
" Nana!" Raymond memanggil Nana
" ah?" Nana terkejut kakaknya sudah keluar dari rumah sakit, Nana tidak menjawab sapaan kakaknya itu dan hanya berjalan begitu saja
" Ku-chan!" Nana berbisik ke telinga kuro
" hm, kita akhiri saja ini!" Kuro memecah keheningan yang ada
" jadi, untuk apa tuan muda Yuuki dan nona muda Rose kemari?" tanya Kuro dengan sopan
" ah, Tuan muda Yuuki dan nona muda Rose?" Ray tidak percaya dengan apa yang dia dengar
" Kuro? apa kakak tidak salah dengar?" Ray masih sangat terkejut mendengar kata-kata Kuro
" maaf, tuan muda Yuuki! tapi apa yang tuan muda dengar tidak salah. kakak ku baru saja memanggil dan bertanya pada anda, tuan muda Yuuki" Nana menyela keheningan itu
" ahahahha, candaan ini benar-benar tidak lucu, sayang!" Ray masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi
" maaf, tuan muda yuuki. mohon jangan lancang! tolong jaga kata-kata dan tindakan anda" Nana menaikkan sedikit nada bicaranya
" ah, Nana! jangan begitu, bukankah kalian... sangat menyayangi kakak?" Ray bicara dengan penuh rasa percaya diri
" hm,maaf... tapi Nathalia Yuuki sudah mati sejak 2 bulan yang lalu!" Nana menjawab pertanyaan Ray dengan penuh kesombongan
" begitu pula dengan Kurogane Yuuki, dia sudah lama mati!" Kuro menambahkan
" ah, apa sih yang sedang kalian bicarakan?" tanya Violet
mendengar perkataan kedua adiknya itu membuat Ray sangat terkejut. mendengar dari orang-orang bahwa mereka berdua telah mengalami banyak hal yang mengerikan demi menyelamatkannya. mendengar kata-kata Nana, Violet juga menjadi ragu dengan apa yang beberapa minggu lalu dia dengar. hal ini membuat Ray dan Violet sangat kesal dengan apa yang mereka dengar. Ray kemudian membawa Violet pergi begitu saja tanpa pamit. Nana dan Kuro hanya diam begitu saja yang dan melihat mereka pergi.
" ayo ke bar!" Nana mengajak Kuro pergi ke bar
" hm, boleh saja!" Kuro mengambil kunci mobil
mereka kemudian pergi menuju ke bar, akan tetapi saat ditengah jalan mereka melihat mobil yang tadi dibawa Raymond tengah dihadang oleh Geng Macan. mereka melihat Ray tengah dihajar hingga babak belur, bahkan Violet hampir dilecehkan.
" hei,kak! bukankah itu kak Violet?" tanya Nana
" hm, benar!" Kuro melihat sekilas, saat dia melihat Ray tengah dihadang oleh geng macan
" ah, gawat!" Kuro langsung menghentikan mobilnya begitu saja. mereka berdua kemudian turun dan menghajar orang-orang dari geng Macan.
***
BUAKK
" hei apa yang kalian lakukan?" tanya Nana geram
" ah, Nana?" Violet melihat Nana dan Kuro datang, Violet terlihat sangat berantakan terlihat jelas dia hampir menangis
" AH! KAKAK!" Nana langsung memukul preman yang ingin melecehkan Violet. setelah berhasil mengamankan Violet, Nana melepas jaketnya, saat itu juga Violet melihat, punggung Nana. punggung kecil yang sebelumnya tertutup oleh jaket kulit, kini hanya tertutup sebagian oleh Tank top, nampak jelas dipunggungnya begitu banyak luka, hal ini membuat Violet sangat terkejut.
sementara Nana terus bertarung dan melindungi Violet, Kuro mencoba menyelamatkan Ray dari para preman itu. setelah Kuro berhasil menyelamatkan Ray, Nana langsung mengambil senapan yang telah dia ambil dari jaket sebelumnya.Nana langsung menghabisi mereka ditempat, akan tetapi sebelum itu Kuro sudah memeluk erat Violet, dia tidak membiarkan kakak iparnya itu melihat kekejaman yang dimiliki Nana. setelah selesai Nana menghubungi Ryoma, dia memintanya untuk menghabisi Geng Macan.