
" jadi, Nona Yukki. apa yang kamu inginkan?" tanya salah seorang dari mereka
" pertanyaan yang bagus tuan muda Jose! " seru Nana pada Jose Amber
" langsung saja tidak perlu basa-basi!" sahut Kai Labrador
" hm, baiklah !" Nana menepuk jidatnya
" jadi, hari ini aku mengumpulkan kalian disini untuk membahas masalah yang terjadi saat ini!" seru Nana
" jadi apa solusinnya?" tanya Alexander Sian
" jadi aku berencana meminta kalian untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya!" seru Nana
" jadi, bagaimana itu?" tanya Jerremy Rose
" aku ingin kalian lebih menfokuskan produksi dibidang Fashion, Make up, dan perhiasan!" kata Nana
" eh, bukankah disaat seperti ini bukankah kita harus menyuplai barang mewah untuk mencari keuntungan terbesar?" tanya Alexander
" hm, kamu benar Alex! tapi, pada saat seperti ini kemungkinan terbesar pemegang uang adalah kaum wanita. karena itu aku ingin kalian fokus menyediakan apa yang mereka inginkan!" kata Nana
" ah, jadi begitu! biasanya para wanita yang mengatur keuangan. karenanya, pasti 70% uang akan dibawa oleh kaum wanita . karena itu pastinya kita harus memenuhi dulu keinginan kaum wanita!" sahut Jose
" hm, kamu benar, Jose! tapi, saat ini inflasi tinggi terjadi disini. karena itu aku ingin kalian mengimport barang dari luar dengan kualitas terbaik dengan harga terendah!" kata Nana menggebrak meja
" ah, ide bagus!" sahut Jerremy Rose
mereka kemudian melanjutkan pembahasan selama rapat dan melakukan perdebatan dan pertimbangan panjang, hingga para sekertaris dan asisten mereka merasa geram dan kesal. akhirnya mereka menarik paksa atasan mereka dan membawa mereka untuk menyelesaikan jadwal panjang mereka. sementara Nana tetap fokus dan menyelesaikan masalah diperusahaan. dia meminta Louis untuk segera menyiapkan rapat dan membahas masalah inflasi.
" ah, nona apa ada yang lain?" tanya Louis
" hm, tidak ada ! " kata Nana
" Louis!" panggil Nana
" ada apa?" tanya Louis
" hm, aku ingin semua data perusahaan selama 2 bulan terakhir ini!" kata Nana
" apa kamu meragukan kemampuanku?" tanya Louis
" tidak! aku ingin memastikan sesuatu! " sahut Nana
Louis kemudian mengambil berkas data selama 2 bulan terkahir kemudian memberikannya pada Nana. Nana masih sedikit ternganga dengan tumpukan berkas yang amat banyak dimejanya.
" jadi bagaimana?" tanya Louis
" masalahnya ada pada pemerintah! mereka membuat uang terlalu banyak !" sahut Nana
" ah, begitu ya? oh ya, kamu tega sekali meninggalkan kucing kecil yang imut seperti ku dikantor sendirian selama 2 bulan?" Louis mulai menggerutu pada Nana
" hah.."
Nana memandang Louis, Loius memang terlihat imut jika dia sedang kesal mau bagaimanapun dia sudah terbiasa dikelilingi oleh pria tampan termasuk Louis, pria setinggi 190 cm dengan rambut pirang dan mata berwarna coklat dengan paras yang rupawan. dia terlihat keren dengan pakaian santai yang biasa dia gunakan. hanya kaos, celana jeans dan jaket kulit.
" ada apa? hm, apa Nana-ku sudah mulai jatuh hati padaku?" ejek Louis
" Hahh, aku rindu pada Kuro" kata Nana
" EHH? apa yang barusan kamu katakan?" tanya Louis
" apa salah aku merindukannya?" tanya Nana
" tidak juga sih, mengingat apabila tuan muda Kuro ada disini kamu pasti akan selalu berkelahi dengannya" sahut Louis
" hm, mau bagaimana lagi? sudah 5 hari aku tidak bertemu dengannya" seru Nana
"hahh.." Louis menyalakan ponselnya dan meminta VideoCall dengan Kuro
" ah, senangnya punya asisten yang pengertian" seru Nana memeluk Louis
" hm?" Louis mendorong Nana menjauh
Kuro menjawab panggilan Video dari Louis, akhirnya selama panggilan berlangsung mereka berdua saling mengejek satu sama lain, terus menerus selama 2 jam. hingga Kuro harus pergi karena rapat.
