan dan dia tidak bisa memberikan ketenangan itu.


" ayo aku antar pulang!"


Louis melepas jasnya, kali ini dia memakaikan jasnya pada nonanya itu. Louis membantu Nana berdiri, dia menghapus air matanya dan membawanya keluar. mereka keluar melalui pintu utama, Mobil Louis terpaksa diparkir di depan karena Pers menghalangi jalannya saat mereka baru keluar dari perusahaan.


" SELAMAT DATANG, NONA!!!" seluruh anggota geng Naga merah menyambutnya diluar, mereka menyambut kedatangan Nana dengan penuh kehormatan dan kebanggaan. Nampak diwajah mereka penuh kebahagiaan dan kesenangan.


" apa yang kalian lakukan disini?" tanya Nana tidak mengerti, seingatnya dia sudah meminta seluruh anggotanya untuk kembali ke markas pusat.


" maaf, atas kelancangan kami menolak perintah anda!" James melangkah maju dan menghampiri nonanya itu, Ryu berjalan disamping James dengan tatapan bangga dimatanya. Nana semakin bingung dan tidak mengerti, sekarang dia harus menyembunyikan kesedihan dan hancurnya dirinya.


" maafkan atas kelancangan kami, kami tidak layak melihat luka Nona!" Teriak seluruh anggotanya secara bersamaan. Nana semakin terbelalak dan semakin tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" saya membawakan pakaian baru untuk Nona!" Ryu memberikan sebuah bingkisan berisi pakaian pada nonanya itu.


" kalian?" Nana terharu dengan apa yang dilakukan oleh anak buahnya. terlihat jelas dari tatapan mereka, mereka bangga memiliki atasan seperti Nana.


" hahh, ayo kita kembali ke markas! " Nana berjalan dengan bangga menuju ke mobilnya, semua anggotanya menoleh dan memberikan hormat padanya.


" AYO KITA BERPESTA!" Teriak Nana yang berjalan dikelilingi oleh bawahan terbaiknya dari Queen's. hm, Louis, Ryoma, James, dan Alan. Alan adalah tangan kanan Nana di Queen's, dia yang bertugas mengatur dan mengawasi Queen's selama Nana tidak ada disana. Alan adalah pria tinggi berambut cokelat dengan mata hitam, dia adalah orang yang lembut dan penyayang. namun, saat dia sudah menyentuh senjata atau mengepalkan tangannya, maka dia adalah monster pembunuh yang mengerikan.


" BAIKKK!!!" jawab mereka dengan serempak, terdengar dari suara mereka penuh dengan kesenangan dan semangat. Nana meminta Ryu dan Alan untuk menyuplai beer dan anggur serta banyak daging untuk saat ini kemarkas.


hm, mereka semua bersenang-senang. Nana dan yang lain berpesta bersama seluruh anak buahnya di Markas utama. mereka tidak berada diruang terpisah dan tetap minum didepan anak buahnya. hm, Nana sih tidak masalah, disaat semuanya hampir tumbang Nana masih minum dan memainkan ponselnya.


" hahhh, hari ini sangat melelahkan!"


" ah, sudah pagi ya?" Nana menatap jam dilayar smarthphonenya. dia kemudian menjatuhkan ponselnya dan langsung menutup kedua matanya. ini sudah pukul 3 pagi dan Nana baru saja memjamkan matanya? sebenarnya apa yang dilakukan olehnya?


*Author: tapi bukan mati ya, cuma tidur→_→


keesokan harinya Nana terbagun cukup siang, waktu itu masih pukul 8 pagi, semua anak buahnya masih tidur. Nana melihat seluruh anak buahnya tidur karena lelah, setelah berpesta semalaman. dia melihat kesamping, disana Louis, Alan, dan James tengah tidur.


" kamu sudah bangun!" sebuah suara husky yang khas dengan nada lembut memalingkan fokus Nana.


" apa kamu lapar?" Ryoma meletakkan selimut diatas sofa, kemudian menghampiri Nana.


" hm," Nana hanya tersenyum kemudian mencoba mengangkat dirinya. namun, tidak disangka dia hampir jatuh karena kehilangan keseimbangan.


" awas!" Ryoma menangkap tubuh nonanya yang hampir jatuh.


" apa kamu baik-baik saja?" Ryoma mendekatkan dahinya pada wajah Nana. kemudian menempelkannya agar dia tahu suhu tubuh nona-nya.


" hanya sedikit pusing" Nana terlihat lemah, suaranya terdengar serak. Ryoma semakin khawatir.


" ah\, kamu demam!" Nana segera menarik wajahnya kemudian menggendong Nana ala *bridal Style*


" ah? aku baik-baik saja Ryu!" Nana melingkarkan tangannya ke tengkuk Ryoma. dia mengeratkan pelukannya supaya tidak jatuh.


DUAKK..


Ryoma menginjak perut Louis, Alan, dan James. dia membangungkan mereka secara kasar, ketiga pria itu langsung terbangun dan mengeluh.


" ouch.." Louis mengeluh sakit.


" UARGH!!" James berteriak sakit.


" Sialan, ouch!" Alan terbangun seketika setelah Ryoma menginjak perutnya.


teriakan ketiganya sangat kencang, hal ini membuat telinga Nana sakit. walau begitu semua anak buahnya tetap tidur dengan lelap. Nana tidak percaya sebenarnya seberapa mabuk mereka hingga tidak bisa mendengar suara yang hampir memecahkan gendang telinganya.


" urgh, Ryoma!" Louis sangat terkejut mendapati Ryoma berada didepannya dengan posisi siap menginjak perutnya untuk yang kedua kalinya. Louis langsung terduduk dan menjauhkan dirinya dari kaki Ryoma.


" Ryu, apa yang kamu lakukan ha?" maki Alan sangat kesal dengan apa yang dilakukan Ryoma padanya. dia langsung terduduk dan mengelus perutnya. sedangkan Ryoma malah mengukir smirknya.


" ssttss, berisik! kalian ini cepat bangun dan bantu aku" Ryoma berniat untuk membangunkan James sekali lagi, namun James sudah terbangun. sementara itu yang lain bingung dengan maksudnya membantu.


"hei, kenapa kamu menggendong Nona?" Louis mendekat kearah Nana dan melihat wajah Nana yang benar-benar merah. Louis masih memandangi wajah Nana dan berniat menempelkan telapak tangannya ke dahi Nana, akan tetapi Alan malah menghentikan aksinya.


" eh, kenapa wajah Nana merah?" Alan yang berada didekat Louis melihat keanehan ini.


" ini semua karena kalian! jika bukan karena kalian yang tidak menjaga nona dengan baik, dia tidak mungkin akan terkena demam seperti ini!" ucap Ryoma menatap mereka dengan tatapan membunuh.


" hei, tunggu kawan. apa maksudmu?" Louis segera melepas cekalan tangan Alan dan menyentuh dahi Nana, Louis sangat terkejut begitu merasakan suhu tubuh Nana yang begitu tinggi.


"ah, Nana terkena demam!" Louis langsung berteriak begitu saja dan membuat Nana semakin pusing.


" APA?" teriak Alan dan James yang baru saja membuka mata dengan sempurna, kini mereka sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Louis.


VICTOR_WRITE