
" bagaimana menurutmu, Ryu?" tanya Nana yang baru saja keluar dari ruang ganti.
" CAN..TIK..!!!" semua orang terpana dengan kecantikan Nana.
" haha, Ryu ayo kita pergi!" Nana terkekeh melihat tingkan semua orang yang memandang Nana dengan pandangan terkejut.
" ah, nona. mari, silahkan ikut saya kekasir" kata salah satu pelayan
" eh?" semua bodyguard Nana menoleh tidak percaya, baru pertama kali mereka mendengar orang mengajak Nana ke kasir.
" eh, kenapa aku harus membayar jika seluruh mall ini adalah milikku!" Nana berbalik dan menjulurkan lidahnya, sementara Ryoma menunjukkan sertifikat tanah lebih tepatnya... sertifikat Mall itu.
" kalian tutup mulut kalian!" manager toko itu menghentikan kehendak pelayannya.
" pak manager, siapa mereka?" tanya salah satu pelayan toko setelah mendapati Nana benar-benar keluar dari toko itu.
" dasar bodoh, dia adalah nona Yuu, dia adalah nona muda dari K7 !" manager itu menepuk jidatnya tidak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan oleh bawahannya.
" APAAAA!!!??!?!??!" semuanya terkejut tidak percaya, Kota R adalah salah satu properti milik K7 Corporation.
sementara itu disisi lain..
" kita mau kemana Nona?" tanya Ryu yang menatap nonanya itu
" hm, terserah kamu mau kemana!" Nana masuk kedalam mobil dan kembali bermain dengan ponselnya
" hahh.." Ryoma menghela nafas, dia benar-benar tidak mengerti dengan Nona kesayangannya itu.
Ryoma membawa Nana pergi ke gunung, dia menemukan sebuah danau yang dikelilingi oleh pohon sakura saat menjalankan misinya beberapa minggu yang lalu.
" eh, mau kemana kita?" tanya Nana yang menyadari kalau mereka baru saja keluar dari kota.
"gunung!" jawab Ryoma datar, dia tidak mempedulikan nonanya yang tengah menatapnya bingung.
" eh?" Nana tidak mengerti kenapa Ryoma membawanya ke gunung, hari itu cukup dingin dan Ryoma mau membawanya ke gunung, sungguh sangat aneh. namun Ryoma tidak mempedulikan nonanya itu, hingga mereka tiba.
" jadi, apa nonaku ingin tetap duduk di mobil atau menikmati sakura yang ada?" tanya Ryoma yang membuka pintu untuk Nana.
" CANTIK!" itu kata pertama yang terucap dari mulut Nana begitu dia memperhatikan tempat itu, sebuah danau yang penuh akan bunga sakura yang mengelilingi tempat itu.
",hm, apa kamu suka?" tanya Ryoma menatap Nana dengan lembut.
" ah!" Nana tidak mempedulikan Ryoma, dia melihat sesuatu yang sangat menganjal pikirannya. matanya menangkap objek itu dengan jelas, dia berjalan mendekati objek yang ada didepan matanya.
" ini?" Nana menyentuh objek itu, dia melihat sebuah pohon wisteria yang ada di antara ribuan pohon sakura. bukankah hal ini aneh, bagaimana bisa sebuah wisteria ada dikerumunan sakura? hal ini terus terpikir dibenak Nana.
" indah bukan?" Ryoma tiba-tiba saja berdiri disebelah Nana, dia memperhatikan pohon wisteria itu.
" hm, ini indah! tapi....bagaimana bisa dia ada disini?" tanya Nana sambil memandangi bunga-bunga yang mekar di setiap ranting pohonnya.
" ini bukan salahnya, ada seseorang yang menanamnya disini, itu bukan keinginannya. dia hanya mencoba bertahan hidup dan menjadi dirinya sendiri disini!" Ryoma memandangai sulur-sulur yang dipenuhi dengan bunga, dia teringat akan seseorang begitu melihat pohon itu.
" ah, aku jadi teringat akan dirinya?" Nana tersenyum mendengar kata-kata Ryoma
" dia kah?" Nana memastikan bahwa dia sepemikiran dengan Ryoma. Ryoma hanya mengangguk dan tersenyum simpul.
" hng, aku jadi ingat pada Robin ( pemilik Queen's sebelumnya). dulu dia pernah bilang padaku ...
~~
Robin: Nana, kamu tidak lahir ditempat yang salah, kamu tidak berada dalam situasi yang salah, kamu tidak berada diwaktu yang salah, kamu berada ditempatmu sendiri, dengan kemampuanmu sendiri, dengan kehendakmu sendiri, dan kamu ada disini untuk menjadi dirimu sendiri! apa kamu tahu kamu terlihat seperti seekor singa yang ada ditengah kawanan Harimau, kamu tidak salah berada disana, kamu hanya harus bertahan dengan caramu sendiri!*
~~
Nana mengingat masa lalunya, sejenak kemudian air mata tampak dibola matanya.
" tenanglah, semuanya sudah berakhir sekarang!" kata Ryoma yang menghapus air mata itu sebelum benar-benar jatuh.