" apa kamu sudah puas nona?" ejek Louis
" sudah! sekarang ayo makan" kata Nana manja
" urgh, bagaimana aku bisa punya bos yang seperti ini?" Louis memukul jidatnya
" sudah ayo! " Nana menarik kerah belakang Louis dan menyeretnya. saat Nana akan membuka pintu, Charlote ( tangan kanan Kuro ) masuk
" eh, Charlote?"Nana terkejut
" ah, Nona Natalia!" Charlote menunduk dan memberi salam
" sudah jangan terlalu formal, Nana dan aku akan pergi makan siang apa kamu mau ikut?" tanya Louis
" ah, boleh!" jawab Charlote
" eits, tunggu dulu! apa kamu akan membawa tumpukan kertas itu?" tanya Nana
" ah, ini ! sebenarnya ini jadwal anda hari ini !" kata Charlote
" EH??" Nana terkejut melihat jadwal yang dibawa Charlote sangat penuh
" hah, Nana kamu tidak bisa bermain-main! sekarang kita makan siang kemudian kamu selesaikan jadwal ini" Louis menunjuk tumpukan kertas itu
" EHH??"
akhirnya mereka bertiga pergi ke cafe untuk makan siang, kemudian Nana menghabiskan harinya untuk menyelesiakan pekerjaannya hingga larut malam, setelahnya Louis mengantar Nana kembali ke rumah, setibanya dikediaman utama keluarga Yukki. Nana disambut oleh semua orang yang ada, mereka sangat merindukan Nana dan Kuro. ( memang sih, Nana dan Kuro adalah anak emas dikeluarga Yukki mereka adalah kebanggaan keluarga).
" huahh..."
Nana terbangun dipagi hari, sinar mentari masuk kekamarnya dan membangunkannya, jam weker berbunyi sejak setengah jam yang lalu, akan tetapi Nana baru bangun. ini pukul 8 pagi, Nana menggosok matanya dan menutup kembali korden jendela kemudian kembali ke tidurnya. beberapa saat setelah dia kembali tidur seorang anak lelaki berumur 9 tahun, dengan rambut perak dan mata biru Shaphire masuk ke kamarnya dengan paksa dan membangunkannya
" BANGUN TUKANG TIDUR!" teriak anak itu
" urgh.." Nana menghiraukan anak itu
" BANGUN! AYO CEPAT BANGUN DASAR TUKANG TIDUR! " kata anak itu sambil terus melompat-lompat di ranjangnya
" iya..iya aku bangun" kata Nana
" selamat pagi, Kakak ke-4!" kata anak itu
" selamat siang Arthur" jawab Nana sambil tersenyum
" HUUAAAA!!!! aku rindu pada kakak" anak itu menangis dipelukan Nana
" eh?" Nana terkejut Athur menangis dengan keras
"hm, kakak juga rindu pada Arthur!" Nana memeluk balas Arthur
" aku tidak peduli, hari ini kakak harus menemaniku seharian!" kata Arthur sambil mengusap air matanya
" hm, kalau begitu sekarang Arthur turun dan beritahu pada kak Louis, kalau hari ini Kak Nana adalah milik Arthur!" kata Nana sambil menyentuh ujung hidung anak laki-laki itu
" hm" Arthur mengangguk dan berlari turun
Arthur turun dan berdebat panjang dengan Louis, sementara itu Nana bersiap mandi kemudian turun untuk sarapan. saat dia turun semua orang tengah berada diruang keluarga mereka tengah bermain dan berbincang. kakek dan neneknya tengah bermain mahjong dan membaca koran, para bibi dan saudara perempuannya tengah melihat katalog Fashion sementara para paman dan saudara laki-lakinya tengah membahas masalah bisnis mereka tengah mencari cara mengatasi masalah inflasi yang tengah terjadi, ( hm, mau bagaimanapun keluarga Yukki adalah keluarga pebisnis besar mereka memiliki banyak anak perusahaan diberbagai negara dan para laki-laki yang mengurus semua bisnis itu)
" ah, Nana!" salah seorang pamannya memanggil Nana
VICTOR_WRITE