
" baiklah hanya itu yang ingin saya sampaikan, Saya sebagai wakil Presdir dari K7 Corporation hanya ingin memberitahu hasil kerja keras kami selama 3 setengah tahun ini, dan kami sebagai 2 bersaudara pendiri K7, saya Nathalia Yuu mewakili 2 bersaudara ingin mengatakan **SIAPAPUN YANG INGIN MEMBUAT LANGIT BIRU K7 MENJADI MENDUNG\, MAKA HARUS SIAP MENERJANG BADAI!**" kata-kata itu terngiang dengan sangat jelas bagi para pendengarnya, pers yang saat itu menyaksikan langsung Nana menantang musuh-musuhnya, kini mereka tengah menelan ludahnya. mereka kagum dengan Nana, mereka takluk dengan kharismanya. seakan melihat seorang Jendral yang mengacungkan pedangnya.
selepas konfrensi Pers berhasil, Nana kembali ke kantor. tidak terasa baru beberapa lama tapi, saham Rose grup dan Yukki grup langsung naik.entah ini karena K7 mengakusisinya atau karena kharisma yang Nana pancarkan ketika mengatakan bahwa mereka telah mengakuisi Rose grup demi melindungi kekuasaan 5 keluarga besar.
BRUKK
Nana menjatuhkan dirinya ke sofa. Louis yang melihat nonanya itu, langsung memberikan air yang ada didalam lemari pendingin.
" ini!" Louis meletakkan air dingin di kepala Nana. dia melihat Nana sangat kelelahan\, bahkan Louis melihat ada aliran sungai air mata yang turun dari matanya. *eh? aliran air mata!?*
" Nana, ada apa? kamu menangis, kenapa? siapa yang membuatmu sedih?" Louis langsung memegang erat bahu Nana, dan menatap matanya.
" mereka...hiks..mereka semua.."
" mereka kenapa? mereka siapa? apa yang mereka lakukan padamu?" Louis mengeratkan pegangannya di bahu Nana, dia sedikit mengguncang tubuh nonanya itu, hingga Jas yang tadinya tergantung di bahu Nana, kini jatuh dan menunjukkan luka dipunggungnya.
" mereka... sudah melihatnya! ...hikss.....Lo..uis.." Nana meraih punggung Louis dan menariknya, dia memeluk erat tubuh laki-laki itu. isak tangisnya pecah dipelukannya.
" apa..maksudmu, ini?" Louis memeluk Nana, tangannya menyentuh luka lama Nana. rasanya punggung kecil itu sangat kasar, penuh akan sayatan danĀ luka bakar.
" hm, semuanya sudah tau...hiks..hiks... mereka sudah melihatnya....huahhh..... hiks...Lou...is.."
" hiks...hiks...Ku..ro.." Nana mencari kakak tersayangnya itu. kini dia butuh kakaknya, Louis mencoba menelfon Kuro namun, dia tidak menjawab.
" ayo aku antar pulang!" Louis melepas jasnya, kali ini dia memakaikan jasnya pada nonanya itu. Louis membantu Nana berdiri, dia menghapus air matanya dan membawanya keluar.
mereka keluar melalui pintu utama, Mobil Louis terpaksa diparkir depan karena Pers menghalangi jalannya, saat mereka baru keluar dari perusahaan.
" SELAMAT DATANG, NONA!!!" seluruh anggota Nana menyambutnya diluar, mereka menyambut kedatangan Nana dengan penuh kehormatan dan kebanggaan. Nampak diwajah mereka penuh kebahagiaan dan kesenangan.
" apa yang kalian lakukan disini?" Nana tidak mengerti, seingatnya dia sudah meminta seluruh anggotanya untuk kembali ke markas pusat.
" maaf, atas kelancangan kami menolak perintah anda!" James melangkah maju dan menghampiri nonanya itu, Ryu berjalan disamping James dengan tatapan bangga dimatanya.
" *maafkan atas kelancangan kami\, kami tidak layak melihat luka Nona!*" Teriak seluruh anggotanya secara bersamaan.
" saya membawakan pakaian baru untuk Nona!" Ray memberikan sebuah bingkisan berisi pakaian pada nonanya itu.
" kalian?" Nana terharu dengan apa yang dilakukan oleh anak buahnya. terlihat jelas dari tatapan mereka, mereka bangga memiliki atasan seperti Nana.