" Ryu, thanks for all! you'r my best brother!" kata Nana yang memeluk Ryoma dengan sangat erat.
setelah beberapa lama Nana menenangkan dirinya disana..
" urgh, aku lapar!" Kata Nana mengeluh.
" hahh, kamu ini benar-benar ya?" Ryoma memukul jidatnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut Nana.
" ayo pergi makan!" ajak Nana.
" baiklah!" Ryoma hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Nana.
mereka kemudian pergi makan, setelahnya Ryoma mengantar Nana kembali kerumah.
" NANA!" Kuro menyambut Nana dengan pelukan Hangat, walau dia tidak percaya kalau adiknya itu tidak memegang kata-katanya sendiri.
" ada apa? kenapa kamu sedih?" tanya Nana, dia tahu kalau Kuro tidak pernah menyambut kedatangannya dengan pelukan kecuali ada hal yang membuatnya sedih.
" .." Kuro hanya diam dan tetap membiarkan Nana berada dalam pelukannya
setelah beberapa lama Nana menenangkan dirinya disana..
" urgh, aku lapar!" Kata Nana mengeluh.
" hahh, kamu ini benar-benar ya?" Ryoma memukul jidatnya, dia tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut nonanya itu.
" ayo pergi makan!" ajak Nana
" baiklah!" Ryoma hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Nana.
mereka kemudian pergi makan, setelahnya Ryoma mengantar Nana kembali kerumah.
" NANA!" Kuro menyambut Nana dengan pelukan Hangat, walau dia masih tidak percaya Nana tidak memegang kata-katanya sendiri.
" ada apa? kenapa kamu sedih?" tanya Nana, dia tahu kalau Kuro tidak pernah menyambut kedatangannya dengan pelukan kecuali ada hal yang membuatnya sedih.
" .." Kuro hanya diam dan tetap membiarkan Nana berada dalam pelukannya.
" hah, ayo pergi keluar!" Nana menarik Kuro begitu saja masuk kedalam mobilnya, sepanjang jalan Kuro hanya diam dan Nana fokus mengemudi. Nana membawa Kuro pergi ke taman bermain,sebelumnya dia sudah menghubungi Louis, dia memintanya memesan taman bermain itu untuk malam ini.
" ayo kita main!" ajak Nana dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya. Kuro hanya mengikuti kemanapun Nana membawanya, dia tidak berucap sepatah kata ataupun membuka mulutnya barang sejenak.
" apa kamu sudah baikan?" tanya Kuro yang melihat Nana sangat senang.
" hm, Ryu membawaku melihat wisteria yang sangat indah!" jawab Nana, dia kemudian membawa Kuro pergi ke rumah hantu, tempat dimana mereka biasa menenangkan diri mereka.
" apa kamu tidak mau membaginya denganku?" tanya Nana yang duduk dan menyandarkan dirinya kedinding, dia memandangi langit-langit bangungan itu dengan tatapan kosong.
" hm, mereka salah sangka lagi pada kita!" kata Kuro yang menundukkan kepalanya dan menyembunyikannya di antara pelukan dan kedua lututnya.
" ah, biarkan saja! apa kamu tahu, tadi siang aku melihat sebuah pohon wisteria yang tumbuh di antara ratusan pohon sakura!" kata Nana sembari memandang langit-langit gedung rumah hantu itu. dia dan kuro sudah biasa bermain kerumah hantu saat kecil, jadi banginya itu tidak menakutkan.
" eh, bagaimana bisa?" tanya Kuro yang menatap Nana, dia melihat adiknya itu sangat tenang dan damai. setelah dia melihat Nana yang sejak 2 bulan yang lalu dipenuhi dengan emosi dan amarah, Kuro merasa lega
" hm, ada orang yang menanamnya disana. apa kamu tahu melihat pohon itu aku teringat akan kata-kata Robin padaku!" seru Nana
" Robin?..Queen's?" Kuro memiringkan kepalanya.
"** *Nana\, kamu tidak lahir ditempat yang salah\, kamu tidak berada dalam situasi yang salah\, kamu tidak berada diwaktu yang salah\, kamu berada ditempatu sendiri\, dengan kemampuanmu sendiri\, dengan kehendakmu sendiri\, dan kamu ada disini untuk menjadi dirimu sendiri! apa kamu tahu kamu terlihat seperti seekor singa yang ada ditengah kawanan Harimau\, kamu tidak salah berada disana\, kamu hanya harus bertahan dengan caramu sendiri!*\,** hm itu yang dia katakan padaku! dan mengingat hal ini\, aku teringat akan kita!" kata Nana yang menggengam erat tangan kakak laki-laki nya itu.
" Nana..." Kuro akhirnya memeluk Nana dengan erat, dia mengerti apa yang ingin dikatakan oleh Nana. dia merasa bersyukur memiliki adik seperti Nana.
" baiklah Nana-bodoh, ayo kita bermain sampai puas!" Ajak Kuro yang menarik Nana begitu saja dan membawanya keluar dari rumah hantu. Nana hanya pasrah ditarik begitu saja oleh kembarannya yang paling menyebalkan di dunia.
mereka akhirnya bermain sepanjang malam, mereka memainkan semua wahananya. hingga jam tutup tiba.
victor_write